Lifestyle

Alami Anxiety Attack Saat Pandemi Covid-19? 4 Tips Ini Wajib Dicoba

Dwiwa

Posted on May 1st 2020

Anxiety attack atau serangan kecemasan mungkin menjadi pengalaman menakutkan bagi banyak orang. Pasalnya, kondisi ini terkadang membuat mereka merasa kesulitan bernafas, detak jantung meningkat, kepala pusing, bahkan sampai tidak bisa mengontrol pikiran.

Serangan biasanya disertai atau dipicu oleh ketakutan yang terasa seperti tidak akan pernah berakhir. Gangguan ini pun bisa terjadi pada siapa saja tanpa harus ada diagnosis psikiatrik. Harus diingat pula jika anxiety attack dan panic attack atau serangan panik adalah dua hal yang berbeda.

Panic attack ini didefinisikan dengan jelas oleh Diagnostic and Statistic Manual of Psychiatric Disorders sementara anxiety attack tidak. Perbedaan terbesar dari dua gangguan ini adalah panic attack sering terjadi tanpa peringatan yang dipicu oleh ketakutan eksternal seperti fobia dan dapat muncul tanpa ada pemicu.

Sedangkan anxiety attack biasanya terbentuk seiring berjalannya waktu dan dipicu oleh ketakutan internal atau perasaan tentang takdir yang buruk. Misalnya memikirkan apa yang mungkin terjadi di masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) seperti saat ini.

Lalu bagaimana caranya mengetahui jika kita mengalami anxiety attack? Bagaimana cara mengatasinya? Dikutip dari Cnet, seorang psikoterapis bernama Haley Neidich membagikan beberapa tips yang bisa kalian coba di rumah.

Tanda Anxiety attack

Ketika anxiety attack datang, kalian mungkin merasa kehilangan kontrol disertai dengan gejala seperti detak jantung meningkat dan pikiran yang tak tentu arah. Jika ini pertama kali, biasanya orang akan kesulitan untuk menemukan jalan keluarnya.

Bahkan jika serangan ini pernah terjadi sekalipun, gejala yang dialami bisa berubah. “Banyak orang dapat dengan mudah mengidentifikasi pemicu dan gejala awal, tetapi ini membutuhkan waktu dan dukungan,” ujar Haley.

Meskipun anxiety attack yang dialami tiap orang berbeda, ada beberapa gejala umum yang biasanya dialami. Diantaranya adalah pikiran cemas, terutama pemikiran “bagaimana jika” yang umumnya membuat mental orang menjadi jatuh.

Pikiran tersebut bisa terjadi secara pelan ataupun cepat, tergantung dari lingkungan eksternal dan kerentanan individu. Selain itu, muncul gejala psikologi seperti detak jantung cepat, kesulitan bernafas dan gangguan pencernaan pada saat anxiety attack atau kecemasan parah datang.

Anxiety attack bisa menjadi pengalaman mengerikan karena banyak orang melaporkan jika mereka seperti sedang sekarat atau mendapatkan serangan jantung ketika hal itu terjadi.

"Alasan tersebut membuat banyak orang yang pernah mengalami anxiety attack menjadi takut akan terserang kembali, yang justru menambah kecemasan tanpa sadar,” tambah Haley. Itulah mengapa mengetahui gejala awal dari anxiety attack menjadi kunci untuk mencegah dan mengendalikannya.

Cara Mengatasi Anxiety attack

Meskipun kelihatannya sulit untuk dihentikan, tetapi dengan taktik yang tepat, kalian bisa mengontrol dan mencegah anxiety attack ini lho. Setidaknya, mengurangi keparahan gejala dan menurunkan frekuensi kembalinya serangan.

Berikut 4 tips yang diberikan Haley untuk mengendalikan dan mengatasi anxiety attack.

Cara pertama yang harus dilakukan untuk mengendalikan anxiety attack  adalah mengalihkan fokus. Menurut Haley, terlalu banyak fokus pada tubuh, seperti menarik nafas dalam yang banyak direkomendasikan, justru dapat membuat gejala memburuk.

