Interest

Karena Pandemi, Komunitas Muslim Kanada Ini Bagikan Takjil Lewat Drive-Thru

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 27th 2020

Bagi umat muslim yang menjadi minoritas di negara seperti Kanada, berpuasa di bulan Ramadan memiliki tantangan tersendiri. Belum lagi ditambah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang mengharuskan semua orang berdiam diri di rumah.

Masroor Khan, Ketua Asosiasi Perdagangan dan Kebudayaan Kanada - Pakistan di Manitoba, sebuah provinsi di Kanada, mengatakan setiap Ramadan, sekitar 400 umat muslim akan mengunjungi Masjid Agung di kota Winnipeg, Manitoba untuk berbuka puasa bersama.

Namun dengan adanya perintah karantina mandiri yang diberikan otoritas kesehatan Kanada, penyelenggaraan buka bersama tersebut tidak bisa digelar seperti biasa. "Kita tidak bisa berkumpul, tidak bisa duduk, mengobrol dan makan bersama, tapi kita masih bisa menyediakan makanan untuk satu sama lain," ujarnya.

Tentu saja kondisi tersebut cukup menyedihkan. Namun disetiap masalah, ada tantangan untuk berinovasi. Mereka pun menciptakan layanan iftar gratis dengan sistem drive-thru. Jamaah tinggal datang dengan mengendarai mobilnya, mengambil makanan di tenda yang disediakan, lalu pulang. 

"Kami perlu mengalihkan rasa sedih tersebut dan mencegahnya dari memberikan dampak negatif kepada semua orang. Kami ingin semua orang optimis," tegasnya.

Setiap hari sejak pukul 7 hingga 8 malam, dua tenda makanan akan digelar di depan lapangan parkir masjid untuk memberikan makanan berbuka kepada jamaah yang bertandang. Jamaah tetap berada di mobil sehingga kontak fisik bisa diminimalkan. 

Menurut estimasi Khan, setidaknya akan ada 200 hingga 300 orang yang datang kesana setiap malam. Mereka juga memastikan bahwa kegiatan mereka memperoleh izin dari pemerintah kota. "Kami ingin melakukan semuanya dengan benar," ujar Khan.

Masjid Agung Winnipeg memiliki dapur umum, sehingga makanan dapat dihangatkan sebelum panitia penyelenggara memberikannya kepada jemaah yang datang dengan mobil.

Menu makanan berbuka tersebut pun bervariasi setiap hari, mulai dari ayam mentega, makanan khas Suriah hingga pizza.

 

Bagi Ruheen Aziz, salah seorang jamaah masjid, keberadaan santapan berbuka drive-thru tersebut adalah kesempatan untuk menolong umat muslim Kanada yang saat ini sedang berjuang.

"Kami mengambil enam paket makanan berbuka dengan mobil, lalu akan mengantarkannya ke orang-orang terdekat kami yang tidak bisa berkendara kesini," kata Aziz, yang merupakan bendahara di Asosiasi Muslim Manitoba.

"Ini soal menolong masyarakat yang ada di sekitar, tanpa memandang apakah ia muslim atau bukan. Tujuan utama kami adalah menolong sesama."

Menurut Aziz, menjalankan ibadah Ramadan selama pandemi Covid-19 tentu saja sulit, namun keberadaan pembatasan yang diberlakukan selama pandemi ternyata menghilangkan beberapa halangan untuk beribadah yang biasanya muncul dalam kondisi normal. 

"Kondisi ini membuat kami dapat lebih sadar bahwa kami sedang berpuasa, serta dapat menggunakan lebih banyak waktu untuk beribadah. Perhatian seseorang biasanya dapat sangat terpecah antara pekerjaan kantor dan mengurus aktivitas anak-anak, tapi sekarang kami dapat lebih fokus" ujarnya.(*)

 

Artikel Terkait
Interest
Begini Cara Ustaz di AS Ajak Jamaahnya Sikapi Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Interest
Tanpa Kopi, Whipped Nutella Cocok Banget Temani Buka Puasamu

Portrait
Ulama Italia Siarkan Kutbah Jumat dan Azan Secara Online Selama Pandemi