Interest

Physical Distancing, Masjid Al-Aqsa Sepi saat Gelar Jumatan di Bulan Ramadan

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 25th 2020

Masjid-masjid di seluruh dunia biasanya ramai didatangi jemaah ketika menggelar ibadah di bulan Ramadan. Termasuk ketika menggelar Jumatan. Lebih-lebih masjid seperti Al-Aqsa. Tapi kondisi itu berbeda ketika orang-orang diharuskan melakukan physical distancing untuk mencegah penyebaran Coronavirus yang kini menjadi pandemi.

Di Al-Aqsa, seorang imam salat Jumat berdiri di atas mimbar setinggi 18 kaki hanya dihadapan beberapa orang saja. Suaranya bergema di dalam masjid yang hampir kosong dari jemaah tersebut. Di hadapannya hanya ada beberapa orang muslim laki-laki yang duduk dan menggunakan masker, menyimak kutbahnya dengan seksama.

"Mari kita memohon kepada Allah agar menolong umat manusia dari pandemi yang mematikan ini," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pada setiap penyelenggaraan sholat Jumat di bulan Ramadan, Masjid Al-Aqsa selalu dipenuhi tak kurang dari 10.000 orang jemaah. Semua jamaah berbaris dalam shaf di sepanjang dataran tinggi di jantung Kota Tua Jerusalem itu. Atau yang dikenal masyarakat muslim sebagai Al-Haram Al-Sharif, dan dikenal masyarakat Yahudi dengan sebutan Kuil Gunung.

Namun tahun ini, lahan seluas 35 hektar di sekitar kompleks Masjidil Aqsa tersebut hampir kosong. Hanya beberapa orang muslim laki-laki yang duduk bersila di hadapan kotib sholat Jumat. Beberapa orang lainnya salat di luar tembok Kota Tua Jerusalem, atau lebih tepatnya hanya 10 orang, sesuai dengan jumlah maksimal yang diizinkan Pemerintah Israel.

Hingga kini, Israel melaporkan 15.000 kasus infeksi coronavirus, dengan 193 kasus kematian. Sementara di Palestina, 350 kasus infeksi dan dua kasus kematian sudah dikonfirmasi.

Kondisi pandemi ini telah membuat otoritas kegiatan ibadah umat muslim menutup gerbang Al-Aqsa sejak Maret lalu, dan akan dilanjutkan, mungkin hingga Ramadan berakhir.

Hal yang sama juga dilakukan oleh otoritas kegiatan ibadah umat kristiani dan yahudi terhadap situs ibadah mereka di Kota Tua Jerusalem, seperti Tembok Barat dan Gereja Makam Suci.

Penutupan kompleks Masjid Al-Aqsa sudah berlangsung sejak 23 Maret lalu, dan diperpanjang pada 17 April. Wakaf Islam Jerusalem, dewan yang ditunjuk Yordania untuk mengawasi situs-situs Islam di kompleks suci tersebut mengatakan bahwa yang mereka lakukan tersebut merupakan keputusan yang menyakitkan.

Pun demikian, Dewan Wakaf Islam mengatakan langkah itu sejalan dengan fatwa hukum dan nasihat medis. "Muslim harus melakukan salat di rumah mereka selama Ramadhan untuk menjaga keselamatan mereka," ujar dewan via Aljazirah, pada 17 April lalu.

Azan masih akan berlangsung lima kali sehari di Al Aqsa selama bulan Ramadhan. Dan para ustaz serta ulama masih akan diizinkan masuk. Selebihnya, umat muslim diimbau untuk melakukan ibadahnya, termasuk sholat tarawih, di tempat tinggal masing-masing.(*)

Related Articles
Interest
Begini Cara Ustaz di AS Ajak Jamaahnya Sikapi Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Tech
Twitter Berlakukan WFH Permanen untuk Karyawannya

Current Issues
Terowongan Disinfeksi, Solusi Aman Berkumpul di Tempat Publik Selama Pandemi