Lifestyle

3 Masalah Umum Pakai Masker, Begini Cara Mengatasinya

Delima Pangaribuan

Posted on May 8th 2020

 

(India Gone Viral)

Memakai masker sudah jadi the new normal sekarang. Tapi tetap saja masih banyak orang ngerasa kurang nyaman kalau pakai masker dalam waktu lama. Bisa jadi karena bikin susah nafas atau bagian karet pengait bikin telinga sakit.

Selain itu, bagi sebagian orang, masker juga secara gak langsung bikin kulit wajah bermasalah.

Solusinya bukan dengan nggak pakai masker dong. Melainkan bagaimana mengurangi ketidaknyamanan itu supaya kita lebih betah pakai masker.
 

Pertama, kita bahas buat masalah tali masker yang bikin telinga sakit. Masker yang biasa kita beli di minimarket atau apotek desainnya simpel, masker 3 lapis dengan pengait karet buat telinga. Meski ukuran masker pas, lama-lama memang karet pengait itu juga bikin bagian belakang telinga terasa kebas. Apalagi kalau maskernya kekecilan.
 
Mengutip Cnet, masalah ini ternyata jadi cukup banyak menghadirkan inovasi. Di luar negeri, orang-orang mulai pakai semacam pengait tambahan supaya tali karetnya nggak membebani belakang telinga.
 
Ada yang memilih pakai headband dengan kancing. Jadi, alih-alih dikaitkan ke kuping, tali maskernya dipasang di kancing yang ada di headband tersebut. Gini contohnya.
 

 
Ada juga yang pakai semacam hook dan S-ring mengelilingi kepala kayak masker hijab. Dengan cara ini, orang-orang ngerasa lebih nyaman pakai masker dan nggak lepas-lepas. Pastikan ukurannya pas sama kepala kita biar nggak terlalu kencang. 
 
Kedua, masalah kesulitan nafas. Ini yang udah diingetin sama banyak ahli kesehatan supaya kita pakai masker yang benar-benar efektif buat menangkal virus. Bahannya harus 100 persen dari katun.
 
Bahan katun punya cukup rongga buat kita bernafas tapi juga efektif menyaring droplets dari mulut kita atau pun dari luar.
 
Sekarang udah banyak produsen masker kain di Indonesia. Sebelum membeli, pastikan bahannya memanng 100 persen katun dan nggak terlalu tebal. Kalau terlalu tebal bakal bikin semakin susah nafas, karena biasanya masker disusun dari tiga lapisan penyaring.
 
Hindari bahan polyester, karena itu waterproof dan nggak efektif menyerap droplets. 
 
Ketiga, masalah pada kulit wajah. Masalah ini bisa muncul karena sirkulasi udara di balik masker bikin wajah jadi terlalu lembab atau terlalu kering, tergantung tipe kulit wajah. Makanya, buat yang suka pakai make-up, sebaiknya nggak usah pakai terlalu tebal daripada nempel semua di masker. Pakai produk yang ringan-ringan aja.
 
Kalau kulitmu kering, pastikan pakai moisturizer yang cukup di balik masker. Sementara buat kulit berminyak, hindari pakai foundation karena selain akan menghalangi pori-pori, juga akan mempengaruhi kualitas masker karena rawan nempel di lapisannya.
 
Bukan cuma tangan, wajah juga perlu rutin dicuci bersih. Cuci muka sebelum pakai masker supaya kotoran-kotoran di wajah nggak menempel di masker kita. Setelah selesai pakai masker, cuci muka juga untuk membersihkan droplets yang mungkin menempel dari pernafasan kita sendiri.
 
Dan kalau sekiranya masker kita udah kotor, langsung ganti masker yang baru dan bersih. Supaya nggak banyak kotoran menempel di wajah dan menghambat pori-pori kita. Nah, kotoran ini yang kerap bikin jerawatan. (*)
 
Related Articles
Current Issues
Direktur CDC: Semua Pakai Masker Selama 12 Minggu, Pandemi Bisa Dikendalikan

Lifestyle
Cara Membersihkan Masker dan Menjaga Kulit Wajah Tetap Aman

Current Issues
Biar Aman, Terapkan Cara Berikut Saat Mendesinfeksi Masker Kain Hingga N95