Interest

Gabut Saat Lockdown, Pria Inggris Temukan Terowongan Rahasia di Bawah Rumahnya

Dwiwa

Posted on May 6th 2020

Anjuran otoritas kesehatan untuk diam di rumah selama pandemi memang membuat orang gampang merasa bosan. Berbagai kegiatan pun coba dilakukan untuk mengusir rasa bosan tersebut. Begitu juga dengan Jake Brown yang tinggal di Plymouth, Devon, Inggris.

Untuk membunuh rasa bosan, Jake mengeksplorasi rumahnya. Dia baru saja membeli bangunan tersebut. Dia pun mendapati hal yang mengejutkan. Ada sebuah terowongan berusia 120 tahun terkubur di bawah rumahnya.

Dilansir dari Mirror, awalnya Jake merasa curiga dengan salah satu dinding di basement yang memiliki kontur berbeda. Didorong rasa penasaran, dia pun melubangi dinding tersebut. Alangkah terkejutnya Jake ketika dia mendapati ada sebuah area besar terletak di bawah rumahnya.

“Saat aku sedang bermalas-malasan dengan segelas kopi dan berdiri di luar pintu basement, aku menyadari jika ada tambalan dinding yang tampak berbeda. Rasa ingin tahu dan sedikit kebosanan membuatku akhirnya mengambil bor dan memulai membuat lubang di dinding,” ujar Jake.

Saat dia berhasil membuat dua lubang, satu untuk melihat ke dalam dan satu lagi untuk penerangan, Jake menyadari jika itu adalah sebuah terowongan. Rasa penasaran membuat Jake akhirnya meruntuhkan seluruh tembok sehingga dirinya bisa masuk dan mengeksplorasi lebih dalam.

Dalam eksplorasinya, dia menemukan banyak limbah dari era lain. “Aku mengukur luas area secara kasar dan mengamati keutuhan strukturnya. Saya senang mengetahui langit-langit batu yang melengkung masih dalam kondisi bagus," katanya. terowongan itu berukuran panjang 5 m, tinggi 3 m dan lebar 3 m,” tambahnya.

Limbah dan sampah yang menumpuk di terowongan membuat Jake semakin penasaran. Jika melihat jenis limbah, dia yakin terowongan tersebut  adalah tempat pembuangan untuk sisa-sisa renovasi bangunan seperti atap, talang air, pintu dan jendela sebelum akhirnya ditutup.

Untuk memastikan tahun berapa terowongan itu ditutup, Jake mencoba mencari benda-benda yang mungkin bisa menjadi petunjuk. Kaleng-kaleng cat, sepeda tua, dan botol-botol bekas tidak banyak membantu. Tetapi sebuah surat kabar tua membuat rasa penasarannya sedikit terjawab.

“Kaleng cat sangat terdegradasi tetapi masih cukup terlihat jika labelnya bergaya era 50 atau 60-an. Botol yang telah dibersihkan menunjukkan ukiran yang umum pada awal 1900-an,” jelas Jake. Dia agak kesulitan saat mencoba menemukan petunjuk dari surat kabar yang lebih terlihat seperti tumpukan lumpur.

Dia harus hati-hati membersihkan surat kabar itu agar bisa terbaca. Petunjuk mulai semakin jelas ketika dia melihat gaya penulisan, gambar, hingga mata uang yang digunakan dalam surat kabar. Sampai akhirnya dia menemukan tulisan tahun di salah satu halaman.

Meski agak sulit dibaca, tetapi tertera tahun 1964 di dalam koran tersebut. Ini sesuai dengan temuan benda lain yang membuktikan jika area tersebut telah ditutup lebih dari 50 tahun. Berbekal bukti yang dia dapat, Jake menghubungi salah satu teman sejarawannya, Richard Fisher untuk meminta masukan.

“Area tersebut sebelumnya adalah sebuah bukit besar yang bernama Windridge Hill,” ujar Richard. Namun bukit itu kemudian digali untuk didirikan rumah-rumah yang dilengkapi dengan ruang bawah tanah, gudang dan lain sebagainya. (*)

Related Articles
Interest
Disiplinkan Warga agar Diam Di Rumah, Robot Dalek Lakukan Patroli di Inggris

Interest
Inggris dan India Susul Negara Lain Lockdown untuk Atasi Coronavirus

Current Issues
179 Tahun yang Lalu, Hongkong Mulai Dikenal Dunia Akibat “Perang Opium”