Current Issues

Ilmuwan NASA 'Jelajahi' Mars Secara Remote dari Rumah Masing-masing

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 16th 2020

WFH (work from home) selama pandemi Covid-19 sepertinya tidak hanya berlaku kepada pegawai-pegawai kantoran biasa. Ilmuwan-ilmuwan lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, NASA, juga mau tidak mau harus melakukan WFH karena terdampak pandemi Covid-19.

Sejak 20 Maret lalu, tim ilmuwan NASA yang bertugas di Laboratorium Penggerak Jet di California bagian selatan terpaksa tidak 'ngantor' untuk sementara waktu. WFH bagi ilmuwan NASA sama sekali berbeda dengan pekerjaan lain, karena mereka bertugas mengoperasikan satelit Curiosity yang saat ini berada di permukaan Planet Mars, dari rumah mereka masing-masing.

Pekerjaan tersebut jadi lebih sulit dilakukan, karena untuk memprogram setiap gerak-gerik robot penjelajah Mars, setidaknya dibutuhkan 20 orang dengan peran yang berbeda-beda, sementara semua anggota tim ilmuwan tersebut tidak bekerja dari satu tempat yang sama. Agar tercipta koordinasi yang baik, seluruh anggota tim dilengkapi dengan peralatan komunikasi seperti headset, monitor dan lain-lain. Sisanya, adalah adaptasi dan improvisasi mereka dalam menuntaskan tugasnya secara kompak.

Operator robot penjelajah harus menggunakan kacamata tiga dimensi khusus untuk dapat mengendalikan Curiosity di permukaan Mars secara optimal. Kondisi tersebut membutuhkan komputer JPL, yang tidak dimiliki tim ilmuwan saat WFH. Tim ilmuwan NASA pun untuk sementara hanya bisa bergantung dengan kacamata 3D biasa agar mendapatkan penglihatan yang cukup baik dari kamera robot penjelajah Mars.

Dalam berkomunikasi, tim NASA mengandalkan aplikasi video conference yang dapat memuat semua anggota tim yang terlibat. Kepala Tim Operasi Sains, Carrie Bridge mengatakan bahwa ia terus-menerus memastikan agar skema kerja ilmuwan NASA selama WFH dapat berjalan semulus mungkin, termasuk soal penayangan empat video conference di waktu bersamaan selama pekerjaan berlangsung.

"Kami biasanya semua berada dalam satu ruangan, berbagi layar, gambar, dan data. Orang-orang berbicara dalam kelompok-kelompok kecil dan satu sama lain dari seberang ruangan," kata Alicia Allbaugh, yang memimpin tim ini.

Namun kabar baiknya, hanya dua hari setelah mereka bekerja secara remote, ilmuwan NASA berhasil mengarahkan Curiosity untuk mengebor salah satu sampel batu di sebuah wilayah Mars yang bernama 'Edinburg'. Belum diketahui sampai kapan tim ilmuwan NASA akan bekerja secara remote.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
NASA Tentukan Lokasi Pendaratan Manusia Pertama di Mars

Current Issues
Elon Musk: Penjelajah Mars Pertama Mungkin Tidak Kembali Hidup-Hidup

Current Issues
30 Tahun Teleskop Hubble Menjelajah Antariksa