Interest

Begini Cara Ustaz di AS Ajak Jamaahnya Sikapi Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 25th 2020

Bagi umat muslim di seluruh dunia, Bulan Ramadan biasanya diisi dengan berbuka puasa bersama, salat berjamaah, makan sahur, dan berkumpul bersama keluarga di malam hari. Tapi tahun ini, semuanya akan berbeda.

Tentu saja Ramadan tahun ini akan terasa berbeda, sebab kita diminta melakukan physical distancing dengan tetap berada di rumah saja. Bahkan untuk mencegah penyebaran Coronavirus, tempat-tempat ibadah muslim di seluruh dunia, termasuk Masjidil Haram, Masjidin Nabawi, dan Masjidil Aqsa pun turut ditutup dari ibadah berjamaah.

Bagi umat muslim, Ramadan adalah masa yang penting untuk membersihkan jiwa dan hati dari segala dosa, dengan cara beribadah dan mendekatkan diri kepada ilahi. Tapi bagaimana caranya melakukan ibadah di tengah masa isolasi karena Covid-19?

Beberapa komunitas muslim di dunia memanfaatkan perkembangan teknologi untuk tetap melakukan ibadah selama masa pandemi. Di Irving, Texas, Amerika Serikat, sebuah komunitas muslim bernama Roots yang dikelola oleh Ustaz AbdelRahman Murphy secara rutin menggelar kuliah dan pengajian secara online via Facebook, Instagram, dan Zoom.

"Kita harus selalu bersyukur atas karunia yang kita miliki. Meski kita hanya memiliki waktu satu jam untuk meningkatkan iman, itu juga harus disyukuri. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika semua ini (pandemi Covid-19) terjadi saat kita tidak memiliki internet?" kata Ustaz Murphy.

"Kita harus beradaptasi. Salah satu hal yang baik tentang Islam adalah ada begitu banyak cara dan peluang untuk berbuat kebaikan. Momen-momen spiritual tidak akan terjadi di dalam keadaan kacau atau jika semua orang sedang sibuk. Momen saat ini seharusnya memberikan kita kesempatan untuk melakukan refleksi, dan kita mungkin tidak akan mendapat kesempatan yang sama lagi."

Untuk meningkatkan pahala selama Ramadan --di masa pembatasan sosial ini-- Ustaz Murphy menyarankan agar umat muslim meningkatkan ibadah. Juga memperbanyak sedekah, termasuk memasak dan memberi makan orang lain.

Selain komunitas Roots, di Dallas, Texas juga ada Institut Yaqeen. Ini adalah institusi penelitian yang dibentuk oleh Syeh Omar Suleiman. Di tengah pandemi ini komunitas tersebut aktif membuat artikel, infografis, dan konten-konten islami harian yang disebar di media sosial. Konten-konten itu bertujuan memberi pengetahuan kepada umat muslim untuk menghadapi pandemi dengan bijaksana.

Syeh Sulaiman dalam postingannya mengatakan, saat ini semua masyarakat memang sedang memiliki beban pikiran masing-masing. Kondisi itu menciptakan stres dan kegelisahan. Nah, kesabaran menjadi kunci untuk bisa melewati masa-masa sulit ini. Selain kesabaran, Syeh Sulaiman juga meminta umat muslim berbagi kebaikan di tengah kondisi sulit ini.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan," ujar Syeh Sulaiman menirukan apa yang ada di Alquran, surat Alam Nasyroh, ayat 6.

Meski beribadah via internet mungkin terasa ganjil bagi sebagian muslim, tapi semua itu tetap harus kita syukuri. Sebab selama ini ternyata ada muslim yang sulit melakukan ibadah bersama-sama karena berada di lingkungan minoritas atau terisolasi. Misalnya para mualaf yang ada di tengah lingkungan non muslim atau para penyandang difabel.

Seperti yang diceritakan oleh Vee Sharma, mahasiswi di Universitas Texas yang baru memeluk Islam tiga tahun yang lalu. Ia mengatakan Ramadan yang ia lalui selama ini terasa sepi. "Selama ini orang tuaku tidak mengizinkanku berpuasa dan tidak memperbolehkanku keluar rumah di petang hari untuk berbuka puasa. Jadi gemas sekali rasanya lihat muslim yang mengeluhkan 'tarawih tahun ini tidak akan terasa sama lagi' atau 'tidak ada lagi buka puasa bersama' di media sosial mereka," tukas Sharma.(*)

Related Articles
Tech
Sensor Mirip Plester Luka Ini Dapat Deteksi Covid-19 Lewat Kulit

Current Issues
AS Keluarkan Izin Pemakaian Remdesivir untuk Tangani Pasien Covid-19

Current Issues
Pindah Lagi, Kini Titik Pusat Pandemi Covid-19 Berada di Brasil