Interest

Jokowi Resmi Larang Mudik, Siap-Siap Kena Sanksi Jika Masih Nekat

Dwiwa

Posted on April 23rd 2020

Presiden Joko Widodo akhirnya resmi melarang para perantau untuk kembali mudik ke kampung halaman saat Rapat Terbatas melalui video conference pada Selasa (21/4). Kebijakan diambil untuk menekan penyebaran virus SARS-Cov-2 yang telah menginfeksi 7.418 orang di Indonesia ini.

“Mudik semuanya akan kita larang. Oleh sebat itu, saya minta persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini disiapkan,” ujar Jokowi. Keputusan ini membuat larangan mudik tidak lagi hanya berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, dan pegawai BUMN saja. Melainkan berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia.

Berdasarkan survey Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada 68 persen orang yang tidak akan mudik, sisanya masih ngotot untuk kembali ke kampung halaman.

Sementara menurut Jokowi, sudah ada 7 persen yang saat ini telah mudik. Para pemudik ini, sebagian besar pulang ke wilayah di daerah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga Jawa Timur.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan menjadi lebih efektif, beragam skenario pun sudah direncanakan oleh berbagai pihak yang terlibat. Termasuk adanya pemberian sanksi kepada para pemudik yang masih nekat untuk kembali ke kampung.

Meski sudah diumumkan oleh Jokowi pada 21 April lalu, peraturan ini akan mulai efektif diberlakukan mulai Jumat (24/4) besok. Sementara untuk sanksi penuh bakal diberikan mulai tanggal 7 Mei.

Kementerian Perhubungan juga sudah menyiapkan dua skenario sebagai sanksi untuk pemudik. Bagi yang nekat melanggar pada tanggal 24 April hingga 7 Mei, pemudik akan diminta untuk putar balik kembali ke tempat keberangkatan.

Sementara setelah melewati tanggal tersebut, akan ada sanksi penuh yang bakal diterima bagi para pemudik. Sementara untuk aturan yang lebih jelas tengah dalam pembahasan.

Menurut Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, jalan tidak akan ditutup dan hanya akan ada pembatasan akses pada pintu keluar masuk wilayah. Sebab, yang dilarang untuk melintas hanya kendaraan pribadi dan angkutan penumpang saja. Sementara angkutan logistik tetap bisa beroperasi.

Pihak kepolisian juga akan memperpanjang Operasi Ketupat yang biasanya dilaksanakan pada H-7 hingga H+7 lebaran. Operasi ini akan mulai dijalankan sejak awal Ramadhan hingg H+7. Kepolisian akan membangun 2.582 pos di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut.

Sementara, larangan mudik akan diberlakukan di zona merah dan wilayah yang sudah mendapatkan lampu hijau untuk menerapka pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Semua kendaraan pribadi, sepeda motor, hingga angkutan umum dilarang keluar masuk zona merah.

Meski begitu, akses jalan tol masih akan dibuka untuk para pekerja jasa perbankan, tenaga kesehatan dan angkutan logistik.

Jadi diingat ya guys. Kalau saat ini kalian sudah berada di zona merah atau wilayah PSBB seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Jakarta, tahan dulu rindu pada keluarga di kampung halaman.

Bukan hanya karena sanksi yang mungkin kalian dapat, tetapi berpikirlah untuk melindungi orang-orang tersayang di rumah dari infeksi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Artikel Terkait
Interest
Siap-siap, Jawa Timur Bakal Mulai Terapkan PSBB Akhir April

Interest
Sejumlah Wilayah Sudah Terapkan PSBB, Kota Kalian Termasuk?

Interest
Keren! Pemerintah Indonesia akan Produksi 16 Ribu APD Tiap Hari