Interest

Keren, Bocah 9 Tahun Asal Malaysia Jahit Baju Hazmat untuk Bantu Tenaga Medis

Dwiwa

Posted on May 13th 2020

Anak-anak mungkin sulit untuk memahami apa itu virus SARS-Cov-2. Akan tetapi, gadis sembilan tahun asal Malaysia bernama Nur Afia Qistina Zamzuri ini tahu jika virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan ini sangat berbahaya.

Jadi, ketika dia mendengar bahwa rumah sakit setempat membutuhkan orang untuk menjahit baju pelindung medis atau hazmat, Nur Afia langsung mengajukan diri. "Aku merasa sedih. Jadi aku memberi tahu ibu jika aku ingin membantu," ujarnya seperti dilansir dari Reuters.

Gadis kecil asal Negeri Sembilan Malaysia ini bisa menjahit hingga empat baju hazmat dalam sehari. Dalam usianya yang masih belia, dia sudah bisa membagi waktu antara mengikuti kelas online, bermain, dan duduk di depan mesin jahit.

Sejak awal Maret, bocah yang bisa menjahit sejak umur lima tahun ini sudah menghasilkan 130 baju hazmat. Baju-baju tersebut dibagikan ke dua rumah sakit terdekat. Saat ini 60 baju lainnya sedang dalam penyelesaian.

Hanya saja proses pengerjaannya lebih berat karena Nur Afia tengah menjalani puasa Ramadhan. Tetapi itu bukan halangan, dia tetap menjahit baju hazmat mulai saat selesai sahur atau subuh.

Nur Afia tertarik dengan dunia menjahit setelah melihat ibunya, Hasnah Hud yang merupakan seorang penjahit membuat pakaian di rumah mereka. Setelah kemampuannya cukup mumpuni, dia mulai menghasilkan uang sendiri dengan menjahit sarung bantal dan baju sobek milik saudara atau keluarganya.

Hasnah mengatakan jika putrinya menjadi lebih bersemangat saat melihat pakaian yang dijahitnya dipakai petugas medis. "Dia berkata 'Bu saya tidak ada pekerjaan sekolah, jadi saya ingin menjahit lebih banyak'," ujar Hasnah.(*)

Foto: Reuters

Related Articles
Current Issues
Musim Panas Datang, Akankah Virus SARS-Cov-2 Jadi Tak Berdaya?

Current Issues
WHO: Tak Ada Bukti Orang Sembuh dari Covid-19 Jadi Kebal terhadap Infeksi Kedua

Current Issues
Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok Baru Siap untuk Publik Tahun Depan