Current Issues

Lockdown Dibuka, di Wuhan Ada Kasus Baru, di Jerman Penderita Meningkat

Dwiwa

Posted on May 11th 2020

Kebijakan melonggarkan lockdown di sejumlah kota di banyak negara ternyata tak semuanya berjalan mulus. Penemuan kasus baru dan peningkatan jumlah penderita justru terjadi. Seperti di Wuhan dan beberapa kota di Jerman ini.

Kota Wuhan Tiongkok misalnya. Kota yang menjadi tempat virus SARS-Cov-2 pertama kali muncul itu melaporkan adanya pasien baru Covid-19 setelah lebih dari sebulan ini dinyatakan nihil kasus baru. Dikutip dari Business Insider, Komisi Kesehatan Kota Wuhan mengumumkan jika ada seorang laki-laki berusia 89 tahun diketahui positif Covid-19 pada hari Sabtu (9/5).

Lelaki yang memiliki riwayat masalah kesehatan itu menjalani tes setelah menunjukkan beberapa gejala. Sementara sang istri tercatat sebagai asimptomatik setelah dinyatakan positif meskipun tidak memiliki gejala. Beberapa anggota masyarakat juga dilaporkan sebagai kasus asimptomatik.

Komisi kesehatan menyebut jika lansia yang tinggal di distrik Dongxihu tersebut hidup di daerah di mana 20 orang sebelumnya dinyatakan positif. Tingkat risiko untuk wilayah itu akhirnya ditingkatkan menjadi medium pada hari Minggu (10/5).

Kasus baru tersebut adalah yang pertama dilaporkan semenjak 3 April silam. Di hari yang sama, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyebut ada 14 kasus baru di seluruh negara pada hari Sabtu. Sebagaimana dilaporkan Reuters, jumlah itu merupakan jumlah kasus baru terbanyak dalam sehari semenjak 28 April.

Mayoritas kasus baru dilaporkan di Kota Shulan, Provinsi Jilin. Tepat di Tiongkok bagian timur laut. Status wilayah ini pun ditingkatkan menjadi berisiko tinggi oleh pejabat setempat.

Tiongkok juga melaporkan adanya 20 kasus asimptomatik baru yang tidak masuk dalam penghitungan total. Menurut catatan WHO, sudah ada 84.430 kasus positif Covid-19 dengan 4.643 kematian yang ditemukan di negara tersebut.

Sementara di belahan bumi berbeda, Jerman juga melaporkan adanya peningkatan kasus Covid-19. Peningkatan terjadi hanya beberapa hari setelah negara tersebut melonggarkan aturan lockdown, yang selama ini diberlakukan untuk memutus rantai penyebaran.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengumumkan pada hari Rabu jika semua toko boleh dibuka. Selain itu, sekolah juga akan mulai dibuka secara bertahap dan acara olahraga, termasuk Bundesliga boleh kembali digelar.

Namun, data resmi terbaru menunjukkan peningkatan reproduksi virus naik ke angka 1,1. Epidemiologis mengatakan jika negara-negara berisiko mengalami pertumbuhan eksponensial dalam jumlah kasus setiap kali apa yang disebut tingkat R lebih dari 1.

Merkel pada hari Rabu juga memberlakukan “rem darurat” yang berarti pembatasan yang sebelumnya bisa kembali diberlakukan di wilayah dengan kasus coronavirus meningkat di atas ambang batas 50 orang per 10 ribu.

Robert Koch Institute (RKI) mengatakan jika sekarang harus ada pemantauan ketat terhadap hingga beberapa hari mendatang untuk mencegah lonjakan kasus lebih lanjut. Jerman sendiri menjadi salah satu negara Eropa yang memiliki tingkat kematian lebih rendah dibanding negara Eropa lain yang sebanding.

Selama ini para ahli menyebut bahwa lockdown dan pengujian masal jika dilakukan lebih awal menjadi salah satu alasan berhasilnya kasus Covid-19 ditekan. Nah, namun begitu lockdown dibuka karena kasus covid-19 telah menurun, ternyata masih perlu tindakan pencegahan lainnya.(*)

Related Articles
Current Issues
Masa Inkubasi Rata-Rata Virus SARS-Cov-2 Mungkin Lebih Lama Dari Perkiraan

Current Issues
Tak Hanya Paru-Paru, Penelitian Ini Sebut Covid-19 Bisa Merusak Organ Lain

Current Issues
Begini Cara Negara Paling Sehat di Dunia Melawan Coronavirus