Tech

Lupakan Social Distancing, Baju Ini Siap Melindungi Saat Berpesta Kala Pandemi

Dwiwa

Posted on April 29th 2020

Kebebasan orang-orang dalam berkumpul, berpesta, menonton konser, hingga menikmati dunia malam telah hilang semenjak pandemi Covid-19 menginfeksi dunia. Orang-orang harus diam di rumah untuk menghentikan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 tersebut.

Melihat hal ini, sebuah perusahaan konsultan kreatif Production Club memiliki ide untuk mendesain pakaian pelindung pribadi agar industri musik, pertunjukkan langsung, dan kehidupan malam bisa kembali berjalan. Pakaian tersebut menutup tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Disebut dengan Micrashell, pakaian ini memungkinkan pengguna untuk tetap mendengarkan suara melalui sebuah sistem audio yang terpasang. Bahkan, pengguna juga bisa minum dan menggunakan vape saat mengenakan pakaian ini.

Alat pelindung diri ini dirancang menggunakan kain dengan bahan yang khusus dikembangkan agar memiliki ketahanan yang baik dan mudah untuk prosedur disinfektan. Micrashell juga dilengkapi dengan sarung tangan dan helm untuk membuat perlindungan semakin baik.

Pada bagian helm, ada sistem filtrasi dengan standar N95 yang telah disetujui NIOSH. Selain itu, helm juga terbuat dari campuran beberapa bahan yang transparan sehingga wajah pengguna tetap terlihat jelas. Dengan begitu, meskipun menggunakan baju pelindung, koneksi emosi melalui ekspresi wajah tetap bisa diperoleh.

Sementara untuk urusan suara, pakaian ini tetap memungkinkan pengguna bisa berkomunikasi dengan jaringan nirkabel berdasar pada kedekatan dan orientasi fisik. Pengguna juga bisa bebas mengatur tingkat suara dari luar dan memodifikasi suara yang di dengar oleh orang lain.

Ada pula sound system dan audio processing internal yang terintegrasi. Tiga buah mode bisa dipilih untuk menikmati live music, yakni langsung dari DJ/band, sebagai tiruan dari suara kamar berdasar psikoakustik, dan melalui suara ruangan.

Penggunaan ponsel pun tetap bisa dilakukan karena adanya saku khusus ponsel, yang memungkinkan pengguna mengontrol pakaian dengan baik. Bagi yang gemar memotret, Micrashell juga dilengkapi dengan kamera video yang memiliki 3 fungsi sekaligus.

Camera app” yang terhubung dengan ponsel bisa digunakan untuk memotret ataupun mengambil video selama berpesta. “Chest eye” membuat pengguna dapat mengetahui secara realtime jika sewaktu-waktu pakaian atau helm macet. Terakhir, ada rekaman keselamatan penglihatan komputer yang proaktif berbasis analisis artificial intelligence (AI).

Keren banget ya inovasi alat pelindung diri non medis ini. Kalau baju tersebut benar-benar sudah diproduksi dan dipasarkan secara umum, rasanya aturan social distancing yang selama ini dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19 tak diperlukan lagi.

Namun sayangnya, untuk saat ini alat pelindung diri non medis ini masih dalam tahap uji kelayakan dan juga pengembangan. Jadi untuk sementara, tunda dulu keinginan kalian untuk nongkrong, berpesta, atau berlibur. Cukup diam di rumah aja dan tetap melakukan social distancing jika bertemu dengan orang lain. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Punya 4 Barang Ini? Tambahkan di Masker Kainmu, Bisa Jadi Filter Ampuh!

Entertainment
Self-Quarantine Seru Harry Styles: Pakai Face Mask sampai Belajar Bahasa Isyarat

Current Issues
Musim Panas Datang, Akankah Virus SARS-Cov-2 Jadi Tak Berdaya?