Tech

Ilmuwan Kembangkan Kulit Buatan untuk Robot yang Bisa Bedakan Tekstur dan Suhu!

Delima Pangaribuan

Posted on May 5th 2020

(CNBC)
 
Makin tahun, robot sepertinya makin mirip manusia. Setelah dikembangkan dengan penampilan layaknya orang sungguhan, sekarang ilmuwan sedang dalam tahap pengembangan kulit robot. 
 
Melansir CNBC, kulit buatan ini dibutuhkan untuk menambah kepekaan robot. Dengan kulit buatan, robot diharap bisa membedakan permukaan yang halus dan yang kasar. Selain itu, kulit artifisial juga bakal bisa mendeteksi suhu. Jadi, robot mampu merasa panas atau dingin melalui kulit tersebut.
 
Prosefor teknik mesin University of Maryland, Elisabeth Smela, bilang kalau kulit tersebut akan mempermudah robot dalam berbagai tugas. "Bisa jadi sangat berguna supaya mereka bisa merasakan sentuhan seseorang," jelasnya.
 
Menurut Elisabeth juga, fungsi ini akan memudahkan manusia. Ketika hendak mengoperasikan robot, cukup dengan sentuhan saja.
 
Tahun lalu, peneliti dari University of Munich Jerman telah memperkenalkan prototip kulit artifisial yang tersusun dari silikon segi delapan setebal satu inchi. Kulit ini sudah diujicobakan dan bisa merasakan kedekatan serta suhu. Yang dimaksud kedekatan adalah, mereka bisa mendeteksi apakah ada manusia atau objek yang dekat dengannya.
 
Jadi, tatkala bergerak, robot bisa secara otomatis menghindari benda-benda yang berbahaya dan tidak menabrak manusia.
 
"Ini tidak hanya membantu mereka lebih aman ketika bergerak. Tapi juga membuat orang-orang di sekitarnya aman dan memberikan robot ini kemampuan untuk mengantisipasi kecelakaan," jelas John Yiannis Aloimonos dari Univeristy of Maryland.
 
Ilmuwan berpendapat robot memerlukan kulit supaya bisa lebih banyak mendapat informasi selain dari komunikasi verbal. Melakukan komunikasi nonverbal merupakan kemajuan luar biasa bagi robot, di samping bisa mendengar dan melihat.
 
Namun, kulit buat robot juga ada minusnya. Kulit manusia bisa dibilang sangat luas, dari kepala sampai ujung kaki. Artinya jika akan diaplikasikan pada robot, produsen butuh bahan yang sangat banyak dan tentunya mahal untuk bisa membuat kulit yang membungkus seluruh bagian robot.
 
"Kalau kita ingin melapisi seluruh bagian robot, kita butuh banyak bagian yang harus dihhubungkan dan banyak data yang muncul dari sana," jelas Elisabeth Smela. Harga "kulit" yang sangat mahal mungkin akan diakali oleh prousen dengan menempatkan kulit di bagian-bagian tertentu saja, nggak di semua bagian luar robot.
 
Yang cukup mengerikan, ilmuwan sebenarnya sempat ingin menggunakan kulit asli dari binatang untuk bisa menduplikasi kemampuan kulit manusia. Tapi kemudian mereka lebih memilih memakai bahan-bahan buatan seperti karet.
 
"Kami mengerti bahwa kulit manusia dan hewan adalah standar yang luar biasa untuk hal semacam ini dan itu benar-benar merupakan keajaiban. Sejauh yang saya tahu, kita jauh dari mungkin untuk bisa menandingi kemampuan kulit (asli)," ungkap CEO Open Robotics Brian Gerkey.
 
Saat ini, robot sudah memiliki kemampuan intelijen dan power atau kekuatan fisik. Namun beberapa tahun mendatang, ilmuwan memperkirakan manusia akan makin membutuhkan robot yang juga punya kemampuan merasa seperti manusia, alias sense of humanity. Gimana menurut kalian? (*)
Artikel Terkait
Tech
"Dr. Spot", Robot Pemeriksa Pasien Covid-19 dari Jarak Jauh

Tech
Inovatif, Koki Robot Ini Bisa Merasakan Garam Melalui Lengannya

Tech
Masker Grafena Diklaim dapat Tangkal Transmisi SARS-CoV-2 Hingga Hampir 100%