Tech

Kabar Gembira! Ilmuwan Teliti 47 Jenis Obat-obatan yang Dapat Obati Covid-19

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 5th 2020

Semakin banyak yang diketahui ilmuwan soal cara coronavirus menempel di tubuh manusia, maka semakin banyak pula informasi yang dimiliki ilmuwan dalam meracik obat untuk memberantas Covid-19. Pada dasarnya, kunci coronavirus dalam menginfeksi seseorang terdapat pada kandungan proteinnya dan protein pada sel tubuh manusia yang dapat diinfeksinya.

Secara teoritis, persilangan antara protein virus dan protein manusia adalah celah yang dapat digunakan untuk menganalisis obat apa yang cocok digunakan melawan virus tersebut. Namun daripada meracik jenis obat baru, pengetahuan tersebut dapat dicocokkan pula dengan jenis obat yang selama ini sudah ada.

Hingga saat ini setidaknya sudah ada 2.000 jenis obat-obatan yang penggunaannya terhadap manusia telah disetujui oleh FDA. Dan di antara semua obat-obatan tersebut, tentu saja ada beberapa yang cocok digunakan untuk melawan Covid-19.

Tim peneliti lintas bidang di Universitas California, San Fransisco yang bernama (QCRG) mengidentifikasi setidaknya terdapat 69 macam obat-obatan yang berpotensi dapat mengobati Covid-19. Obat-obatan ini kemudian diteliti lagi di Institut Pasteur Paris dan Mount Sinai New York. Selama empat pekan penelitian, di antara 69 obat-obatan tersebut, sebanyak 47 obat-obatan terbukti memiliki efek dominan dalam mengobati Covid-19.

Ilmuwan juga menemukan bahwa terdapat dua mekanisme berbeda bagi obat-obatan tersebut dalam menmpengaruhi infeksi Coronavirus. Hasil penelitian tersebut dirilis di Jurnal Nature pada 30 April lalu.

Meski penelitian tersebut menunjukkan bahwa obat-obatan tersebut bisa menanggulangi Covid-19, namun ilmuwan masih belum mengetahui apakah efek samping dari obat tersebut dapat membuat penggunanya lebih kuat atau lebih rentan terhadap coronavirus.

Lantarasan ilmuwan masih belum mengetahui mana jenis sel manusia terbaik untuk digunakan dalam melakukan ujicoba, maka mereka pun menggunakan kera hijau Afrika sebagai sampel.

Setelah ratusan ujicoba, beberapa di antara 47 obat-obatan tersebut terbukti dapat melawan Coronavirus. Sementara sebagian obat lainnya membuat sel tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Penting untuk mengingat bahwa hasil eksperimen ini hanya penemuan awal dan belum diujicobakan kepada manusia, sehingga obat-obatan ini tidak bisa dipergunakan begitu saja tanpa pengawasan dokter.

Penemuan ini menjadi penting bukan hanya karena efek positif yang dilakukan obat-obatan tersebut, namun juga karena reaksi yang terjadi pada virus saat obat-obatan tersebut dikonsumsi.

Berdasarkan caranya dalam menghentikan infeksi, obat-obatan tersebut digolongkan ke dalam dua jenis, dan salah satu caranya belum pernah diketahui oleh ilmuwan sebelumnya, yaitu dengan mengacaukan proses translasi yang dilakukan oleh virus terhadap sel manusia.

Coronavirus yang masuk ke tubuh manusia pada awalnya membajak sel tubuh manusia, menyuntikkan dirinya ke dalam sel tersebut, kemudian memperbanyak dirinya di dalam sel tersebut. Virus yang "menetas" dari sel tersebut kemudian akan menginfeksi sel lainnya di sekitar mereka. Proses memperbanyak protein virus di dalam sel tubuh manusia tersebut disebut dengan nama translasi.

Dalam penelitian yang melibatkan 47 jenis obat-obatan tersebut, dua di antaranya ternyata menghentikan infeksi dengan cara mengacaukan proses translasi.

Dua obat tersebut adalah ternatin-4 dan zotatifin yang biasa digunakan dalam mengobati myeloma. Dalam mengatasi Covid-19, dua obat ini mengikat dan mengunci protein sel tubuh manusia yang dibutuhkan virus untuk melakukan proses translasi.

Melalui penelitian ini, ilmuwan bukan hanya menemukan obat-obatan yang berpotensi dapat digunakan untuk melawan Covid-19, namun juga informasi-informasi baru terkait bagaimana cara coronavirus berinteraksi dengan tubuh manusia. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan dalam menemukan pengobatan lainnya yang bisa digunakan untuk melawan Covid-19.

Pemahaman tentang cara kerja virus ini juga bukan hanya dapat digunakan untuk menyembuhkan Covid-19, mengingat SARS-CoV-2 yang menjadi biang dari Covid-19 masih satu rumpun dengan coronavirus SARS-1 dan MERS.

Bahkan bukan tidak mungkin, jika obat-obatan ini terbukti efektif dalam memberantas Covid-19, maka obat-obatan ini juga dapat digunakan untuk mengobati Covid-22, Covid-24 atau bentuk-bentuk penyakit lainnya yang disebabkan coronavirus yang bisa muncul di masa mendatang. Semoga saja obat-obatan itu segera jelas hasil ujinya ya.(*)

Related Articles
Current Issues
AS Keluarkan Izin Pemakaian Remdesivir untuk Tangani Pasien Covid-19

Tech
Sensor Mirip Plester Luka Ini Dapat Deteksi Covid-19 Lewat Kulit

Current Issues
Penanganan Covid-19 Menyebabkan Obat Penyakit Lupus Langka. Kok Bisa?