Tech

Ilmuwan Temukan Bukti Bahwa Antartika Pernah Dihuni oleh Katak

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 28th 2020

 

Ilmuwan Thomas Mors menemukan sesuatu yang menarik ketika meneliti fosil kecil berusia 40 juta tahun yang ia temukan di Pulau Seymour di dekat Semenanjung Antartika.

Setelah diamati dengan mikroskop, fosil tersebut ternyata mengandung tulang belakang dan tengkorak seekor katak, atau lebih tepatnya spesies katak bertopi yang berasal dari Masa Eosen.

Fosil katak tersebut serupa dengan lima spesies katak bertopi yang kini merupakan spesies endemik Chili. Ukurannya lebih kurang 1,5 inci, atau sekitar 4 cm.

"Aku awalnya menemukan tulang belakang, dan aku langsung sadar jika itu berasal dari katak Antartika pertama yang pernah ditemukan, sekaligus makhluk ampibi Antartika pertama yang pertama ditemukan dalam masa 200 juta tahun. Menarik sekali," ujar Mors. 

Mors adalah peneliti fosil dari Museum Sejarah Alam Swedia yang memimpin penelitian jurnal Scientific Reports yang dirilis pekan ini.

Penemuan tersebut menjelaskan bahwa enam juta tahun sebelum sekarang, Benua Artartika merupakan daratan yang dipenuhi hutan, sungai dan kolam yang penuh dengan keanekaragaman hayati.

"Ini (penemuan fosil katak) memberitahu kita bahwa suatu ekosistem dapat lenyap secara total karena perubahan iklim, dan itu dapat terjadi dalam waktu singkat," timpal Mors.

Pada masa lampau, iklim Antartika menyerupai iklim hutan hujan kanopi di Chili yang sangat basah. Antartika dulunya dipenuhi beraneka ragam tumbuhan dan hewan sebelum menjadi kutub es.

Bahkan beberapa jenis dinosaurus, tanaman paku, pakis dan tanaman berbunga tercatat pernah hidup disana. Saat fosil katak tersebut masih hidup, Benua Antartika sudah mengalami pendinginan di wilayah dataran tingginya.

"Walau sudah lama ditemukan bukti geologis bahwa Antartika sudah mulai beku 40 juta tahun yang lalu, fakta bahwa Antartika masih dihuni oleh vertebrata berdarah dingin pada masa itu tetaplah mengejutkan," tambah Mors.

Hingga sekarang, spesies amfibi purba yang diidentifikasi dari Antartika tergolong ke dalam spesies yang sudah punah.

Fosil katak Antartika yang baru ditemukan tersebut memiliki kekerabatan dengan katak bertopi Amerika Selatan yang dikenal dengan nama Australobatrachia atau katak selatan. Jenis ini juga merupakan famili dari jenis katak lain yang hidup di Australia dan Papua Nugini.

Spesies katak pertama kali muncul pada Masa Triasik sekitar 250 juta tahun lalu.

“Katak diketahui pernah menghuni semua benua di dunia, kecuali Antartika. Tapi sekarang kita tahu bahwa mereka pernah berada di semua benua, sebelum salah satunya membeku," tutup Mors. (*)

Artikel Terkait
Interest
Nenek Moyang Dinosaurus Mungkin Berukuran “Kecil”

Tech
Keren, Pria Ini Temukan Cara “Copy Paste” Dunia Nyata ke Photoshop

Tech
Universitas Bath Temukan Material Super Ringan untuk Kurangi Kebisingan Pesawat