Current Issues

Pola Tidur Berubah Saat Puasa, Akankah Kita Jadi Rentan terhadap Coronavirus?

Dwiwa

Posted on April 27th 2020

Seiring datangnya bulan Ramadan, rutinitas umat muslim di seluruh dunia mengalami perubahan. Meski banyak penelitian menunjukkan jika puasa memiliki manfaat positif untuk tubuh, ada juga yang berpendapat jika hal ini diiringi dengan efek negatif akibat pola tidur yang terganggu.

Di bulan suci ini, umat muslim seluruh dunia akan berpuasa sejak matahari terbit dan berbuka ketika matahari tenggelam.  Artinya, bangun lebih pagi untuk sahur, berpuasa sepanjang hari, dan berbuka ketika matahari terbenam. Tidak jarang, diikuti berbagai ibadah lain hinga larut malam.

Lalu, apakah perubahan pola tidur ini akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh kita? Akankah kita menjadi lebih rentan tertular ditengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang telah menginfeksi 2,9 juta orang di dunia ini?

Dikutip dari Al Jazeera, dokter National Health Service (NHS) dan dosen senior di Inggris, Amir Khan menyebut jika tidur nyenyak penting untuk kesehatan. Bahkan, beberapa ilmuwan merasa jika tidur sama pentingnya dengan nutrisi dan olahraga.

Kurang tidur akan mendorong hormon lapar menjadi berlebih. Sementara tidur berkualitas telah dihubungkan dengan penurunan obesitas, konsentrasi dan ingatan yang lebih baik, penurunan risiko penyakit jantung dan stroke, berkurangnya risiko diabetes tipe 2, risiko depresi, serta kecemasan, dan terpenting meningkatkan sistem imun.

Agar sistem imun dapat bekerja efektif, mereka harus bisa mengenali penyusup seperti virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Setelah itu, baru muncul memicu reaksi yang lebih luas untuk melawan dan menghancurkan penyusup.

Sel T adalah bagian dari imun yang bertugas mengenali penyusup asing dan memicu respon imun yang lebih luas. Penelitian terbaru menunjukkan jika tidur meningkatkan efisiensi dari respon sel T terhadap penyusup yang juga berarti meningkatkan sistem imun.

Protein bernama sitokin juga menjadi bagian dari respon imun tubuh terhadap infeksi. Selain mengenali adanya infeksi, sitokin juga mengirim pesan kepada sel yang belum terinfeksi untuk bersiap menghadapi serangan sehingga sel akan meningkatkan produksi enzim guna melawan infeksi.

Penelitian menunjukkan jika sitokin tidak hanya bekerja paling baik selama orang tidur, tetapi juga diproduksi ketika tidur. Ini sejalan dengan saran kuno, saat seseorang merasa tidak enak badan, istirahat menjadi salah satu solusi. Selain agar menghemat energi, juga berfungsi membantu tubuh melawan infeksi.

Penelitian lain memperlihatkan jika orang yang tidur lebih lama memiliki reaksi yang lebih bagus terhadap vaksin. Artinya, kekebalan tubuh mereka terhadap penyakit menjadi lebih baik dibanding orang-orang yang kurang tidur. Hal ini telah dibuktikan pada vaksin flu dan hepatitis B.

Di bulan Ramadan, mungkin akan sedikit sulit untuk mematuhi aturan para ahli agar tidur selama 8 jam. Tetapi, ada beberapa cara untuk mengakalinya. Misalnya saat tidur malam tidak cukup, kalian bisa menggantinya di siang hari dengan tidur selama 20-30 menit di tempat sunyi dan gelap.

Selain itu, dengan adanya kebijakan lockdown demi mencegah penyebaran Covid-19, kalian juga punya waktu tambahan karena tidak perlu berangkat dan pulang kerja. Ini memungkinkan untuk menambah satu jam waktu tidur setelah sahur.

Kualitas tidur juga akan dipengaruhi oleh apa yang kalian makan. Godaan mengonsumsi makanan tidak sehat saat berbuka dapat menyebabkan tubuh hanya akan dibanjiri dengan makanan tinggi kalori dan gula. Hal jugaberdampak pada berkurangnya kualitas tidur di malam hari.

Agar kualitas tidur lebih baik, usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat sebagai alternatif pengganti. 

Amir sendiri menyebut jika saat ini belum ada bukti yang menyebut secara langsung jika tidur berkualitas akan membantu melindungi kita dari infeksi virus corona.

Tapi mengingat tidur nyenyak memiliki banyak manfaat, khususnya pada sistem imun, tidak ada salahnya kita mencoba untuk memperbaiki kualitas tidur mulai malam ini. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Dokter NHS Inggris: Puasa Dapat Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Interest
Ramadan 2020: Wajib Ibadah di Rumah hingga Manasik Haji Online

Current Issues
Cara Ini Ampuh untuk Atur Ulang Jadwal Tidur Selama Karantina Mandiri