Current Issues

Para Ahli Medis Menjawab Pertanyaan Umum Seputar Penularan Covid-19

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 19th 2020

Banyak orang yang takut jika virus korona akan menempel di pakaian, sepatu, koran dan benda-benda apapun di sekitar mereka yang berasal dari luar rumah. Banyak pula yang bingung bagaimana mengeliminasi kemungkinan adanya virus di benda-benda tersebut.

Tidak sedikit juga yang bertanya-tanya, meskipun pakai masker, apakah ada kemungkinan virus menempel di rambut, atau bahkan jenggot. 

Beberapa ahli penyakit menular, ilmuwan dan mikrobiolog menjawab berbagai pertanyaan yang paling sering terlontar selama pandemi Covid-19 ini. 

Perlukah Mandi Setiap Pulang dari Luar Rumah? 

Salah satu hal yang sering dilakukan semua orang selama pandemi Covid-19 adalah mandi dan berganti pakaian langsung setelah pulang dari bepergian. Ternyata menurut ahli kesehatan, jika seseorang melakukan pembatasan sosial dan hanya bepergian ke luar rumah sesekali dan sebentar saja, maka dia tidak perlu mandi saat pulang ke rumah.

Meski demikian, mencuci tangan dengan sabun tetap wajib dilakukan, karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering berkontak fisik dengan sekitar. Walau virus korona terbukti dapat menyebar lewat partikel di udara, sebagian besar partikel yang ditempeli virus ini akan jatuh ke tanah dan tidak bertahan lama di udara terbuka.

Penelitian membuktikan bahwa partikel yang ditempeli virus korona dapat bertahan di udara selama setengah jam dan jarang menempel di pakaian.

"Percikan bersin yang kecil dapat melayang di udara selama beberapa saat, namun kemungkinan tidak akan menempel di pakaian karena teori aerodinamika," ujar Lindsey Marr, ilmuwan di Virginia Tech. "Partikel udara tersebut terlalu kecil dan kemungkinan akan tergeser menyingkir saat seseorang melewatinya."

"Partikel tersebut bergerak mengikuti arus udara di sekitar tubuh seseorang," tambah dr. Marr. "Saat kita bergerak, udara di sekitar kita terdorong menjauh, begitu pula partikel bersin dan virus yang menempelinya. Kecuali jika seorang pembawa virus ini memang bicara keras, batuk atau bersin di depan seseorang, baru partikel tersebut akan menempel di pakaian."

 

Apakah Virus Ini Dapat Menempel di Rambut dan Jenggot?

Sesuai dengan jawaban pertanyaan sebelumnya, siapa pun tidak perlu cemas soal hal yang satu ini. Dengan catatan, ia melakukan pembatasan sosial. Meski ada seseorang bersin di belakangmu, droplet atau percikan liur yang menempel di rambutmu kemungkinan tidak akan menyebabkan infeksi virus korona.

"Kita harus paham bagaimana proses seseorang dapat terkena infeksi," ujar dr. Andrew Janowski, instruktur pediatrik penyakit menular di Washington University School of Medicine.

"Seseorang harus bersin, dan mereka harus memiliki sejumlah besar virus yang dikeluarkan lewat bersin tersebut. Itu berarti, harus ada sangat banyak percikan bersin yang menempel di badanmu. Setelah itu, kamu harus menyentuh bagian dari rambut atau pakaianmu yang ditempeli percikan bersin tersebut, yang kemungkinan partikel virusnya sudah sangat banyak tereduksi," ujar dr. Janowski.

"Setelahnya pun, kamu perlu menyentuh wajahmu untuk menciptakan kontak antara kamu dan virus tersebut. Semua itu perlu terjadi dengan secara runut, sehingga risiko terjadinya (infeksi) sangat rendah."

 

Perlukah Kita Berhati-hari Saat Mencuci Pakaian yang Mungkin Ditempeli Virus?

Jawabannya sangat bergantung pada pakaian siapa yang dicuci.

Tidak perlu cemas saat mencuci pakaian secara rutin, lakukan saja seperti biasa. Beberapa jenis virus seperti norovirus memang agak sulit dibersihkan, namun virus korona, sama seperti virus flu, memiliki lapisan membran berlemak yang sangat rentan terhadap sabun.

Mencuci pakaian dengan deterjen dan mengeringkannya seharusnya sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan virus tersebut. Menurutnya, virus yang menempel di pakaian dapat disingkirkan dengan mengibaskan pakaian tersebut di udara terbuka, tapi hal tersebut (virus di pakaian kotor) tidak perlu dicemaskan.

"Kecuali jika jumlah virus yang menempel di pakaian tersebut cukup banyak, atau lebih tepatnya jauh lebih banyak daripada yang mungkin menempel di tubuh seseorang yang hanya bepergian ke luar rumah untuk berbelanja di toko," jelas dr. Marr.

Tetapi terdapat pengecualian jika kamu sering berkontak dengan orang yang sakit. Para ahli kesehatan merekomendasikan kamu untuk memakai sarung tangan saat bersih-bersih di sekitar lingkungan orang sakit, serta tidak mengibaskan sprei dan pakaian orang sakit tersebut di ruangan tertutup. Gunakan air hangat untuk mencuci pakaian dan spreinya, kemudian keringkan.

Pakaian dan selimut orang sakit dapat digabungkan dengan cucian pakaian lainnya dari orang yang tidak sakit. Dan tanpa mencucinya pun, ada kemungkinan besar virus tersebut sudah akan mati hanya dengan menjemur kain tempatnya menempel.

Itu karena karena virus korona cenderung lebih cepat mati di permukaan kain daripada permukaan benda-benda yang lebih padat seperti kayu, logam atau plastik.

 

Berapa Lama Virus Dapat Bertahan Hidup di Permukaan Benda?

Sebagian besar informasi tentang umur berapa lama virus korona dapat bertahan hidup di permukaan benda berasal dari hasil penelitian yang dirilis The New England Journal of Medicine pada Bulan Maret lalu. Penelitian itu mengungkapkan bahwa virus korona dapat bertahan di permukaan logam dan plastik hingga 3 hari, serta 24 jam di permukaan kardus.

Sayangnya, penelitian tersebut tidak meneliti tentang permukaan berbahan serat kain. Meski demikian, banyak ahli virus berpendapat bahwa kemampuan adaptasi virus di permukaan kain memiliki kemiripan dengan kemampuan adaptasinya di permukaan kardus.

Material serat kardus yang bersifat menyerap membuat virus menjadi lebih cepat kering daripada di permukaan lain yang lebih keras, dan demikian pula dengan permukaan berbahan serat kain.

Penelitian tahun 2005 tentang jenis virus korona lain yang menyebabkan SARS memperkuat dugaan tersebut. Penelitian tersebut menguji sejumlah besar virus pada permukaan kertas dan serat katun.

Daya tahan virus tersebut pada permukaan kain bervariasi tergantung konsentrasi jumlah virus, mulai dari 5 menit, 3 jam hingga 24 jam. "Meski dengan jumlah konsentrasi virus yang banyak, virus cenderung mati dengan cepat pada permukaan kertas dan serat katun," demikianlah kesimpulan penelitian tersebut.

 

Haruskah Semua Orang Cemas pada Surat, Koran dan Paket yang Dikirim dari Luar Rumah?

Risiko tertular Covid-19 dengan menyentuh surat atau paket relatif rendah, dan bahkan risiko tersebut cenderung bersifat teoritis. Sejauh ini belum ada kasus penularan yang terjadi karena membuka paket atau menerima koran.

Tapi itu tidak serta-merta berarti siapa pun tidak perlu berhati-hati. Segeralah buang bungkus paket setelah menerimanya, lalu cucilah tangan langsung setelah itu. Jika masih cemas, biarkanlah dulu paket dan koran tersebut selama 24 jam sebelum menyentuhnya, sesuai saran dari penelitian New England Journal.

 

Seberapa Rentan Seseorang Tertular Saat Sedang Berjalan Pagi di Luar Rumah?

Kemungkinan tertular virus korona saat sedang berada di luar rumah relatif rendah, lagi-lagi, jika seseorang melakukan pembatasan sosial dan tetap menjaga jarak aman selama bepergian di luar rumah.

"Di luar (rumah) aman, dan tidak ada gumpalan virus yang berkumpul di udara sekitar," ujar Lidia Morawska, profesor sekaligus direktur di International Laboratory for Air Quality and Health,  Universitas Teknologi Queensland, Brisbane, Australia.

"Percikan bersin yang dikeluarkan penderita Covid-19 cenderung cepat larut di udara terbuka, sehingga konsentrasi virusnya akan menjadi insignifikan," tambah dr. Morawska.

"Di samping itu, stabilitas virus di udara terbuka lebih pendek daripada di dalam ruangan, sehingga bepergian ke luar rumah sama sekali tidak berbahaya, kecuali jika kita berada di tempat yang ramai. Tidak perlu cemas saat keluar rumah untuk mencari udara segar, dan tidak perlu mengganti atau mencuci pakaian langsung setelah pulang."

 

Perlukah Membersihkan Sepatu dengan Disinfektan Saat Baru Tiba d Rumah?

Sepatu dapat menjadi tempat bersarangnya bakteri dan virus. Pada tahun 2008, penelitian yang didukung oleh Rockport Shoes menemukan bahwa terdapat banyak bakteri pada sol sepatu.

Penelitian di Tiongkok baru-baru ini yang melibatkan pekerja medis menemukan bahwa sebagian pekerja medis di Tiongkok terdeteksi membawa virus korona di sepatu mereka.

Jika sepatumu bisa dicuci, maka cucilah. Tidak disarankan untuk menggunakan kain sekali pakai atau tisu, karena selain stoknya yang menipis di pasaran, cara tersebut juga berisiko membuat virus yang menempel di sepatu dan lantai justru berpindah ke tanganmu.

Selain itu, kamu bisa membiasakan tidak menggunakan sepatu di dalam rumah. Selebihnya, karena sepatu memang tempat bersarangnya berbagai sumber penyakit, akan lebih baik untuk tidak terlalu mencemaskan bakteri dan virus apa saja yang ada di sepatu. Cukup berfokus pada kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? ini Penjelasan Para Ahli

Current Issues
Menilik 5 Wabah Terparah Sepanjang Sejarah dan Bagaimana Mereka Diakhiri

Current Issues
Hadapi Hoaks Seputar Covid-19, WHO Rilis Aplikasi 'WHO MyHealth'