Current Issues

Biar Aman, Terapkan Cara Berikut Saat Mendesinfeksi Masker Kain Hingga N95

Dwiwa

Posted on April 20th 2020

Berbagai otoritas kesehatan maupun pemerintah di dunia terus menggencarkan anjuran memakai masker setiap kali keluar rumah. Selain untuk tetap menjaga jarak minimal 2 meter, tujuan penggunaan masker adalah untuk mencegah droplet yang keluar dari mulut dan hidung menyebar ke orang lain.

Masyarakat pun meresponnya dengan menggunakan beragam jenis masker. Bagi yang memiliki dana berlebih, masker N95 atau masker medis sering dijadikan pilihan untuk digunakan. Sementara untuk yang berkantong cekak, masker kain menjadi pilihan yang murah dan bisa digunakan berulang.

Dikutip dari Allure, dokter spesialis penyakit infeksi dan direktur program kesehatan masyarakat di Boston Medical Center Cassandra M. Pierre mengatakan, masker dapat mengandung sisa pernafasan baik itu di sisi dalam atau pun luar. Jadi, penting untuk memastikan agar kemungkinan pathogen berbahaya tidak mengontaminasi lingkungan.

Lalu apa yang perlu kalian lakukan setelah melepas masker? Semua tergantung dari jenis masker apa yang kalian gunakan. Biar nggak salah, ikuti yuk tips bagaimana memperlakukan masker setelah digunakan berikut.

1. Apa yang harus dilakukan dengan masker medis?
Sampai saat ini belum ada penelitian yang mengkonfirmasi apakah mungkin untuk mencuci masker bedah dengan aman sehingga tetap efektif, Michael tidak merekomendasikan untuk mencuci dan mengeringkannya di rumah.

Jika kalian harus menggunakan kembali, cara terbaik adalah untuk membiarkannya disimpan dalam kondisi ruang terbuka selama 72 jam. Jangan simpan di tempat kedap udara, karena sirkulasi udara dapat membantu mengeringkan dan mungkin menonaktifkan virus. Meski begitu, Michael menekankan jika membuangnya adalah pilihan terbaik.

Jika kalian harus membuangnya --karena masker memang dirancang untuk sekali pakai-- Cassandra merekomendasikan untuk melipatnya menjadi dua pada bagian dalam masker yang mengandung sisa pernafasan, kemudian memasukkannya ke dalam kantong plastik atau menggulungnya dengan tisu sebelum dibuang.

Hal ini akan membuat phatogen yang tertinggal tidak bisa terlepas dari permukaan masker yang secara teoritis akan membentuk awan aerosol yang dapat menginfeksi orang lain.

 

2. Apa yang harus dilakukan dengan masker kain?

Karena masker kain bisa digunakan berulang, pencucian harus dilakukan secara rutin untuk memastikannya selalu bersih. Menurut Cassandra, masker harus segera dicuci setelah digunakan. Saat melepasnya, lipat menjadi dua bagian dalam yang mengandung sisa pernafasan dan masukkan ke tempat cuci yang tertutup jika tidak bisa mencucinya dengan segera.

Dia juga menyebutkan jika tidak perlu untuk mencucinya secara terpisah dengan pakaian yang lain. “Jika kalian memasukkannya ke mesin cuci dengan pengering, ini seharusnya cukup efektif untuk membunuh virus,” ujar Cassandra. Air yang digunakan dalam pencucian harus hangat ataupun panas.

Terakhir, perhatikan kerapatan kain setiap akan digunakan ketika menggunakan bandana atau masker kain buatan sendiri. Sebab, dengan pencucian yang berulang, mereka dapat menipis seiring berjalannya waktu.

Hal ini bisa menurunkan kemampuan masker dalam menghalangi penularan. “Jika kalian rasa sudah menipis, mungkin ini saatnya untuk membuat masker baru agar mendapatkan perlindungan lebih baik,” tambahnya.


3. Apa yang harus dilakukan dengan masker N95?

Cara terbaik untuk mendesinfeksi respirator N95 masih terus dikembangkan. Namun sebuah penelitian di National Institute of Health (NIH) memvalidasi empat jenis metode bagi para petugas medis untuk mendesinfeksi masker N95. Keempatnya adalah dengan menggunakan sinar UV, semprotan ethanol 70 persen, panas 158 derajat fahrenheit, dan penguapan hidrogen peroksida (VHP).

Penelitian itu menyebut jika menggunakan semprotan ethanol akan membuat masker rusak dalam dua kali desinfeksi. Sementara suhu panas dan sinar UV merusak materi setelah tiga sesi. VHP pun disebut menjadi pilihan yang cukup aman untuk mempertahankan kerapatan masker hingga tiga kali penggunaan kembali dan sesi desinfeksi.

Tapi harus diingat, masker ini dirancang untuk sekali pakai. Semakin lama disimpan dan digunakan, masker akan kehilangan kemampuan filtrasi hingga kemampuan bernafas. “Bergantung dari apa yang kalian sadari, kalian harus memeriksanya sebelum digunakan untuk memastikan masker masih menutup dengan baik dan pas di wajah,” ujar Cassandra.

Jika kalian akan membuang respirator N95, lakukan hal yang sama seperti saat membuang masker medis. Bungkus dengan tisu atau kantong plastik. Kemudian buang pada tempat sampah yang tertutup.(*)

Related Articles
Current Issues
Punya 4 Barang Ini? Tambahkan di Masker Kainmu, Bisa Jadi Filter Ampuh!

Current Issues
Masker Pintar Ini Dapat Memurnikan Udara Hingga 99,9 Persen

Current Issues
Musim Panas Datang, Akankah Virus SARS-Cov-2 Jadi Tak Berdaya?