Current Issues

Bosan Diam Di Rumah? Coba Ikuti 9 Tips Isolasi Diri Dari Astronot Ini

Dwiwa

Posted on April 15th 2020

Kasus corona virus disease 2019 (Covid-19) semakin meluas. Jumlah orang yang dinyatakan positif terus meningkat setiap hari, begitu juga dengan jumlah orang yang meninggal. Hal ini membuat otoritas kesehatan dan pemerintah menyerukan untuk melakukan isolasi diri agar pandemi ini bisa segera dihentikan.

Nah, buat kalian yang sudah mulai merasa bosan, mungkin bisa mencoba tips yang diberikan oleh Kjell Lindgren dan Jocelyn Dunn seperti yang dikutip dari BBC berikut. Lindgren merupakan astronot yang menghabiskan waktu selama 141 hari di International Space Station bersama 5 kru.

Sedangkan Dunn adalah human performance engineer yang menghabiskan waktu 8 bulan untuk hidup di dalam kubah habitat bersama lima orang volunter. Kegiatan ini sebagai bagian dari simulasi penjelajahan luar angkasa Hawaii (Hi-Seas) di tahun 2014 dan 2015.

1. Tetap sibuk dan buat jadwal

Hal pertama yang harus kalian lakukan agar tidak bosan saat isolasi adalah tetap sibuk dan membuat jadwal. Lindgren menceritakan jika selama dalam misi di ISS, dia dan kru membuat jadwal yang cukup padat untuk melakukan eksperimen, pemeliharaan, melakukan panggilan, makan, dan lain-lain.

“Melakukan suatu pekerjaan yang berarti dapat membuat waktu berjalan lebih cepat,” ujarnya. Bagi yang bisa bekerja dari rumah, itu adalah hal yang menguntungkan. Sebab kalian tetap bisa sibuk selama menghadapi pandemi ini.

Sementara Dunn menyarankan agar membuat jadwal untuk aktivitas berbeda dalam sehari seperti melakukan olah raga atau berjalan jalan ringan. Biasanya ketika orang bekerja dari rumah, banyak yang melakukan pekerjaan terus menerus tanpa istirahat.

 

2. Jangan memikirkan hal negatif dan maafkan dirimu saat membuat kesalahan

Lindgren masih ingat betul saat dirinya membuat kesalahan pada mesin olah raga dalam Ekspedisi 44/45. Karena kesalahannya, dia bersama kru harus mengatur ulang alat olah raga. Hal itu rupanya membuat Lindgren merasa kecewa dengan dirinya sendiri.

“Tetapi mereka mengatakan kepadaku agar tidak perlu merasa bersalah atau kemampuanku yang lain juga akan terdampak. Sikap seperti itu membuat kami bisa bertahan dengan baik di luar angkasa, dan aku pikir juga berlaku untuk saat ini,” jelasnya.

 

3. Lakukan komunikasi dengan orang terdekat

Hal penting yang juga harus dilakukan selama isolasi adalah melakukan komunikasi rutin dengan orang yang tinggal bersama kita. “Penting untuk mengelola harapan dan membicarakannya secara teratur tentang hal itu,” ujar Lindgren.

Sementara Dunn menceritakan jika selama dalam misi simulasi di Hi-Seas, kru membagi jadwal untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Setiap hari Minggu mereka juga melakukan diskusi tentang apa yang telah dilakukan sepanjang minggu. Ajang tersebut juga dipandang sebagai tempat paling aman untuk menuangkan rasa frustasi yang dialami.

 

4. Lakukan hal menyenangkan dengan orang rumah tetapi juga siapkan waktu untuk sendiri

Lindgren menyebutkan jika selama dalam misi di luar angkasa, ada banyak hal menyenangkan yang dilakukan bersama dengan kru. Misalnya saja makan bersama ataupun menonton film. 

“Seperti rumah kita saat ini, ruang angkasa juga laboratorium sekaligus rumah kami. Jadi kami harus menemukan cara untuk bersenang-senang besama. Tetapi juga penting untuk membaca situasi. Terkadang orang membutuhkan waktu sendiri untuk mengurangi tekanan,” tutur Lindgren.

Saat ini, Lindgren dan keluarganya mencoba untuk menjadwalkan aktivitas seperti menonton acara TV mingguan. Dia menyebut jika semua hal yang berbeda dari pekerjaan bisa membantu. Misalnya saja melakukan video call dengan orang terkasih.

Sementara itu, Dunn juga mengingatkan untuk selalu menyediakan waktu untuk diri sendiri. “Satu hal yang didapat dari simulasi Hi-Seas adalah pentingnya me time di situasi terbatas. Tidak apa-apa untuk mengatakan saya perlu waktu sendiri 30 menit untuk meditasi atau menulis jurnal,atau sekadar tidak berbicara dengan siapapun,” jelas Dunn.

