Current Issues

Awas Beredar Masker N95 Palsu, Diekspor dari Tiongkok Menggunakan Ear Loop

Mainmain.id

Posted on May 15th 2020


Foto N95 palsu yang ditemukan CDC Amerika Serikat. N95 ini menggunakan ear loop (Foto: CDC)

Jika kalian berniat membeli masker medis tipe N95 ada baiknya hati-hati ya guys. Terutama jika kalian membeli itu untuk digunakan atau disumbangkan ke tenaga medis yang tengah berperang menghadapi pendemi Covid-19. Sebab, di Amerika Serikat tengah merebak kasus masker N95 palsu yang berasal dari Tiongkok.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh Associated Press (AP). Bermula dari kedatangan barang-barang medis dari Tiongkok yang mendarat di Los Angeles. Barang-barang itu diperuntukan bagi petugas medis. Dari sana diketahui ada masker N95 yang bentuknya tak seperti kebanyakan di pasaran.

Perbedaan N95 palsu dan asli ini terdapat pada talinya. N95 yang asli seperti kebanyakan yang beredar di pasaran. Talinya melilit hingga ke belakang kepala. Namun N95 dari Tiongkok itu menggunakan ear loop. Alias pengait telinga.

Masker N95 standarnya memang menggunakan tali yang melilit ke belakang kepala, bukan ear loop. Masker yang menggunakan ear loop bisa diproduksi lebih murah karena proses produksinya berbeda dengan N95 dengan tali yang melilit ke belakang.

Masker N95 dengan tali yang melilit ke belakang prosesnya lebih rumit. Harus dijahit lalu dijepit atau disolder untuk membuat segel yang rapat di hidung dan mulut. Meskipun bahan maskernya sama, namun penggunaan tali yang berbeda sangat mempengaruhi efektivitas fungsi dari N95 itu sendiri.

Menurut ahli penyakit menular Shawn Gibbs, seperti dikutip dari laporan AP, masker ear loop masih memiliki rongga yang mudah dimasuki udara, yang bisa saja membawa virus. 

"Jika seseorang bernapas dan respiratornya tidak cocok, udaranya hanya akan berputar saja," kata Shawn Gibbs yang juga dekan di sekolah kesehatan masyarakat Texas A&M University.

AP lantas melacak pengiriman masker tersebut. Ternyata di sana terdapat nama Shanghai Dasheng sebagai perusahaan pembuat  masker. Label pengiriman, faktur, surat bersertifikat, dan hasil wawancara yang dilakukan AP merujuk pada nama Shanghai Dasheng Health Products Manufacturing Company sebagai pembuatnya. Sayangnya, konfirmasi yang dilayangkan AP ke perusahaan itu tak mendapatkan respon.

Namun sebelumnya, Centers for Disease Control (CDC) dalam pernyataannya juga menemukan N95 yang tidak sesuai standar. Mereka menyebut ada seseorang yang menggunakan nomer sertifikasi Shanghai Dasheng tanpa izin perusahaan tersebut. 

Ketika AP melakukan komunikasi dengan CDC, dijelaskan bahwa CDC telah melakukan pembicaraan dengan Shanghai Dasheng tentang masalah keaslian produk yang beredar di Amerika Serikat.

Dari sana didapat penjelasan bahwa N95 dengan ear loop itu palsu. Tidak diproduksi oleh pabrik Shanghai Dasheng. Meskipun dalam N95 yang beredar itu ada label NIOSH-approved. NIOSH adalah singkatan dari National Institute for Occupational Safety and Health.

Selama ini Shanghai Dasheng merupakan salah satu produsen terbesar N95 otentik di dunia. Mereka membuat N95 dengan persetujuan dari NIOSH. Tidak banyak perusahaan di Tiongkok yang memperoleh persetujuan NIOSH.(*)

Related Articles
Current Issues
Punya Masker N95? Begini Cara Membersihkannya

Current Issues
Jangan Gunakan Pelindung Leher Sebagai Masker Cegah Covid-19, Ini Sebabnya

Current Issues
Jenis Masker Ini Paling Cocok Dipakai Untuk Memudahkan Berkomunikasi