Current Issues

Mengenal "Pasar Basah" yang Diduga Menjadi Titik Awal Persebaran Coronavirus

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 17th 2020

Istilah "pasar basah" menjadi sering dipakai semua orang, berbarengan dengan munculnya Coronavirus. Pasar basah dinilai menjadi titik awal menyebarnya Coronavirus, tepatnya dari sebuah pasar basah bernama Huanan di Wuhan, Tiongkok.

Pasar basah tidak jauh berbeda dengan jenis pasar tradisional biasanya. Para pedagang di pasar basah biasanya berjualan di emperan yang tidak ditutupi tembok, dan mereka menjual daging, buah, sayuran dan makanan laut yang masih segar.

Istilah 'basah' dipakai untuk menggambarkan kondisi pasar yang memang selalu basah karena genangan air, darah hewan sembelihan dan lelehan es balok. Pedagang daging di pasar basah biasanya menyembelih hewan dagangannya langsung di pasar basah saat ada yang memesan. Tipe pasar ini sangat gampang ditemui di seluruh Tiongkok.

Namun yang berbeda dari Pasar Huanan adalah pasar ini biasanya menjual daging hewan liar, seperti daging ular, berang-berang, landak, buaya dan sebagainya.

Isu tentang keberadaan pasar Huanan dan daging tidak biasa yang diperdagangkan di sana kini menjadi pembicaraan banyak orang, termasuk politisi-politisi di Amerika Serikat. Mereka kini menuntut Tiongkok untuk menutup pasar-pasar basah mereka yang diketahui menjual daging hewan liar.

Tiongkok sebelumnya tidak pernah menutup pasar basah mereka, karena pasar basah merupakan sumber mata pencaharian sekaligus penyedia bahan makanan bagi banyak warganya. Akan tetapi keadaan tersebut berubah pada 26 Januari lalu saat pemerintah Tiongkok mulai melarang perdagangan dan konsumsi daging hewan liar sebagai makanan. Salah satu imbasnya adalah ditutupnya Pasar Huanan sampai sekarang.

Setelah karantina wilayah di berbagai wilayah Tiongkok perlahan dihentikan, beberapa pasar basah di Tiongkok kini sudah kembali beroperasi, namun tanpa menjual daging hewan liar. Pada 14 April lalu, Tiongkok membuat pengecualian larangan perdagangan hewan liar untuk hewan peliharaan, obat-obatan tradisional dan perabotan rumah tangga.

Konsumsi daging hewan liar memang meningkatkan potensi menyebarnya penyakit dari tubuh hewan liar ke tubuh manusia. Beberapa penyakit mematikan lainnya yang disebabkan virus dari hewan liar antara lain Ebola dan HIV. Selain lewat konsumsi sebagai makanan, penularan penyakit juga dapat terjadi dalam proses perdagangan dan penyembelihan hewan liar.

Apalagi, virus dapat menyebar dengan mudah terutama jika hewan liar yang diperdagangkan tersebut sedang sakit atau disekap dalam kandang yang sempit dan kotor. Ketika hewan liar berada dalam kondisi sakit, virus patogen dapat menginfeksi mereka, menyalin kode genetik mereka dan bermutasi dengan cara tersebut agar mereka dapat menginfeksi spesies lain. Dalam kasus Covid-19, virus dapat berpindah dari tubuh hewan liar ke manusia lewat cairan tubuh hewan liar.

Selain diperdagangkan dalam bentuk daging mentah, hewan liar juga berpotensi menularkan penyakit ke manusia lewat produk olahan lain, seperti ornamen karpet dan ukiran yang berbahan baku bagian tubuh hewan liar.

Contohnay pada 2007, di mana seorang pengrajin drum dan putranya di Connecticut, Amerika Serikat, tertular anthrax dari kulit kambing bahan pembuatan drum yang mereka impor dari Papua Nugini. Bahan kulit tersebut ternyata membawa bibit anthrax yang masih hidup.

Selain produk olahan hewan liar, hewan peliharaan juga dapat menularkan penyakit karena membawa bakteri atau virus di dalam tubuhnya, seperti kura-kura Brasil yang biasanya membawa bakteri salmonella penyebab diare.

Meski demikian, masih banyak orang yang salah mengartikan 'pasar basah' sebagai 'pasar hewan liar'. Padahal, tidak semua pasar basah memperdagangkan daging hewan liar untuk keperluan konsumsi. Di samping, penjualan hewan liar saat ini lebih banyak dilakukan secara daging, bukan di tempat terbuka seperti pasar basah.(*) 

 
Artikel Terkait
Current Issues
Tak Hanya Paru-Paru, Penelitian Ini Sebut Covid-19 Bisa Merusak Organ Lain

Current Issues
Facebook dan YouTube Tindak Tegas Penyebar Hoaks Sinyal 5G-COVID-19

Current Issues
Sirkulasi Udara di Pesawat Lebih Aman dari Coronavirus Dibanding di Restoran