Current Issues

AS Keluarkan Izin Pemakaian Remdesivir untuk Tangani Pasien Covid-19

Ahmad Redho Nugraha

Posted on May 3rd 2020

Kabar baik datang dari dunia medis guys. Badan Obat-obatan dan Makanan (FDA) Amerika Serikat pada Jumat (01/05) kemarin mengeluarkan izin penggunaan darurat remdesivir.

Apa sih remdesivir itu? remdesivir merupakan obat pembunuh virus yang selama ini menunjukkan efek menjanjikan dalam penanganan pasien Covid-19 di Amerika Serikat.

Nah izin penggunaan remdesivir di Amerika Serikat sejauh ini baru untuk pengobatan pasien Covid-19 yang terlanjur berada dalam kondisi kritis. Termasuk pasien yang jumlah oksigen di dalam darah mereka jatuh sehingga mereka memerlukan terapi oksigen atau penggunaan ventilator.

Dalam izin darurat yang mereka berikan, FDA Amerika Serikat mensyaratkan pasien pengguna obat tersebut untuk mengetahui informasi penuh soal remdesivir. Terutama soal efek samping yang dapat ditimbulkannya.

Meski diperlukan lebih banyak informasi, data klinis yang baru-baru ini dirilis oleh Lembaga Alergi dan Penyakit Menular Nasional (NIAID) AS menunjukkan bahwa penggunaan remdesivir pada pasien Covid-19 dapat mempersingkat waktu penyembuhan sebagian pasien.

"Informasi mengenai keamanan dan efektivitas penggunaan remdesivir pada pasien Covid-19 di rumah sakit saat ini masih terbatas. Remdesivir menunjukkan dampak percepatan penyembuhan bagi sebagian pasien, namun saat ini belum ada obat-obatan yang disetujui FDA yang lebih aman dan efektif untuk menangani pasien Covid-19," tulis FDA dalam sebuah pernyataan.

Tentu saja pemberian izin darurat tersebut tidak serta-merta berarti bahwa FDA menyetujui penggunaan remdesivir secara total. Namun untuk sementara tenaga medis di AS setidaknya dapat menggunakan remdesivir sebagai solusi selagi penelitian lain dilakukan. Protokol persetujuan menggunakan obat tersebut secara legal dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Berbeda dengan hasil analisis NIAID, penelitian medis lain dari Tiongkok yang dipublikasikan oleh The Lancet menunjukkan bahwa secara statistik, tidak ada perkembangan dalam waktu penyembuan pasien Covid-19 yang menggunakan remdesivir.

Penggunaan remdesivir bukan hanya berdampak kepada dunia medis, tapi juga bisnis. Gilead Science sebagai perusahaan farmasi yang memproduksi remdesivir mencatatkan kenaikan sebesar 1,7 persen pada harga sahamnya tak lama setelah pasar modal dibuka.

Sebelumnya, Donald Trump mendapat kritik habis-habisan karena pernah mengeluarkan izin serupa untuk penggunaan obat antimalaria, yaitu chloroquine dan hydroxychloroquine dalam melakukan penanganan pasien Covid-19 pada Maret lalu.

Tidak adanya kesempatan untuk melakukan uji coba obat tersebut menyebabkan tidak adanya data medis tentang dampak pbat tersebut terhadap penanganan Covid-19, bertolak belakang dengan remdesivir.

Nah karena semuanya masih belum terbukti 100 persen, kalian harus tetap waspada terhadap penularan coronavirus ya. Satu-satunya cara terbaik menghindari penularan virus ini adalah Stay At Home! Ingat jangan bosen untuk di rumah aja! (*)

 

Related Articles
Tech
Kabar Gembira! Ilmuwan Teliti 47 Jenis Obat-obatan yang Dapat Obati Covid-19

Current Issues
Vaksin Coronavirus Bikinan Oxford x AstraZeneca Bakal Diuji ke Anak-Anak

Current Issues
Pindah Lagi, Kini Titik Pusat Pandemi Covid-19 Berada di Brasil