Current Issues

Pemerintah Berencana Buka Kembali Sekolah di Bulan Juni, Amankah?

Dwiwa

Posted on May 15th 2020

Sejumlah negara di dunia telah melonggarkan aturan lockdown karena kasus Covid-19 telah berhasil ditangani. Berbagai aktivitas kehidupan pun mulai kembali berjalan “normal”, termasuk sekolah. Hal ini sepertinya menginspirasi Pemerintah Indonesia untuk segera membuka kembali kegiatan belajar dan mengajar di sekolah.

Di tengah kasus Covid-19 yang terus melonjak setiap hari, pemerintah tengah mematangkan rencana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Salah satu opsi yang muncul adalah dibukanya kembali sekolah pada 15 Juni dengan sistem shift.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga optimis tidak akan memundurkan waktu tahun ajaran baru. Ini artinya kegiatan belajar mengajar di sekolah kemungkinan dapat dibuka pada pertengahan Juli untuk daerah yang dinyatakan aman dari Coronavirus.

Mau tidak mau, kondisi ini menimbulkan banyak perdebatan di masyarakat. Dilansir dari Katadata, ahli epidemiologi Universitas Padjajaran Bandung Panji Fortuna Hadisoemarto memperingatkan jika saat ini belum menjadi waktu yang tepat untuk membuka aktivitas publik karena risiko penularan virus SARS-Cov-2 masih tinggi.

Menurut Panji, aktivitas sosial dan ekonomi dapat dibuka kembali jika kasus Covid-19 sudah menurun. Berbagai hal juga harus dipertimbangkan oleh pemerintah jika akan melonggarkan PSBB, termasuk jumlah kasus aktif Covid-19, rasio tes, hingga kasus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan agar pemerintah memperhatikan pemenuhan hak-hak anak jika memang sekolah akan dibuka kembali dalam masa pandemi.

“Sterilisasi harus dipastikan sesuai protokol kesehatan, apalagi bagi sekolah yang digunakan sebagai ruang isolasi orang dalam pemantauan Covid-19,” ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti seperti dilansir dari Kompas. Selain itu, dia juga meminta agar jam belajar dan jumlah siswa dalam satu ruang kelas harus diperpendek dan dibatasi.

Peneliti sosiologi pendidikan di Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Anggi Afriansyah menyebut jika membuka sekolah sangat berisiko. Jika tidak diperhitungkan dengan baik justru akan menambah kluster baru penyebaran Covid-19.

"Risiko terpapar anak tinggi, terutama bagi mereka yang harus menggunakan transportasi publik. Kondisinya berbeda dengan anak-anak keluarga menengah atas yang menggunakan transportasi pribadi yang relatif aman. Apabila ada kasus, anak dari kelompok itu lebih mudah dilacak asal penyebab,"ungkapnya.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono. Menurutnya, membuka kembali sekolah di pertengahan Juli masih berisiko. Harus dipastikan jika memang sekolah benar-benar aman.

Dilansir dari CNN Indonesia, Agus menyebut jika keamanan siswa dan pendidik di lingkungan sekolah harus benar-benar dipastikan. Termasuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik. “Kalau Covid-19 sudah bisa dikendalikan hingga Juli, mungkin yang paling realistis mundur sedikit awal sekolah (dibuka) di bulan Agustus,” ujarnya.

Komisi X DPR juga meragukan jika sekolah bisa kembali dibuka dalam waktu dekat. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menegaskan jika selama status darurat Covid-19 belum dicabut, siswa diharapkan tidak kembali ke sekolah terlebih dahulu.

"Selama darurat pandemi Covid-19, selama itu pula aktivitas sekolah tidak boleh dilaksanakan melalui pertemuan di sekolahnya,” ujar Syaiful seperti dikutip dari Kumparan. Keselamatan para penerus bangsa ini harus diperhatikan dan tidak bisa disamakan dengan kegiatan sektor perekonomian.

Sementara dilansir dari CNN Indonesia, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian meminta agar pemerintah memastikan lingkungan sekolah aman dari Covid-19. Harus ada jaminan dan persiapan matang tentang keamanan dan keselamatan anak jika kegiatan belajar mengajar kembali ke sekolah, termasuk selama proses perjalanan menuju sekolah.

Terkait dibukanya kembali sekolah, sebenarnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan rekomendasi. Mulai dari menyediakan hand sanitizer, melakukan sterilisasi hingga menerapkan social distancing. Rekomendasi lengkap dari WHO bisa kalian bisa baca di sini: Ini Rekomendasi WHO Cegah Coronavirus untuk Kegiatan Belajar Mengajar.(*)

Related Articles
Current Issues
Pemulihan Global Akan Lebih Cepat Jika Vaksin Covid-19 Tersedia untuk Semua

Current Issues
Vaksin Covid-19 Mungkin Tidak Akan Langsung Menyelesaikan Pandemi Covid-19

Current Issues
WHO: Tanpa Kontrol, Melonggarkan Pembatasan Covid-19 Adalah Resep untuk Bencana