Current Issues

Selalu Hadir Saat Lebaran, Ini Asal Usul Nastar, Kastengel, Hingga Putri Salju

Dwiwa

Posted on May 16th 2020

Tidak terasa ternyata bulan suci Ramadhan sudah memasuki hari ke-23. Itu artinya Hari Raya Idul Fitri hanya tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan pun mulai dilakukan oleh umat muslim di Indonesia. Meski mungkin lebaran tahun ini akan berbeda, tetapi antusias untuk menyambut Idul Fitri agaknya tidak surut.

Salah satu persiapan yang mulai dilakukan adalah menyiapkan kue lebaran. Selain bersilaturahmi, lebaran selalu identik dengan berbagai sajian makanan yang menggugah selera. Beberapa jenis camilan bahkan seolah menjadi wajib dihidangkan saat lebaran, misalnya seperti nastar, kastengel hingga putri salju.

Setiap kali kita berkunjung, kue-kue hampir selalu bisa dijumpai. Anehnya, meski sudah merasakannya berkali-kali kita tetap penasaran untuk mencoba. Nah, lalu kira-kira bagaimana ya sejarah kue-kue ini? Biar nggak penasaran, tim Mainmain sudah merangkum sejarahny nih dari berbagai sumber. Langsung disimak yuk.

Nastar

Kue nastar yang selalu menjadi primadona saat lebaran (foto:https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Fpadi.kabpacitan.id%2Findex.php%2Ffirst%2Fartikel%2F88-Resep-Kue-Nastar&psig=AOvVaw0WxsjMum5twp35yv-qcjWN&ust=1589698911815000&source=images&cd=vfe&ved=)

Entah sejak kapan dimulainya, tetapi nastar telah menjelma menjadi salah satu camilan wajib yang disajikan di meja ketika lebaran datang. Kue bulat berwarna kuning ini biasanya memiliki isian selai nanas meski saat ini sudah mulai banyak variasi.

Nastar sendiri sudah ada di Indonesia sejak jaman kolonial Belanda. Nama kue ini pun diambil dari bahasa Belanda Annanas atau nanas dan Taart atau tar. Kedua kata ini kemudian disingkat pengucapannya menjadi nastar. Jadi secara harfiah, kue ini berarti tar nanas. 

Sedangkan dalam bahasa Hokian, nastar memiliki arti ong lai atau buah pir emas. Kata ini bermakna "kemakmuran yang datang kemari", rezeki dan keberuntungan datang. Rasa manis dan warna kuning emas dengan isian nanas dari kue ini sebagai simbol rezeki yang melimpah. 

Saat pertama dibuat, kue ini sebenarnya terinspirasi dari kue pie khas Eropa yang berisi blueberry dan apel. Tetapi saat itu, kedua buah ini sulit ditemukan di Indonesia. Maka digantilah dengan buah nanas yang mempunyai rasa hampir mirip.

Selain isinya, bentuk dari kue ini juga dimodifikasi menjadi bulat-bulat kecil dengan ukuran sekali makan. Kue ini pun tadinya hanya dibuat ketika ada perayaan hari besar. Hanya para priyayi, bangsawan atau orang kaya saja yang bisa mengonsumsinya.

Tetapi seiring perkembangan jaman, rese kue ini akhirnya menyebar ke berbagai kalangan sehingga menjadi makanan yang merakyat. Meksi begitu, citra kue yang identik dengan perayaan hari besar pun masih melekat, seperti natal, lebaran, dan tahun baru orang Tionghoa.


Kastengel

Kue kastengel tidak pernah absen disajikan saat lebaran (foto:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.tokopedia.com%2Fandiniasa%2Fkue-kastengel&psig=AOvVaw1m-p7AqnF9re86royXDaqP&ust=1589700714931000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCMiw9YPvt-k)

Selain nastar, ketika bersilaturahmi kita akan selalu melihat kue kastengel disajikan di atas meja. Kue berbentuk persegi panjang dengan dominasi rasa keju ini menjadi salah satu camilan yang juga identik dengan lebaran. 

Nama asli dari kue ini sebenarnya adalah kaasstengels. Dalam bahasa Belanda, kaas memiliki arti keju dan stengels berarti batangan. Di negeri kincir angin tersebut, kue ini berukuran lebih panjang, yakni 30 sentimeter untuk setiap potongnya.

