Interest

Lakukan Cara Ini Agar Tak Dehidrasi Selama Jalani Puasa

Dwiwa

Posted on May 1st 2020

Hayo siapa yang puasanya paling gak kuat nahan haus? Merasa sangat dehidrasi, terutama di jam-jam rawan siang dan sore hari? Nah, bagi kalian yang sedang berpuasa dan kerap merasa seperti itu, ada hal-hal yang kamu harus lakukan.

Selain pola makan, kebiasaan minum setiap waktu di siang hari juga tidak bisa dilakukan selama kalian puasa. Padahal, kebutuhan tubuh akan cairan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Di dalam tubuh, cairan ini berfungsi untuk menjaga suhu tubuh, mencegah infeksi, mengantarkan makanan ke sel dan membantu organ bekerja dengan baik.

Kebutuhan cairan tubuh juga tetap 8-12 gelas sehari meskipun berpuasa, sama seperti hari-hari biasa. Jika sampai kekurangan cairan atau dehidrasi, bisa timbul gangguan seperti sakit kepala, gangguan konsentrasi, sembelit, masalah pencernaan dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana caranya untuk bisa tetap menjaga asupan cairan terpenuhi dengan baik selama Ramadhan? Dikutip dari Khaleej Times, Dokter Gizi Klinis India, Dana Al Hamwi menyebut jika cara terbaik untuk tetap bisa mencukupi kebutuhan cairan ini adalah dengan minum air putih bersama dengan makanan kaya cairan.

Menurutnya, menambahkan setengah sendok teh biji chia ke dalam minuman seperti air lemon dan teh herbal juga bermanfaat. Biji kecil ini akan menyerap cairan dan menahannya. Ketika biji dicerna, air perlahan-lahan akan diserap sehingga tingkat hidrasi tubuh tetap tercukupi.


Chia seed mudah kalian dapatkan di marketplace.

Dana menambahkan jika yang paling baik adalah menambahkan biji chia pada susu dan diminum saat sahur. Ini akan membuat tubuh terhidrasi hingga waktu berbuka. Biji chia sendiri berasal dari tanaman Salvia hispanica yang telah dikenal memiliki banyak manfaat baik untuk tubuh.

Meskipun begitu, mengonsumsi air putih tetap yang utama. Sebab air putih tidak mengandung kalori, meminum satu atau dua gelas setiap jam antara buka dan sahur bisa menjadi solusi lain untuk mencukupi kebutuhan cairan.

Soda juga harus dihindari sepenuhnya saat setelah puasa. Sebab kandungan gulanya dapat menyerap cairan tubuh. Jus buah, terutama yang siap minum, juga tidak disarankan. Daripada jus, Dana lebih menganjurkan untuk memakan buah-buahan kaya air seperti semangka dan jeruk secara langsung.

Jangan lupa, batasi juga asupan kafein seperti kopi dan teh. Sebab, minuman yang mengandung kafein memiliki sifat diuretik. Jadi, saat dikonsumsi kita harus mengimbanginya dengan meminum banyak air putih.

Karena mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat sulit dilakukan, Dana lebih merekomendasikan agar memperbanyak makanan kaya cairan di dalam menu buka dan sahur. Misalnya seperti salad, sup, dan juga buah yang merupakan sumber tambahan air yang baik.

Hindari juga makanan yang asin, acar, makanan kaleng, dan juga makanan lain yang mengandung kadar gula dan garam yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan kandungan gula dan garam yang tinggi dapat menyerap cairan tubuh.

Menurut Dana, tradisi kuno tentang berbuka dengan kurma dan laban (produk olahan susu) bisa tetap dijalankan. Baru setelah salat Magrhib, mulailah makan besar dengan sup atau salad. Jangan lupa untuk membiasakan minum cukup air selama berbuka puasa hingga waktu sahur. Nah begaimana, mudah bukan sebenarnya menjaga tubuh kita agar tidak dehidrasi saat puasa? (*)

Artikel Terkait
Interest
Biar Gak Dehidrasi, Makanan dan Minuman Ini Perlu Dikonsumsi Selama Ramadhan

Interest
Dokter Gizi WHO Sarankan 4 Hal Ini Agar Puasa Lebih Optimal

Interest
7 Buah Anti-Dehidrasi ini Baik Dikonsumsi Saat Puasa!