Current Issues

Berapa Lama Coronavirus Bisa Bertahan di Baju?

Dwiwa

Posted on April 21st 2020

Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) telah menginfeksi lebih dari 2,4 juta orang di dunia selama empat bulan terakhir. Sebagai virus SARS-Cov generasi kedua, belum banyak diketahui bagaimana karakter dari virus ini sesungguhnya, termasuk obat dan vaksin untuk melawannya.

Hal ini membuat masyarakat umum jadi menerka-nerka. Bagaimana cara aman untuk terlindungi dari coronavirus. Apalagi, penelitian terbaru menunjukkan jika virus ini juga mampu bertahan hidup pada permukaan yang keras selama beberapa jam bahkan beberapa hari.

Orang pun jadi bertanya-tanya, berapa lama virus ini dapat menempel di baju? Haruskah baju selalu dicuci setiap kali keluar rumah? Lalu bagaimana cara mencuci baju yang benar agar coronavirus mati? Nah biar tidak bingung lagi, berikut penjelasan ahli tentang coronavirus di baju yang kami kutip dari Real Home.

Lama coronavirus Bertahan di Baju

Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan secara khusus untuk mengetahui berapa lama coronavirus bisa bertahan di baju. Apa yang diketahui saat ini adalah kemampuan virus bertahan di permukaan karton.

Dipublikasikan di The New England Journal of Medicine awal tahun ini, sebuah artikel yang diperbarui secara teratur karena semakin banyak informasi terungkap, sebuah penelitian menemukan jika virus SARS-Cov-2 dapat bertahan sampai 24 jam di permukaan karton.

Melihat jika ada kemiripan antara serat pada karton dan yang ditemukan di kain, banyak ilmuwan yang menyimpulkan, setidaknya sampai saat ini, jika coronavirus mungkin bisa bertahan di waktu yang sama saat di baju.

Hal ini diperkuat dengan penelitian pada virus SARS di tahun 2005 dimana peneliti menguji umur virus sampel kertas, gaun katun, dan menyimpulkan jika virus dapat bertahan selama 24 jam, tergantung jumlah virus yang menempel.

Cara Mencuci Pakaian Selama Pandemi Covid-19

Jika kalian adalah pekerja garis depan non-medis, disarankan agar segera melepas pakaian yang mungkin terkontaminasi saat tiba di rumah. Pakaian juga harus segera dicuci dengan mengikuti beberapa saran berikut.

Sampai saat ini, hanya sedikit bukti yang menyebut jika kalian harus segera mencuci pakaian setelah belanja mingguan ke supermarket atau berolahraga di luar rumah. Tetapi jika kalian memang sangat khawatir akan adanya coronavirus yang menempel, tidak ada salahnya untuk melakukan hal tersebut.

Satu-satunya pengecualian adalah untuk masker kain, yang harus selalu dicuci setelah digunakan. Masker sekali pakai juga harus segera dibuang setelah digunakan. Ingat, jangan mengibaskan pakaian kotor untuk menghindari penyebaran virus di udara dan selalu cuci tangan setelah memegangnya.

Jika di rumah ada orang sakit, kalian tetap bisa mencucinya bersama dengan baju kalian. Cuci pakaian kotor pada suhu 60 derajat celcius atau 40 derajat celcius dengan produk berbasis pemutih untuk mencegah terjadinya penyebaran.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah mencuci topi, syal dan penutup kepala lainnya. Benda-benda tersebut jelas penuh dengan kuman dan harus dicuci setiap minggu selama puncak musim dingin dan flu, bahkan jika itu terbuat dari kulit.

Syal yang kalian gunakan banyak terkontaminasi dengan batuk dan bersin dari orang lain, sehingga perlu dicuci setiap minggu.

Jangan lupakan tas. Mungkin ini terlihat tidak terlalu penting, tapi guys, tas kalian itu kotor. Bahkan satu dari lima tas tangan memiliki kuman lebih banyak dari dudukan toilet.

Tas ini adalah barang yang kalian gunakan sehari-hari dan sering ditempatkan di berbagai permukaan sehingga mudah terpapar oleh berbagai jenis kuman dan virus. Bersihkan tas kalian dengan pembersih kulit atau deterjen ringan.

Sementara untuk sprei, selimut dan berbagai kain di tempat tidur, penelitian menunjukkan jika mencucinya pada suhu 56 derajat celcius membunuh virus, jadi cuci juga di suhu 60 derajat celcius ya.

Jangan lupa untuk mencuci handuk di air panas, terutama jika kalian menggunakannya bersama orang lain. Sebab, karakter handuk menjadi tempat yang paling tepat untuk perkembangbiakan bakteri.(*)

Related Articles
Current Issues
Begini Cara Negara Paling Sehat di Dunia Melawan Coronavirus

Current Issues
Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok Baru Siap untuk Publik Tahun Depan

Current Issues
WHO: Tak Ada Bukti Orang Sembuh dari Covid-19 Jadi Kebal terhadap Infeksi Kedua