Current Issues

Pandemi Covid-19 Dunia Diprediksi Selesai November 2020, Indonesia Kapan?

Dwiwa

Posted on April 28th 2020

Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) telah mengganggu kehidupan selama lima bulan. Sejak dilaporkan di Wuhan pada akhir Desember 2019 silam, jumlah kasusnya terus meningkat. Tidak hanya berdampak pada kesehatan, pandemi ini juga mengganggu sektor lain termasuk perekonomian.

Lalu kapankah pandemi ini akan berakhir? Ilmuwan dari Singapore University of Technology and Design (SUTD) baru-baru ini mengeluarkan prediksi terkait kapan pandemi ini akan berakhir. Tidak hanya untuk Singapura, tetapi juga akhir pandemi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Dalam situs resminya, mereka menunjukkan berbagai macam grafik yang memperlihatkan tentang prediksi akhir pandemi di berbagai negara. Penelitian yang dilakukan SUTD Data-Driven Lab ini menggunakan metode susceptible-infected-recovered (SIR).

Metode ini diregresikan dengan data yang diperoleh dari berbagai negara untuk melihat kurva siklus hidup pandemi dan memprediksi kapan berakhir.

Dalam tabel yang ditunjukkan per 26 April, terlihat jika pandemi Covid-19 di dunia akan akan mulai berakhir pada 30 Mei 2020. Disebutkan jika setidaknya sudah 97% kasus telah dinyatakan selesai. Sementara untuk bisa bebas 100%, diperkirakan baru bisa terjadi pada 27 Nov 2020.

Sedangkan di Indonesia, SUTD memprediksikan jika pandemi Covid-19 akan mulai berakhirn 97% mulai tanggal 5 Juni 2020. Namun untuk bisa benar-benar terbebas dari pandemi yang telah menginfeksi hampir 3 juta jiwa ini, Indonesia masih harus berjuang hingga 29 Agustus 2020.

Meski lebih cepat berakhir dibanding dunia, tetapi di lingkup Asia Tenggara Indonesia diprediksi menjadi negara paling terakhir bebas Covid-19. Dalam tabel prediksi tersebut, Singapura disebut akan mengakhiri pandemi pada 16 Juli, Malaysia 8 Juli dan Filipina 7 Juli 2020.

Meski mungkin prediksi ini masuk akal, tetapi SUTD meminta para pembaca untuk membacanya dengan cerdas. Terlalu optimis dengan prediksi akhir pandemi justru akan berbahaya karena dapat membuat orang jadi melonggarkan disiplin yang selama ini sudah dijalani untuk memutus rantai pandemi.

Mereka mengingatkan jika prediksi ini tidak bisa dijadikan rujukan begitu saja. Sebab, prediksi yang dilakukan sebenarnya hanya untuk kebutuhan riset dan pendidikan semata, sehingga sangat mungkin ada kesalahan.

Data juga harus diperbarui secara berkala untuk melihat perubahan yang mungkin terjadi sesuai dengan perkembangan di lapangan.

Beberapa pakar asal Indonesia juga sudah pernah memprediksikan kapan virus SARS-Cov-2 ini angkat kaki dari bumi pertiwi. Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio misalnya. Menurut prediksinya, pandemi ini akan berakhir pada pertengahan April hingga Mei.

Pakar stastitika asal Universitas Gadjah Mada, Dedi Rosadi menyebut jika pada 29 Mei, pandemi Covid-19 akan berakhir di negeri ini. Sedangkan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Ascobat Gani memprediksi sekitar bulan Mei hingga Juni pandemi akan berakhir.

Satu hal yang perlu diingat, semua prediksi yang diberikan oleh para ilmuwan tersebut tidak bisa kita telan mentah-mentah sebagai rujukan.

Jika kita semua bisa mematuhi aturan dari pihak berwenang, seperti melakukan physical distancing, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir hingga memakai masker saat keluar rumah, bisa jadi pandemi di Indonesia akan berakhir lebih cepat. Semoga. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Musim Panas Datang, Akankah Virus SARS-Cov-2 Jadi Tak Berdaya?

Current Issues
Kangen Piknik? Berikut Daftar Lengkap Negara yang Siap Kalian Kunjungi

Current Issues
Angka Kematian Covid-19 di Singapura Terendah di Dunia, Apa Rahasianya?