Current Issues

Tiongkok Gunakan Robot untuk Layani dan Awasi Orang yang Dikarantina

Delima Pangaribuan

Posted on May 5th 2020

Melansir The Japan Times, Tiongkok bisa berhasil berkat bantuan dua teknologi ini: kamera dan robot. Tiongkok menggunakan robot delivery. Robot ini akan melayani tamu-tamu yang harus menjalani karantina mandiri di sebuah hotel khusus yang disediakan pemerintah.

Robot berbentuk tabung warna hitam dengan rongga perut sebagai tempat paket atau makanan ini bakal datang ke depan pintu kamar. Warga yang menginap tinggal mengambilnya. Ini mengurangi kontak antara tamu dengan petugas hotel.

Jurnalis asal Tingkok, Joy Zhong pernah mengalami karantina tersebut setelah pulang dari Wuhan. Zhong harus menjalani karantina di sebuah hotel di Beijing selama tiga minggu penuh. Dia tak boleh meninggalkan kamar.

"Menghabiskan waktu 21 hari tanpa ketemu siapa pun, rasanya seperti waktu berjalan sangat lambat," kata Zhong.

Selain robot, Tiongkok juga mengandalkan kamera pengawas. Kamera di pasang di depan kamar orang yang menjalani karantina mandiri.

Hal ini dialami jurnalis asal Perancis, Friederike Boege. Dia juga baru saja tiba dari Wuhan, Minggu (3/5) kemarin dan harus menjalani karantina lagi setelah merasakani lockdown berminggu-minggu di Wuhan.

"Agak menakutkan karena kita jadi terbiasa sama hal seperti ini. Terlepas dari kamera, aku yakin semua yang berjaga juga akan mencegahku keluar rumah," ujar Boege.

Waktu menjalani karantina di Wuhan, dia pernah ditegur oleh petugas hanya gara-gara keluar rumah untuk membuang sampah.(*)

 
Penurunan jumlah kasus Covid-19 di Tiongkok tak lepas dari peran pemerintah dan kepatuhan warganya. Mereka tak hanya berusaha di garda terdepan alias rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Pengawasan ketat pun dilakukan di rumah-rumah, dan bagi mereka yang menjalani karantina mandiri.

Melansir The Japan Times, Tiongkok bisa berhasil berkat bantuan dua teknologi ini: kamera dan robot. Tiongkok menggunakan robot delivery. Robot ini akan melayani tamu-tamu yang harus menjalani karantina mandiri di sebuah hotel khusus yang disediakan pemerintah.

Robot berbentuk tabung warna hitam dengan rongga perut sebagai tempat paket atau makanan ini bakal datang ke depan pintu kamar. Warga yang menginap tinggal mengambilnya. Ini mengurangi kontak antara tamu dengan petugas hotel.

Jurnalis asal Tingkok, Joy Zhong pernah mengalami karantina tersebut setelah pulang dari Wuhan. Zhong harus menjalani karantina di sebuah hotel di Beijing selama tiga minggu penuh. Dia tak boleh meninggalkan kamar.

"Menghabiskan waktu 21 hari tanpa ketemu siapa pun, rasanya seperti waktu berjalan sangat lambat," kata Zhong.

Selain robot, Tiongkok juga mengandalkan kamera pengawas. Kamera di pasang di depan kamar orang yang menjalani karantina mandiri.

Hal ini dialami jurnalis asal Perancis, Friederike Boege. Dia juga baru saja tiba dari Wuhan, Minggu (3/5) kemarin dan harus menjalani karantina lagi setelah merasakani lockdown berminggu-minggu di Wuhan.

"Agak menakutkan karena kita jadi terbiasa sama hal seperti ini. Terlepas dari kamera, aku yakin semua yang berjaga juga akan mencegahku keluar rumah," ujar Boege.

Waktu menjalani karantina di Wuhan, dia pernah ditegur oleh petugas hanya gara-gara keluar rumah untuk membuang sampah.(*)

Related Articles
Current Issues
Mengintip Kembalinya Kehidupan Malam Pasca Pandemi di Wuhan, Asal Covid-19

Current Issues
Siswa di Wuhan, Kota Pertama Ditemukannya Covid-19, Kembali Sekolah

Current Issues
Masa Inkubasi Rata-Rata Virus SARS-Cov-2 Mungkin Lebih Lama Dari Perkiraan