Current Issues

Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok Baru Siap untuk Publik Tahun Depan

Dwiwa

Posted on April 25th 2020

Ahli Kesehatan Masyarakat Tiongkok mengumumkan jika vaksin untuk corona virus disease 2019 (Covid-19) mungkin akan mulai bisa digunakan untuk keadaan darurat pada September. Sementara untuk penggunaan publik bisa dilakukan mulai tahun depan.

Ini adalah pertama kalinya pejabat Tiongkok membuat pernyataan tentang perkiraan waktu untuk pengembangan vaksin virus corona, yang diyakini sebagai kunci untuk menghentikan pandemi. Sebelumnya, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menyebut jika vaksin akan tersedia setidaknya satu tahun lagi. Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut butuh waktu 12 hingga 18 bulan.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Gao Fu, mengatakan pada China Global Television Network jika saat ini vaksin berada dalam fase dua atau tiga uji klinis dan kemungkinan bisa digunakan pada potensi pandemi gelombang kedua. Saat ini, tiga vaksin yang dibuat di Tiongkok sudah berhasil melewati uji klinis tahap pertama.

Gao menyebut jika saat ini mereka di garis depan untuk pengembangan vaksin dan dapat menyediakannya untuk penggunaan darurat di bulan September. Sedangkan untuk populasi lebih luas, vaksin akan tersedia awal tahun depan. “Tetapi semua tergantung dari kemajuan perkembangan yang kami lakukan,” ujarnya seperti dikutip dari South China Morning Post.

Virologis di Institute if Michrobiology di Chinese Academy of Science, Shi Yi, mendeskripsikan jika virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 berbeda dari virus influenza yang sering bermutasi.

Coronavirus ini dipercaya tidak bermutasi sesering itu dan tidak mungkin menjadi seperti virus influenza yang selalu diantisipasi pembuat vaksin untuk menghadapi wabah musiman. “Saat ini tidak ada bukti jika coronavirus memiliki variabilitas sama dengan virus influenza,” ujarnya.

Shi juga menolak kemungkinan jika Covid-19 akan menjadi penyakit kronis, mengingat virus berkembang biak terutama di saluran nafas pasien dan belum ada penelitian jangka panjang tentang pembawa virus. Dia menambahkan jika hal yang sama terjadi pada dua penyakit lain yang juga disebabkan virus corona seperti SARS dan Mers.

Selain Tiongkok, beberapa peneliti di negara lain juga telah melakukan uji klinis terhadap vaksin yang mereka buat. Menurut WHO, setidaknya sudah ada 6 kandidat yang memulai uji klinis dan 77 lainnya dalam tahap penelitian praklinis.

Uji klinis paling baru dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Oxford. Uji coba pada dua orang relawan sudah dilakukan pada hari Kamis lalu. Dokter Sarah Gilbert, ketua tim peneliti, bahkan menyebut jika vaksin ini siap diproduksi satu juta di bulan September. (Baca juga: Meski Sedang Uji Coba, Peneliti Inggris Siap Produksi Satu Juta Vaksin Covid-19).

Ada pula perusahaan bioteknologi Amerika Serikat Moderna yang sudah melakukan uji klinis pada Maret dengan vaksin mRNA. Perusahaan Amerika lainnya, Pharmaceuticals, juga telah melakukan uji coba kepada manusia terkait vaksin DNA pada bulan lalu.

Sementara untuk tiga vaksin yang dibuat Tiongkok, telah memulai uji klinis fase dua awal bulan ini dan melibatkan lebih dari seribu sukarelawan. Ketiganya adalah vaksin Adenovirus-vektor yang dibuat Cansino Biological I dan Beijing Institue of Biotechnology yang berbasis di Tianjin dan dua vaksin inaktif dibuat oleh Wuhan Institute of Biological Products and Sinovac Research & Development di Beijing.

Sementara untuk fase ketiga, dibutuhkan populasi pasien yang efektif sehingga memungkinkan efektivitas vaksin bisa diuji dilingkungan di mana virus masih dapat dijumpai. Nah karena vaksinya belu siap, kalian jangan bandel dengan imbauan instansi kesehatan ya. Sering cuci tangan, pakai masker, lakukan physical distancing. Ingat lebaran kali ini jangan Mudik! (*)

Related Articles
Current Issues
WHO: Tak Ada Bukti Orang Sembuh dari Covid-19 Jadi Kebal terhadap Infeksi Kedua

Current Issues
Ini yang Terjadi Saat Coronavirus Masuk Tubuh Manusia

Current Issues
Berapa Lama Coronavirus Bisa Bertahan di Baju?