“Ketika kalian merasa anxiety attack mulai datang, waktunya mengalihkan fokus sembari menuggunya selesai. Tonton film lucu, mewarnai, berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau menelpon teman dan katakan jika kalian membutuhkan hal lain untuk dibicarakan,” ujar Haley.

Setelah kalian berhasil menemukan cara pengalih perhatian yang paling sesuai catatlah di dalam ponsel kalian. Jadi ketika serangan kembali dan kalian tidak yakin apa yang bisa dilakukan, catatan tersebut bisa memberi jawaban.

Haley mengatakan jika apa saja bisa dilakukan selama itu tidak membuat gejala memburuk. Meski sosial media dapat membuat serangan memburuk, tetapi sebagian orang juga bisa merasa terbantu karenanya. “Ini semua sangat individual dan membutuhkan waktu untuk mengetahui apa yang dapat memperbaiki gejala,” lanjutnya.

Aftercare adalah cara kalian untuk menenangkan diri setelah anxiety attack mereda. Hal yang dilakukan bisa sama dengan pengalih fokus, seperti jalan-jalan, menulis, atau menelpon seseorang.

Tetapi harus diperhatikan, ketika kalian menelpon seseorang, pastikan jika mereka paham untuk tidak menanyakan soal anxiety attack yang sedang terjadi.

Menurut Haley, saat puncak anxiety attack datang, teknik grounding menjadi satu hal penting dalam aftercare. Misalnya memeluk pohon atau menyentuh tanaman hidup, berjalan-jalan santai, minum teh herbal, melakukan yoga santai, menulis catatan, mendengarkan musik dan menerapkan teknik pernafasan (hanya ketika kecemasan mulai mereda).

Haley juga menyarankan untuk melakukan latihan visualisasi untuk membantu. Saat kecemasan mulai mereda, bayangkan diri kalian adalah sebuah pohon dengan akar yang menjulur ke tanah sebagai cara untuk kembali "normal".

Menurut Haley, pemahaman jika meditasi dan teknik pernafasan harus digunakan untuk menghentikan anxiety attack, bisa berbahaya. Cara ini tidak direkomendasikan Haley ketika serangan kecemasan datang.

“Sebaliknya, orang-orang yang memiliki kecemasan harus melakukan meditasi dua kali sehari untuk mengurangi kecemasan secara keseluruhan. Jadi mereka bisa lebih efektif dalam mengidentifikasi gejala kecemasan yang memburuk,” ujar Haley.

Meditasi setiap hari memiliki dampak positif untuk menghentikan anxiety attack secara keseluruhan dan rekomendasi ini harus ditanggapi serius. Lagi pula, meditasi telah diketahui menjadi cara ampuh untuk mengurangi stress, kecemasan, depresi, bahkan membuat orang bisa bangkit dari situasi stres dan menyakitkan.

Memiliki support people adalah bagian penting dalam mengelola kecemasan. Tetapi, harus dipastikan jika support people yang dimiliki dapat membantu mengatasi kecemasan dan menjadikan keadaan kalian lebih baik, bukan lebih buruk.

Bersandarlah pada orang-orang yang dapat memberikan dukungan secara personal, seperti sentuhan ataupun telinga untuk mendengarkan apa yang kalian rasakan. Hindari siapapun yang menanyakan mengapa kalian mengalami kecemasan.

Ini sesuai dengan tips pertama yang menyarankan agar kalian mengalihkan fokus dari kecemasan yang dirasakan.

Penting untuk memperjelas apa yang kalian butuhkan dari orang-orang terkasih terkait kecemasan yang dialami. Ini adalah bagian besar dari rencana manajemen kecemasan yang komprehensif.

Haley pun menekankan jika tanggung jawab untuk membantu mengatasi anxiety attack itu ada pada diri sendiri, bukan orang lain. (*)

Related Articles
Interest
4 Fakta dr. Tirta: 'Maestro' Cuci Sepatu yang Tengah Jatuh Sakit Melawan Corona

Interest
Tetap Tenang! Tingkat Kesembuhan Corona di Dunia Kini Semakin Tinggi

Current Issues
Kalian Mulai Stres saat Self Isolation? 5 Cara Ini Bisa Mengatasinya