Current Issues

Masker Pintar Ini Dapat Memurnikan Udara Hingga 99,9 Persen

Dwiwa

Posted on April 26th 2020

Masker telah menjadi salah satu barang paling dicari selama pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Otoritas kesehatan menyebutkan jika dengan menggunakan masker, meskipun itu hanya masker kain buatan sendiri, dapat menurunkan risiko penularan Covid-19.

Tapi sebenarnya, mungkin kebutuhan kita akan masker bukan hanya untuk mengatasi penyebaran wabah penyakit saja. Polusi telah menjadi masalah jangka panjang yang tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat. Salah satu cara untuk mengurangi dampak buruknya adalah dengan memakai masker.

Sayangnya, masker yang selama ini dijual di pasaran banyak memiliki kelemahan. Misalnya masker kain yang hanya memiliki kemampuan menyaring partikel udara rendah.

Sementara masker N95 yang disebut memiliki kemampuan melindungi dari bakteri dan partikel udara hingga lebih dari 90 persen juga masih memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya adalah masalah kesulitan bernafas saat digunakan dalam waktu lama, tidak nyaman karena udara lembab di sekitar mulut, menimbulkan kabut bagi pemakai kacamata, dan harus dibuang setelah digunakan dalam kurun waktu tertentu.

Hal ini membuat seorang arsitek sekaligus desainer Leandro Rolon terinspirasi untuk membuat masker yang lebih baik. Bersama dengan timnya, Leandro kemudian mendesain masker yang nyaman namun efektif menyaring berbagai partikel udara sebelum akhirnya dihirup.

Masker tersebut kemudian diberi nama ATMOBLUE. Leandro bersama timnya mengembangkan kategori baru dalam pembuatan masker, di mana masker bisa nyaman dipakai beraktivitas tetapi mampu secara aktif memurnikan udara hingga 99,9 persen. Lebih besar dari kemampuan N95 yang bisa menyaring hingga 95 persen udara.

Fitur “tekanan udara positif” yang ada pada masker juga membantu mencegah kuman dan kontaminan masuk ke saluran pernafasan. Fitur ini akan membuat tekanan udara di dalam masker lebih besar dibandingkan di luar masker.

Kipas yang ditanamkan pada masker akan mendorong udara murni ke dalam masker, membuat kalian bisa bernafas normal. Sebuah jalur keluar juga akan menyingkirkan udara lembab sehingga mulut tidak akan terasa lembab dan berkeringat.

ATMOBLUE didesain sebagai pembaruan dari masker N95 yang selama ini banyak digunakan. Sistem pemurnian yang dilakukan oleh kipas juga membuat orang lebih mudah menghirup udara bersih di dalam masker.

Kondisi tersebut tentu membuat orang-orang yang memiliki masalah dengan saluran pernafasan menjadi lebih terbantu. Bingkai silikon nyaman yang digunakan di bagian tepi masker menciptakan segel kedap udara yang tepat.

Hal ini menjamin udara yang kalian hirup selalu bersih sepanjang waktu. Bahkan jika kalian menggunakan kacamata, tidak lagi perlu cemas dengan kabut yang biasa terjadi ketika menggunakan masker biasa.

ATMOBLUE sendiri telah dirancang dan dibuat prototipe sebagai proyek R&D pada akhir 2017 dan mulai dipasarkan di tahun berikutnya. Ketika wabah Covid-19 mulai menyebar, produksi ATMOBLUE pun semakin ditingkatkan dan dihadirkan sebagai pemurni udara yang kuat dan mudah dipakai.

Dua buah kipas kecil namun bertenaga digunakan untuk menarik udara melalui HEPA filter. Penyaring ini diletakkan di dalam masker dan dapat dengan mudah diganti setelah digunakan hampir sebulan.

HEPA filter sendiri dapat membantu untuk memurnikan udara hingga 99,9 persen. Selain itu, filter ini bisa digunakan dalam jangka waktu lama hingga 150 jam sebelum akhirnya dibuang. Ini tentu lebih murah dan ramah lingkungan dibanding menggunakan N95 yang harus diganti setelah dipakai 2 hingga 3 kali.

Saat pertama dirancang, ATMOBLUE awalnya dibuat untuk melindungi orang dari partikel udara berbahaya seperti PM2.5 (campuran dari partikel kecil padat dan cairan droplet di udara). Masker ini pun ditujukan untuk orang-orang dengan masalah pernafasan dan juga para penggiat olahraga yang sering membutuhkan oksigen dalam jumlah besar.

Masker yang dibuat seukuran N95 ini pun menjadi pemurni udara yang ringan dan nyaman untuk digunakan beraktivitas. Sebuah tali membungkus secara horisontal di sekitar kepala dan memberikan kebebasan penuh untuk bisa menggerakkan kepala saat beraktivitas.

Dua buah kipas yang dibenamkan juga tidak mengeluarkan suara berisik. Lagi pula, meskipun konstruksi dari masker ini keras, kemampuan kalian berbicara tidak akan terganggu. Artinya, masker tidak perlu dilepas saat ingin bercakap-cakap.

Menariknya, masker ini juga dilengkapi dengan aplikasi smartphone yang akan memberi informas tentang kesehatan filter hingga kapan perlu mengganti. Sensor kualitas udara yang dibekalkan juga membuat kalian bisa mengetahui tingkat polusi yang ada di sekitar.

Tim pembuat ATMOBLUE juga sudah mendapat beberapa ulasan positif dan penghargaan atas karyanya. Beberapa diantaranya adalah juara pertama di kompetisi start-up pemulai Techcrunch Shanghai, IDSA Award, dan Red Dot Design Award.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Biar Aman, Terapkan Cara Berikut Saat Mendesinfeksi Masker Kain Hingga N95

Current Issues
Meski Pakai Masker, Jangan Lantas Abaikan Social Distancing. Ini Alasannya

Current Issues
Punya Masker N95? Begini Cara Membersihkannya