5. Berolah raga

“Olah raga sangat penting. Terutama ketika kita sedang dalam kondisi stress akibat situasi ini. Latihan akan membuat kita bisa melepas stres fisik dan psikologi,” ujar Lindgren.  Dia pun menceritakan selama dalam misi di luar angkasa, waktu yang dihabiskan untuk berolah raga membuat misi jadi terasa lebih cepat.

Saat ini pun, Lindgren masih rutin melakukan olah raga bersama rekan-rekannya sesama astronot sekali seminggu melalui video call. Dia pun menyarankan untuk menjadwalkan waktu khusus berolah raga. Sebelum melakukan olah raga ada baiknya menyimpan video olahraga di komputer, dan menyiapkan peralatan ataupun pakaian khusus.

6. Identifikasi tingkat stress

Dalam penelitian tingkat stress yang dilakukan oleh Dunn terhadap kru yang mengikuti simulasi selama 8 bulan dan satu tahun, ditemukan adanya kemiripan. Semua orang memiliki stres biologi yang tinggi tetapi stres yang dirasakan rendah saat memulai simulasi ini.

Akan tetapi ketika masuk ke bulan keenam, baik yang dirasakan ataupun biologi sama-sama berada dalam level stress yang tinggi. Di waktu yang sama, orang-orang mulai mengubah kebiasaan tidur untuk menghindar satu sama lain.

Penelitian Dunn ini juga menemukan jika detak jantung saat bangun dapat menjadi indikator yang baik untuk stres biologis ataupun yang dirasakan. Ketika kalian sudah memiliki hormon stress yang tinggi, entah itu karena isolasi ataupun faktor lain, detak jantung yang tinggi mewakili tingkat stres kronis secara keseluruhan. Jika detak jantung mengalami peningkatan terus menerus, strategi yang dilakukan harus ditingkatkan.

7. Persiapkan untuk konflik yang mungkin terjadi

Penelitian Dunn memperlihatkan jika dalam kurun waktu 6 bulan, orang-orang jadi cenderung lebih konfrontatif dan mengeluarkan rasa frustasi mereka. Fenomena yang biasa disebut peneliti sebagai fenomena kuartal ketiga ini terjadi ketika orang mulai merasa tidak akan ada akhir dan semua kesenangan hilang.

“Kalian mungkin membutuhkan motivasi intrinsik atau ekstrinsik agar tetap bisa berperilaku dan berhubungan baik dengan orang-orang yang tinggal bersama,” papar Dunn. Dia menyebut jika orang-orang cenderung mengisolasi diri lebih lama di kuartal ketiga, yang melanggengkan suasana hati mereka yang buruk. Jadi, rasanya penting untuk tetap melakukan kontak rutin dengan teman dan keluarga, bahkan ketika kalian tidak lagi menyukainya.

8. Siapkan mental untuk kondisi yang mungkin berlangsung lama

Satu hal yang sangat membedakan kondisi saat ini dengan apa yang dialami para astronot adalah waktu berakhir. Para astronot selalu tahu kapan misi mereka dimulai dan berakhir. Mereka juga sudah mendapatkan bekal yang cukup untuk menghadapi situasi selama misi berlangsung.

“Sayangnya, orang-orang mengalami semua kejadian ini tanpa persiapan, jadi mereka harus mulai belajar untuk menghadapi stress dalam perjalanannya,” ujar Lindgren. Bahkan bagi seorang astronot, adanya perubahan jadwal dalam misi mereka akan menjadi sesuatu yang sulit.

Dia pun menyarankan agar orang-orang menyiapkan mental untuk isolasi yang lebih lama dan merasa lebih senang ketika pengurangan pembatasan terjadi. “Ini tidak sesulit ketika kalian melakukan hal sebaliknya,” kata Lindgren.

9. Ingatkan dirimu tentang fungsi dari isolasi ini

Misi kita di bumi saat ini adalah untuk menjaga kesehatan dan keamanan orang terkasih dan komunitas secara luas dari Covid-19. “Jika kalian berpikir tentang melakukannya bersama untuk menyelesaikan krisis dibanding menjadi asing untuk satu sama lain, keuntungan yang diperoleh akan luar biasa,” tutur Lindgren.

Maksudnya adalah kita harus memprioritaskan perlindungan diri, atau mempersiapkan diri menyelesaikan sesuatu seperti saat kita berada dalam misi, misalnya tidur, makan dengan baik, dan berolahraga. Ini akan membantu orang-orang yang tinggal bersama kita dan masyarakat secara luas.

“Akan lebih mudah ketika kita melihat krisis ini sebagai sebuah kelompok dibanding individu. Di dalam keluarga, kita semua adalah kru, tetapi kita juga sebuah kru di masyarakat, negara dan juga komunitas global,” tambahnya.

Artikel Terkait
Current Issues
Peneliti MIT Sebut Jarak 2 Meter Masih Belum Aman dari Penularan Coronavirus

Current Issues
WHO Resmi Sebut Coronavirus Berasal dari Hewan, Bukan Kebocoran Laboratorium

Current Issues
Jangan Pegang Bagian Depan Masker! Ini Alasannya