Interest

Mana yang Paling Aman Diminum, Air Murni, Air Suling atau Air Ledeng?

Dwiwa

Posted on May 9th 2020

Para ahli selalu memperingatkan agar semua orang selalu minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi dan sehat. Tapi air jenis apa yang harus diminum? Ada berbagai pilihan yang bisa diminum di sekitar kita.

Beberapa yang mungkin familiar adalah air murni, air suling dan air ledeng. Lalu, apa bedanya? Berikut penjelasan dari ahli tentang perbedaan air yang dimurnikan, air suling, dan air ledeng seperti dilansir dari Insider.

Air Ledeng

Air ledeng adalah air yang keluar langsung dari keran di rumah kalian, entah itu wastafel, dapur, kaman mandi, atau bahkan mesin cuci. Apakah air ini aman untuk diminum? Semua tergantung dari di mana kalian tinggal.

Menurut Catherine Carpenter, Ph.D, seorang epidemiologis di UCLA Fielding School of Public Health, kalian harus menjadi konsumen cerdas yang dapat menentukan jenis air ledeng yang ada di rumah. Biasanya, tagihan air akan dilengkapi dengan rincian partikel apa saja yang terkandung di dalamnya.

Air ledeng di rumah kalian mungkin memiliki kualitas yang sama dengan air botolan atau justru penuh dengan kontaminan. Sebagai contohnya, Orange County di California, Amerika Serikat memiliki air paling murni di negara bagian tersebut karena melampaui standar yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Sebaliknya, Pittsburgh, Pennsylvania dan Milwaukee, Wisconsin diketahui memiliki air ledeng yang tidak sehat karena kadar timbal tinggi.

Jika merasa tidak yakin dengan kualitas air ledeng, kalian bisa mengirimkan sampel air untuk dilakukan analisis di laboratorium. Ada banyak laboratorium yang bisa kalian pilih, mulai dari milik dinas kesehatan provinsi, laboratorium teknik bagian lingkungan hingga laboratorium swasta.

Apa yang ada di Air Ledeng?

Menurut Andrew J. Whelton Ph.D, asisten profesor di Environmental and Ecological Enginering di Purdue University mengatakan jika secara umum air ledeng mengandung berbagai mineral dan organisme.

Air ledeng dikirimkan ke bangunan dalam kondisi tidak steril, kualitasnya bahkan mungkin berbeda meskipun di satu kota yang sama. Andrew pun menjelaskan jika kualitas air keran dapat berubah berdasarkan tempat kalian tinggal, waktu dan saluran air yang digunakan.

Menurutnya, beberapa mineral yang mungkin ditemukan dalam air ledeng adalah klorida, sulfat, tembaga, besi, mangan, dan seng. Jumlahnya bervariasi di setiap tempat dan masing-masing negara memiliki ambang batas aman yang berbeda tentang kadar yang diperbolehkan.

Penting untuk diingat jika tidak semua kontaminan yang ada di air ledeng berbahaya. Kalium, magnesium dan kalsium misalnya, merupakan nutrisi bermanfaat yang mungkin ditemukan di air ledeng.

Air yang Dimurnikan

Jika kalian tinggal di wilayah yang air ledengnya tidak layak untuk diminum, air yang dimurnikan mungkin bisa diandalkan. Air ini dapat langsung didapatkan dengan membeli air botol kemasan atau menggunakan sistem filtrasi di rumah.

Apa itu air yang dimurnikan?

Menurut Carpenter, air yang dimurnikan adalah air yang telah melalui proses penyaringan dengan menghilangkan bahan kimia dan kotoran. Proses pemurnian ini menghilangkan kontaminan termasuk bakteri, bahan kimia, dan racun dari air ledeng atau air tanah.

Bagaimana Cara Memurnikan Air

Ada tiga cara yang umum digunakan untuk memurnikan air di rumah. Pertama dengan menggunakan filter karbon. Ini merupakan metode yang paling murah meskipun bukan yang paling baik. Filter karbon akan menghilangkan klorin dan meningkatkan rasa dan bau.

Bahkan untuk jenis yang lebih canggih, dapat menghilangkan racun lebih lanjut seperti timah dan merkuri. Filter ini menggunakan karbon aktif yang akan berikatan dengan kontaminan. Filter pitcher menjadi salah satu alat yang umum digunakan, tetapi kalian juga bisa menggunakan filter karbon untuk dipasang di keran.

Cara yang kedua adalah dengan sistem reverse osmosis. Cara ini dianggap paling efektif untuk memurnikan air karena dapat menyaring apapun yang lebih besar dari molekul air. Sebagian besar kontaminan pun dapat dihilangkan dengan cara tersebut. Sayang harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan filter karbon.

Kemudian yang terakhir adalah filter ion exchange. Metode ini paling baik untuk memurnikan air yang mengandung banyak mineral seperti kalsium atau magnesium. Sesuai namanya, ada proses kimia yang terjadi untuk mengurangi kadar kalsium dan magnesium dan biasanya digantikan dengan natrium.

Air Suling

Menurut Carpenter, air suling merupakan salah satu jenis air yang dimurnikan. Proses distilasi yang dilakukan, yakni proses pemurnian dengan memanfaatkan perbedaan titik didih, dapat memisahkan air dari kontaminan padat. Air ini biasanya tidak memiliki kandungan mineral.

Air yang dimurnikan dengan cara destilasi akan lebih murni dibanding dengan pemurnian menggunakan karbon, ion exchange, atau reverse osmosis. Meski begitu, tidak selamanya air ini baik, tergantung dari siapa yang minum.

Lalu air seperti apa yang harusnya diminum?

Carpenter mengatakan jika tidak ada jawaban tepat tentang air jenis apa yang paling baik untuk diminum. Jawabannya tergantung dari kualitas air ledeng dimana kalian tinggal, apakah memiliki sistem pemurnian air, dan apakah kalian dalam kondisi sehat. Rasa juga memainkan peran.

Air distilasi biasanya tidak disarankan. Sebab, orang akan berisiko kekurangan nutrisi karena air ini tidak mengandung mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, ini juga dapat menyebabkan masalah pada gigi. Whelton mengatakan jika mineral di gigi dapat larut ke dalam air yang kekurangan mineral, dan itu tidak direkomendasikan.

Sedangkan untuk air yang dimurnikan, ada banyak variasi. Sejumlah mineral tertentu bisa bermanfaat. “Tergantung dari tingkat pemurnian dan sumber air, beberapa air botolan yang menyimpan mineral dapat menyediakan sumber asupan kalsium dan magnesium harian, “ ujar Carpenter.

Beberapa mineral juga mungkin ditambahkan pada air yang dimurnikan. Menurut Whelton, air yang telah dimurnikan sering ditambahkan mineral setelah proses sehingga tetap memiliki rasa enak dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Sementara itu Carpenter menyarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter sebelum memilih jenis air apa yang tepat. Terutama untuk orang-orang yang memiliki penyakit ginjal, kardiovaskuler, atau kekurangan dan kelebihan kalsifikasi.

Meskipun kalian tidak memiliki penyakit tersebut, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter pribadi tentang air yang baik untuk dikonsumsi. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air yang ada di rumah.(*)

Related Articles
Interest
Ilmuwan Temukan Filter Sederhana dari Pohon, Solusi Krisis Air Bersih?

Lifestyle
Air di Rumah Kalian Terasa Seperti Ini? Jangan Diminum!

Interest
Tak Hanya Nyawa, Pandemi Covid-19 Juga Bisa Bunuh Privasi