Namun ketika di Indonesia, oven besar yang dibutuhkan untuk membuat kue ini tidak ada. Karena itulah bentuknya dimodifikasi menjadi lebih kecil seperti saat ini. Resep kue ini pun didapat oleh orang Indonesia dari nyonya Belanda pada jaman dahulu.

Sebagai kue yang didominasi rasa keju, tidak ada pakem jenis keju apa yang harus dipakai. Setiap pembuatnya bebas mengkreasikan sesuai dengan keinginan dan isi kantong. Mau menggunakan keju cheddar, parmesan, Edam atau Gouda tidak ada masalah. Semuanya tetap menjadi kue kastengel.


Putri Salju

Kue putri salju yang manis menjadi salah satu camilan khas saat lebaran (foto:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.tokopedia.com%2Fink-style%2Fkue-putri-salju-toples&psig=AOvVaw0aKWow6RrxgomOSkUTvtHk&ust=1589701878963000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCN)

Satu lagi kue yang nyaris tidak pernah absen dari ruang tamu saat lebaran datang, kue putri salju. Dengan bentuk bulan sabit dan taburan gula halus, kue ini memang jadi seperti diselimuti salju. Rasanya pun manis, dengan sensasi dingin ketika digigit.

Jika kue kastengel dan nastar berasal dari Belanda, tidak diketahui dengan jelas darimana asal usul kue putri salju tidak diketahui dengan pasti. Namun rupanya kue ini bukan hanya populer di Indonesia saja. Di Austria dan Jerman pun putri salju digemari.

Di negara Eropa tersebut, kue ini dikenal dengan nama Vanillekipferl. Bentuknya pun serupa dengan yang ada di Indonesia, bulan sabit dengan rasa vanilla dan ditaburi gula halus. Beberapa orang pun berpendapat jika asal mula dari kue ini berasal dari Austria.

Kue ini pun identik disajikan pada perayaan hari besar keagamaan. Di benua Eropa putri salju menjadi ciri khas saat hari Natal tiba. Sementara di Indonesia, kue ini juga selalu hadir ketika Hari Raya Idul Fitri tiba.


Lidah Kucing

Kue lidah kucing yang cocok jadi teman ngobrol saat silaturahmi lebaran (foto:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fzazillatulmutmainah.wordpress.com%2F2014%2F01%2F04%2Fkue-kering-lidah-kucing%2F&psig=AOvVaw1UGdp2YZia1gMW-rtmWvfu&ust=1589703356960000&source=images&c)

Kue lidah kucing atau istilah aslinya adalah katte tong adalah sebuah kue asal Belanda yang menjadi sajian wajib saat lebaran. Katte tong dalam Bahasa Belanda memang memiliki arti lidah kucing, mirip seperti bentuk kue ini yang lonjong.

Aslinya kue ini memiliki warna keemasan dengan rasa manis-gurih. Ketika digigit, mulut akan merasakan tekstur yang tipis dan renyah. Tentu kue ini jadi terasa lebih ringan dibanding nastar, kastengel atau putri salju.


Kue Semprit

Kue semprit berbentuk mawar umumnya menjadi salah satu camilan (foto:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2FKue-semprit-susu-kue-lebaran-enak-manis-lembut-i.21128938.6717641807&psig=AOvVaw0lzvc5BDT24VET24zlJeEM&ust=1589703775929000&source=imag)

Namanya memang tidak sepopuler kue nastar atau kastengel, tetapi kue semprit juga menjadi salah satu camilan yang hampir selalu ditemui saat bersilaturahmi di hari Raya Idul Fitri. Di luar negeri kue ini lebih dikenal dengan nama spritz. Kata ini diambil dari bahasa Jerman spritzen yang artinya "untuk dimuncratkan".

Nama ini sesuai dengan proses pembuatannya yang dimuncratkan menjadi bentuk huruf S atau O. Variasi kue ini pun sudah beragam, mulai dari kue semprit susu, cokelat, keju, hingga kue semprit sagu. Semua bisa dibuat dengan mudah tergantung dari selera.

Nah itu tadi lima kue khas lebaran yang selalu bisa dijumpai ketika bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Kue mana nih yang menjadi favorit kalian?


Related Articles
Current Issues
Jejak Eropa Dalam Setoples Kue Hari Raya

Current Issues
Rayakan Lebaran Saat Pandemi? Cobain 4 Tips Berikut Ini

Current Issues
Biar Beda, Ini Inspirasi Ucapan Lebaran Biar Tidak Sekadar "Maaf Lahir Batin"