Lifestyle

Penata Rambut di Kenya Ciptakan Model Rambut Mirip Coronavirus

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 12th 2020

Di Kibera, wilayah padat penduduk terbesar di Kenya, para penata rambut dan tukang cukur tengah menciptakan sebuah hair-style terbaru yang terinspirasi dari tampilan mikroskopis virus korona.

Kreasi para pemilik salon ini adalah contoh terbaru dari pekerja industri yang berinovasi karena jatuhnya pendapatan mereka selama pandemi.

Tiga orang penata rambut di Salon Kecantikan Mama Brayo pertama-tama membagi rambut pelanggan mereka menjadi 12 bagian yang kemudian digulung dan dikepang dengan benang hitam yang tebal, sehingga kepangan tersebut dapat tegak dan tidak lepek.

Hasil kepang tersebut menyerupai jarum protein yang ada di membran virus korona.

"Ini sederhana dan sangat murah," ujar Diana Andayi, salah satu penata rambut tersebut. Gaya rambut tersebut diadaptasinya dari jenis gaya rambut lain yang pernah ia lihat di Nigeria. Pelanggan Mama Brayo dapat memperoleh gaya rambut ini hanya dengan membayar USD 1 atau sekitar Rp 14.900.  

Di Kenya sendiri, virus korona telah menginfeksi 582 orang dan telah merenggut 26 nyawa. Perekonomian Kenya pun kolaps, terutama pada sektor informal yang mempekerjakan buruh harian.

Meski demikian, tempat cukur rambut dan salon kecantikan dapat tetap buka meski dalam masa pandemi. "Ini masa yang sulit. Kami harus berusaha keras setiap hari untuk bisa mengepulkan asap dapur," kata Andayi.

Leunita Abwala, pemilik Salon Mama Brayo mengatakan pada masa sebelum pandemi, salonnya dapat mengumpulkan pendapatan hingga Kenyan Shilings (KES) 3.000 sekitar Rp 421 ribu. Kini, mereka hanya bisa memperoleh seperempat dari itu.

"Kami masih keulitan karena sedikitnya jumlah pelanggan yang datang," ujar Abwala. (*)

Related Articles
Current Issues
Dukung PSBB, Grab dan Gojek Non-aktifkan Fitur Go-Ride dan GrabBike di Jakarta

Current Issues
Menilik 5 Wabah Terparah Sepanjang Sejarah dan Bagaimana Mereka Diakhiri

Interest
Hadapi Pandemi COVID-19, Warga Pakistan Galang Dana Lewat Zakat