Current Issues

Inilah Tempat Paling Berbahaya yang Pernah ada di Planet Bumi Menurut Ilmuwan

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 26th 2020

Dalam beberapa banyak cerita bergenre science fiction, mesin waktu maupun konsep time travel biasanya jadi salah satu komponen futuristik yang menjadi inti penggerak ceritanya.

Dalam beberapa film seperti Heroes, Terminator dan Avengers: Infinity War, para karakternya melakukan perjalanan waktu atau dimensi ke (atau terjebak secara tidak sengaja di) masa lampau untuk melaksakanan sebuah misi penting dalam menyelamatkan masa depan.

Keajaiban mesin waktu ini tentu saja membuat kita yang menontonnya jadi membayangkan, kira-kira apa saja yang akan kita lakukan, dan kemana saja kita akan pergi jika seandainya kita benar-benar bisa melakukan perjalanan waktu.

Mau ke manapun dan ke titik waktu manapun, yang penting, jangan pernah berpikir untuk pergi ke Maroko pada masa 100 juta tahun yang lalu.

Kenapa? Karena tim peneliti internasional Universitas Detroit Mercy dan Universitas Portsmouth di Inggris --yang dikepalai seorang ahli fosil bernama Nizar Ibrahim-- telah melakukan survei geologis dan keragaman hayati di sebuah daerah di Maroko Tenggara yang bernama situs Kem Kem.

"Tempat ini bisa jadi adalah tempat paling berbahaya yang pernah ada di planet bumi, tempat di mana manusia penjelajah waktu mungkin tidak akan mampu bertahan hidup untuk waktu yang lama," ujar Ibrahim pada Jumat (24/04) lalu. Beberapa dinosaurus predator terbesar tercatat pernah berkeliaran di wilayah tersebut.

Para peneliti merilis hasil penelitian mereka di situs Kem Kem pada Jurnal ZooKeys pekan ini. Universitas Portsmouth menyebut lokasi ini sebagai "tebing fosil pertama yang paling detil dan lengkap".

Pada masa Cretaceous, tempat tersebut merupakan kumpulan sungai dengan banyak sarang hewan predator, mulai dari dinosaurus penghuni darat hingga dinosaurus terbang seperti Pterosaurus. Ada banyak hewan air yang dapat dimangsa di tempat tersebut.

"Tempat ini dipenuhi berbagai jenis ikan, mulai dari coelacanth raksasa hingga lungfish," ujar david Martill, co-author dari Universitas Portsmouth. "Ini (Situs Kem Kem) adalah sumber penelitian fosil paling komprehensif yang ditemukan di daerah Sahara dalam hampir 100 tahun terakhir," tambah Martill.

Para peneliti menggambarkan situs Kem Kem sebagai dataran yang penuh diisi predator seperti buaya purba, dinosaurus berkaki dua hingga ikan-ikan predator. Ibrahim telah melakukan perjalanan berkeliling dunia untuk mempelajari ragam fosil yang ia temukan di Situs Kem Kem.(*)

Related Articles
Interest
Temuan Arkeologis Ini Buktikan Bahwa Spinosaurus Bisa Berenang

Interest
Nenek Moyang Dinosaurus Mungkin Berukuran “Kecil”

Current Issues
5 Ilmuwan Perempuan Berbakat di Bidang Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika