Current Issues

Meski Pakai Masker, Jangan Lantas Abaikan Social Distancing. Ini Alasannya

Dwiwa

Posted on April 19th 2020

Otoritas kesehatan telah menyarankan agar setiap orang yang keluar rumah menggunakan masker. Tidak perlu masker N95 atau medis, tetapi cukup menggunakan masker kain yang bisa dibuat sendiri di rumah.

Meski begitu, tidak berarti jika menggunakan masker maka aturan social distancing lantas diabaikan. “Penggunaan masker tidak menggantikan sosial distancing,” ujar Peter Gulick, spesialis penyakit infeksius dan profesor kedokteran di Michigan State University seperti dikutip dari Huffpost.

Dia menambahkan jika menggunakan masker darurat bisa berguna dalam situasi seperti di toko atau apotek dimana kita tidak selalu bisa menjaga jarak 2 meter. “Masker digunakan bukan untuk membuat kalian bisa bebas berdekatan dengan orang lain,” tambahnya.

Wah, memangnya kenapa ya kita tetap harus jaga jarak walau sudah memakai masker? Padahal kalau sudah pakai masker kan bagian mulut dan hidung yang bisa menularkan penyakit sudah tertutup. Nah, biar nggak penasaran, simak penjelasan ahli berikut ini.

Masker digunakan untuk membuat orang lain tidak tertular kuman kalian
Pada awal dari pandemi Covid-19, badan kesehatan dunia (WHO) maupun otoritas kesehatan lain di dunia hanya meminta orang-orang yang sakit untuk menggunakan masker. Tujuannya adalah agar orang-orang yang sakit tidak menyebarkan kuman ke orang lain.

Namun dalam perkembangannya, para ahli menemukan jika banyak orang positif Covid-19 tidak bergejala. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan jika hampir 50% dari orang dengan virus Corona mungkin tidak menunjukkan gejala.

Karena itu, semua orang saat ini disarankan untuk berlaku seperti telah terinfeksi. Caranya adalah dengan menggunakan penutup wajah saat berada di tempat umum. Dengan begitu, kalian sudah membuat orang lain aman dari kuman apapun yang mungkin kalian bawa. Jadi, ini lebih kepada melindungi orang lain.

Masker kalian mungkin tidak dapat menyaring semua virus
Menggunakan masker wajah memang lebih baik dibanding tidak menggunakan apapun. Namun ini tidak berarti menjamin kalian benar-benar aman. Terutama ketika memakai masker yang dibuat sendiri di rumah.

“Bukti menunjukkan hasil yang tidak meyakinkan terkait perlindungan dari masker kain atau bandana yang dibikin sendiri,” ujar Lili Barsky, penyedia perawatan darurat di wilayah Los Angeles. Dia menambahkan jika masker tidak melindungi mata sehingga kuman masih bisa ditularkan.

“Partikel dari Covid-19 dianggap cukup kecil untuk bisa menembus masker atau ditahan oleh kain. Bahkan untuk masker medis pun tidak bisa melindungi sampai 100%,” lanjutnya. Mantan kepala pengembangan intervensi di WHO Gary Slutkin juga menyebut jika masker, khususnya kain buatan sendiri tidak kedap udara.

“Masker (kain) memiliki banyak kebocoran udara di bagian sisinya dan sulit untuk digunakan dengan benar. Virus masih bisa menulari ketika kalian terlalu dekat,” tuturnya. Jadi jangan pernah menggantungkan semua perlindungan terhadap masker.

Ahli epidemiologi dari Program Master Kesehatan Masyarakat Universitas Walden Aimee Ferraro menyebut jika menggunakan masker tetap perlu dilakukan sebagai perlindungan tambahan untuk melengkapi langkah pencegahan lain.

Aimee mengatakan jika dalam sebagian besar kasus, virus corona menyebar melalui droplet pernapasan berukuran besar yang dapat diblokir setidaknya sebagian dengan menggunakan penutup mulut dan hidung. 

“Selain itu, konsep penurunan dampak buruk penyakit infeksi menunjukkan jika berkurangnya jumlah pathogen akan membuat tubuh lebih banyak waktu untuk mengembangkan imunitas yang efektif,” tambahnya.

Menggunakan masker wajah berarti membantu mengurangi jumlah virus corona yang dapat ditularkan. Hal ini tentu lebih baik untuk menurunkan risiko terinfeksi virus corona.

Paling penting, menggunakan masker tidak membuat kalian boleh bebas untuk berkumpul
Jika ingin melindungi diri dan komunitas dari virus corona, kalian tetap harus melakukan social distancing. Masker ataupun perlindungan lain tidak menggantikan ruang penting yang tetap kalian harus jaga daru irang lain.

“Setiap orang yang melakukan isolasi diri mengurangi risiko menulari orang lain secara dramatis. Dalam 30 hari, seseorang yang tidak melakukan isolasi diri akan dapat menginfeksi ratusan orang. Dengan mengurangi kontak fisik hingga 75%, individu tersebut hanya berisiko menulari 2,5 orang,” ujarnya.

David Fein, pendiri sekaligus direktur di Princeton Longevity Center menekankan jika menggunakan masker dapat membantu mengurangi penyebaran virus, tetapi tidak benar-benar membuat kalian aman. Melakukan social distancing bersama dengan langkah preventif lain seperti menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir merupakan cara paling baik untuk memperlambat penyebaran virus. 

Jadi, tetap upayakan stay at home jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak ya. 

Artikel Terkait
Current Issues
Jangan Pegang Bagian Depan Masker! Ini Alasannya

Current Issues
Musim Panas Datang, Akankah Virus SARS-Cov-2 Jadi Tak Berdaya?

Current Issues
Punya 4 Barang Ini? Tambahkan di Masker Kainmu, Bisa Jadi Filter Ampuh!