Interest

Restoran Ini Hanya Layani Satu Pelanggan Setiap Harinya Selama Pandemi

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 29th 2020

Berbeda dengan kebanyakan negara Eropa, meski mengimbau penduduknya untuk melakukan pembatasan sosial, Swedia tidak memberlakukan karantina wilayah. Pemerintah Swedia dengan demikian tetap berharap, warga Swedia dapat memliki 'imunitas kelompok' terhadap virus korona, sehingga penyebaran virus ini di Swedia dapat terputus secara alami.

Beberapa bar, restoran dan cafe di Swedia tetap melayani pelanggan seperti biasa. Namun ada satu hal yang nggak biasa tempat-tempat makan tersebut mengantarkan makanannya ke pelanggan lewat bantuan tali dan katrol. Restoran tersebut bahkan melakukannya dengan melayani hanya satu pelanggan per hari, dan pelanggan tersebut harus duduk di kursi dan meja yang disediakan di tengah-tengah lapangan. Restoran unik ini bernama Bord för En, yang secara harfiah berarti "Meja untuk Satu Orang", dan akan beroperasi sejak 10 Mei hingga 1 Agustus mendatang.

Inisiator restoran ini adalah Karlsson dan Persson. Saat mengunjungi orangtua saudara iparnya, Kartlssin, Persson yang merupakan seorang mantan chef terpikir untuk menyajikan makanan kepada Karlsson dengan tetap mengindahkan imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial. Persson pun menyiapkan meja di tengah lapangan untuk Karlsson, lalu mengantarkan makannya ke meja dengan bantuan tali yang terulur dari jendela rumahnya ke meja.

"Kita harus membuat semua orang merasakan ini," kata Karlsson setelahnya. "Ini akan menjadi satu-satunya restoran bebas Covid-19 yang ada di dunia."

Lalu malam itu juga, mereka membuat langsung situs web untuk Bord för En. Konsep Bord för En cukup sederhana. Sebuah meja dan kursi diletakkan di tengah lapangan di Värmland, Swedia, lalu makanan akan diantarkan dari jendela dapur ke meja tersebut lewat keranjang yang diikatkan pada seutas tali.

"Kami ingin berkonsentrasi pada satu pelanggan saja saat menyiapkan makanan. Selain itu, kami juga ingin memberikan pengalaman makan bebas Covid-19 bagi pelanggan tersebut," ujar Karlsson. Restoran ini juga akan mencuci piringnya dua kali dan membersihkan mejanya dengan sanitizer.

Menurut Karlsson, setiap hidangan akan disajikan dalam bentuk three-course yang dimasak oleh Persson, dengan minuman merk Joel Söderbäck yang populer di seluruh bar yang ada di Swedia, termasuk Tjoget, salah satu bar dalam daftar "50 Bar Terbaik di Seluruh Dunia".

Bahan makanan dan minuman yang disajikan Karlsson semuanya merupakan produk lokal. Salah satu menunya adalah Råraka, oseng-oseng dengan campuran kaviar, rumput laut, kenari segar yang dipetik dari hutan, serta Black & Yellow, bubur wortel kuning dengan mentega hazelnut dan kroket jagung. Meski menu tersebut cukup sulit dimasak, Persson dan Karlsson mengatakan mereka akan membiarkan konsumen mereka membayar semampu mereka saja.

"Kita sekarang sedang menghadapi keadaan yang sulit, banyak orang kehilangan pekerjaan, orang-orang yang mereka sayangi, bahkan kewarasan mereka sendiri. Kami akan menerima semua jenis  pelanggan, tanpa memandang keadaan keuangan mereka," ujar Karlsson.

Persson dan Karlsson berharap restoran mereka dapat menjadi sedikit hiburan untuk orang-orang yang masih sehat, sehingga mereka dapat teralihkan dari layar ponsel dan TV.

"Kami mau membantu semua orang untuk duduk sejenak dan menikmati quality time bersama diri mereka sendiri," tutup Karlsson. (*)

Related Articles
Interest
Begini Cara Ustaz di AS Ajak Jamaahnya Sikapi Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Interest
Bagaimana Covid-19 Dapat Berujung Menjadi Stroke?

Interest
Imigran Afrika Gotong Royong Kumpulkan Makanan Sehat untuk Warga Italia