Current Issues

Peneliti: Stoking Nilon Efektif Jadi Bahan Tambahan Masker Kain

Dwiwa

Posted on April 23rd 2020

Jika kalian punya stoking nilon di rumah yang sudah tidak terpakai, ini waktu yang tepat untuk melakukan daur ulang. Sebab, peneliti menyebut jika menggunakan lapisan tambahan stoking nilon di bagian luar masker kain bisa meningkatkan perlindungan dari penularan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Northeastern University. Menurut mereka keberadaan stoking nilon sebagai lapisan luar masker dapat meningkatkan kemampuan dalam menyaring partikel kecil di udara dan menghasilkan segel yang lebih rapat antara wajah dan masker.

Bahkan, dalam beberapa kondisi, penambahan lapisan nilon ini mampu membuat masker kain buatan sendiri setara atau bahkan melebihi kemampuan penyaringan masker bedah untuk para medis. “Ini benar-benar meningkatkan kinerja semua masker dan melampaui masker yang biasa kami gunakan, yakni masker bedah 3M,” ujar Loretta Fernandez, asisten profesor teknik sipil dan lingkungan di Northeastern University dan salah satu yang melakukan penelitian.

Peneliti juga menemukan jika penggunaan masker bedah dengan tambahan stoking berfungsi lebih baik. Pengujian menunjukkan jika kemampuan masker dalam menghalangi partikel kecil meningkat dari 75 persen menjadi 95 persen dengan adanya tambahan lapisan pantyhouse (stoking berbentuk celana). Sebagai perbandingan, masker N95 mampu menghalangi 95 persen partikel kecil jika digunakan dengan benar.

“Menambahkan lapisan yang membuat kain semakin rapat ke wajah akan meningkatkan fungsi masker. Karena efektivitas masker melindungi bukan hanya tentang bahan apa yang kita gunakan tetapi juga bagaimana masker dapat menutupi wajah, sehingga menghindari udara sekitar masuk ke area pernafasan kita,” tambahnya.

Menurut Loretta, lapisan pantyhose membantu menciptakan segel yang lebih ketat antara wajah dan masker untuk mengurangi jumlah udara yang bocor di tepi masker. Prinsip ini sama dengan apa yang ada di respirator N95.

Penelitian ini dilakukan ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengumumkan anjuran penggunaan masker kain untuk menurunkan risiko penularan coronavirus. Namun, tidak ada panduan yang lengkap tentang bagaimana cara terbaik membuat masker tersebut.

“Kita membutuhkan informasi yang lebih jelas tentang seperti apa masker buatan sendiri, kain apa yang bagus untuk digunakan, dan bagaimana kita meningkatkan kemampuan dasar masker untuk membuatnya lebih baik,” ujar Ben Cowling, profesor edipdemiologi penyakit infeksi di University of Hongkong yang meneliti efektivitas masker.

Ben menyebut jika masker kain dimaksudkan untuk perlindungan, meski mungkin tidak sebaik masker bedah yang dibuat dari kain spunbond. Tetapi jika menambahkan lapisan nilon di luar masker ataupun komponen lain yang bisa meningkatkan fungsi, bisa saja perlindungan yang dihasilkan setara atau bahkan melebihi masker bedah.

Ketika digunakan, sebuah masker kain buatan sendiri memiliki kemampuan menyaring yang beragam. Beberapa di antaranya bahkan kurang dari 30 persen partikel. Namun berdasar penelitian tersebut, dengan menambahkan lapisan pantyhouse tingkat perlindungan terhadap partikel meningkat 15 persen hingga 50 persen.

Loretta pun menyebut jika celana ketat mungkin juga bisa memberikan perlindungan tambahan. Bahan ini pun telah direncanakan untuk diuji coba di masa depan. Ide ini sendiri muncul karean terinspirasi dari penelitian seorang kolega terhadap masker buatan sendiri pada sebuah kecelakaan nuklir di Three Mile Island Pennsylvania pada 1979. Ternyata saat itu mereka hanya menggunakan pantyhose yang ditambahkan lapisan apapun dan mampu melindungi dari partikel yang jatuh.

Berdasar penelitian tersebut, kain katun woven rapat, menjadi bahan masker yang mampu bekerja lebih baik. Kain-kain tersebut juag dilengkapi dengan berbagai saringan, baik itu interfacing (bahan pelapis yang membantu kain lebih kaku), kain tipis, serta bahan gauzy yang biasa digunakan untuk membuat kain lebih kaku seperti kerah baju.

Peneliti biosecurity di Universitas New South Wales, Australia Raina MacIntyre menyebut jika penelitian tersebut mungkin menjadi salah satu solusi yang baik untuk meningkatkan efektivitas masker kain buatan sendiri.

Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat berapa kali stocking nilon dicuci sebelum akhirnya kehilangan efektivitas. Tetapi pada prinsipnya, Raina menyebut jika tidak ada salahnya orang yang mengenakan masker buatan sendiri mulai memotong stocking dan menjadikannya lapisan tambahan.

Ben pun mengatakan jika hanya menggunakan masker kain saja tidak akan cukup untuk menekan penularan virus corona. Hal ini harus dibarengai dengan strategi lain seperti jumlah pengujian yang ditingkatkan, pelacakan kasus yang dikonfirmasi dan physical distancing.

Lalu bagaimana cara untuk membuat masker yang benar?

Pertama yang harus perhatikan adalah menggunakan kain katun yang rapat. Secara umum, masker kain katun berkualitas tinggi mampu melakukan pekerjaan lebih baik dalam menyaring partikel kecil. Menurut dokter Scott Segal, profesor dan kepala anestesiologi di Wake Forest School of Medicine menyebut jika cara paling gampang mengetahuinya adalah melihatnya di bawah sinar matahari.

“Jika kalian dapat melihat cahaya melewati serat kain, mungkin itu bukanlah kain yang baik untuk digunakan. Tetapi jika tidak, mungkin itu akan menjadi penyaring yang lebih baik,” ujarnya. Kaos yang tebal mungkin akan menjadi filter yang lebih baik dibanding yang tipis.

Kemudian, jangan lupa buat lapisan pada masker kain. Menurut Yang Wang, asisten profesor teknik lingkungan di Missouri University of Science and Technology menyebut jika masker kain yang dibuat secara berlapis memberikan hasil lebih baik daripada yang hanya selapis.

Penggunaan selapis kain sebagai masker disebut memiliki efisiensi sekitar 10 persen. Namun jika membuatnya sampai lapis 4, efisiensi akan naik menjadi sekitar 20 persen. Meski ini tetap tidak ideal, tetapi lapisan yang banyak dapat meningkatkan efisiensi. Namun harus diingat, jangan sampai banyaknya lapisan membuat kalian kesulitan bernafas.(*)

Related Articles
Current Issues
Coronavirus Bisa Hidup dan Menular di Air, Jika...

Current Issues
Peneliti MIT Sebut Jarak 2 Meter Masih Belum Aman dari Penularan Coronavirus

Interest
Hadapi Pandemi Covid-19, Begini Cara 8 Masjid Besar Dunia Beradaptasi