Portrait

Ulama Italia Siarkan Kutbah Jumat dan Azan Secara Online Selama Pandemi

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 27th 2020

Kemajuan teknologi menjadi sangat berarti bagi umat manusia selama melewati masa pandemi Covid-19, terutama bagi umat muslim yang kini sedang melaksanakan ibadah puasa selama Ramadan. Di Italia, seiring dengan mulai dilonggarkannya perintah karantina diri, kini ibadah sholat Jumat dan kutbah salat Jumat ditayangkan secara live lewat kanal Facebook.

Di Florence, Imam Izzedin Elzir, mantan Ketua Serikat Komunitas dan Organisasi Muslim Italia (UCOII), menyatakan, perayaan Ramadan tahun ini akan tetap sama meriahnya seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja perayaan tersebut bertempat di rumah masing-masing muslim Italia, dengan azan yang akan disiarkan langsung lewat media sosial.

"Kutbah Jumat selama Ramadan akan ditayangkan secara langsung lewat Facebook agar dapat disaksikan oleh semua orang beriman di tempat tinggal masing-masing," ujar Elzir. "Kajian bersama juga akan disiarkan secara online."

Bouchaib Tanji, juru bicara dari Asosiasi Kebudayaan Islam, meminta saluran televisi lokal untuk menayangkan siaran azan dan pembacaan ayat suci Alquran selama beberapa menit.

Umat muslim di Italia mengisi lima persen dari populasi total penduduk Italia. Atau sekitar 3 juta jiwa. Selama masa pandemi, mereka juga bertahan dan beradaptasi dengan tetap menjalankan kewajiban sebagai umat muslim.

Sama seperti gereja yang ada di negara tersebut, ratusan masjd juga akan dikosongkan hingga 4 Mei mendatang. Itu semua dilakukan untuk menjalankan perintah karantina wilayah.

Kegiatan ramadan tahunan di Italia yang dinamai "Open Mosque" yang mengajak masyarakat untuk mengunjungi rumah ibadah umat muslim terpaksa dibatalkan mengikuti perintah tersebut. 

Ulama Masjid Agung Roma --masjid terbesar di Eropa dengan kapasitas 12.000 orang-- telah menyatakan bahwa salat berjamaah dan buka puasa bersama tidak bisa dilaksanakan sabagaimana biasanya karena kondisi pandemi. Umat muslim Italia diajak untuk memaknai kondisi tersebut sebagai cobaan dalam meningkatkan iman mereka, dengan tetap taap melaksanakan ibadah puasa selama masa karantina diri.

Islamic Centre di Italia juga mengajak umat muslim untuk menghormati dan patuh kepada pemerintah Italia demi mencegah penyebaran virus korona.

Sejak awal Maret lalu, berbagai masjid dan tempat ibadah lain di seluruh Italia wajib ditutup dari segala aktivitas peribadatan, kecuali pengurusan jenazah dan pemakanan. Itupun juga dibatasi hanya boleh dikunjungi oleh kerabat terdekat dan dilakukan secara tertutup sesuai peraturan pemerintah. Selain itu, jabat tangan juga dilarang.

Ulama-ulama Islam di Italia saat ini mengajak umat muslim Italia untuk menjadikan momen Ramadan yang tidak biasa di tahun ini sebagai kesempatan berharga untuk kembali menjalin hubungan keluarga dan bertaubat.

"Meski bulan suci ini akan kita lewati dengan keadaan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, kita tidak boleh berputus asa dan tidak bersemangat. Kita harus menjaga iman dan semangat silaturami dengan kuat selama masa ini," ujar Yassine Lafram, ketua UCOII pada Jumat (24/04) lalu.(*) 

Artikel Terkait
Interest
Begini Cara Ustaz di AS Ajak Jamaahnya Sikapi Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Current Issues
Minggu Depan Ramadan, Aman Nggak Ya Kalau Divaksin Saat Puasa?  

Current Issues
Seru! Ratusan Murid di Dunia Belajar Bikin Film Pendek dari Rumah