Interest

Kerahkan Pocong hingga Robot Demi Pastikan Warga Berdiam di Rumah

Dwiwa

Posted on April 15th 2020

Corona virus disease 2019 (Covid-19) telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Data Worldometers per hari ini sudah mencatat lebih dari dua juta orang dinyatakan positif, sementara 126,754 orang meninggal dunia. WHO bahkan menyebut jika penyakit yang disebabkan oleh SARS-Cov-2 ini 10 kali lebih mematikan dibanding pandemi flu babi.

Berbagai kebijakan pun dikeluarkan oleh otoritas kesehatan untuk mencegah virus ini semakin meluas. Mulai dari rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, hingga aturan agar orang-orang tetap di rumah aja.

Sayangnya, kebijakan tersebut tidak selamanya dipatuhi oleh masyarakat, terutama aturan untuk tetap diam di rumah. Kondisi badan yang sehat membuat orang-orang merasa bosan dan jenuh berdiam di rumah. Mereka pun berpikir jika keluar sebentar tidak akan membuat mereka sakit.

Untuk mengatasi orang-orang seperti itu, beberapa negara memilih untuk menggunakan cara unik agar membuat warga mereka tetap di rumah. Mulai dari karakter fiksi hingga hantu dikerahkan untuk mencegah orang-orang berkeliaran.

Pocong di Indonesia

Salah satu negara yang masih banyak ditemukan warga bebas berkeliaran adalah di Indonesia. Beberapa dari mereka memang terpaksa harus keluar rumah untuk bisa makan. Tetapi sebagian lagi ingin keluar rumah hanya karena bosan dan rindu nongkrong di kafe atau jalan-jalan ke mal.

Nah, untuk menghalau orang-orang jenis kedua, ada cara unik yang dilakukan oleh warga Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Agar warganya tidak keluar rumah sesuka hati, warga di kabupaten Sukoharjo merekrut pocong untuk menjaga gerbang masuk kampung. Tentu saja bukan pocong asli yang bangkit dari kubur, melainkan manusia yang memakai kostum.

Pocong-pocong ini dengan setia berjaga di depan gerbang, mengingatkan para warga ketika mereka akan keluar masuk kampung. Setiap beberapa hari sekali, pocong-pocong ini akan keluar dan melompat-lompat di sekitar jalan lingkungan desa Kepuh Sukoharjo.

Keberadaan pocong ini juga sempat viral lho di beberapa media internasional. Bahkan di Korea Selatan, pocong mendadak tenar. Alih-alih merasa takut, warga Korea justru menyebut pocong ini menggemaskan dan lucu. Waduh, mereka belum pernah aja ketemu sama pocong asli ya.

 

Robot Dalex di Inggris

Jika Indonesia memakai pocong, di Inggris karakter jahat dari serial TV populer Doctor Who, Dalex, dijadikan alat untuk membuat orang-orang tetap di rumah. Dalek tersebut berkeliling di jalanan wilayah Teluk Robinhood di dekat Whitby.

“Atas perintah Daleks, semua manusia harus diam di rumah. Semua manusia harus mengisolasi diri,” teriak Dalek saat meluncur di sepanjang jalan. Menurut keterangan Twitter Polisi Tayside di Skotlandia, aksi tersebut merupakan bagian dari rekan-rekan mereka di divisi Skaro untuk memastikan agar semua orang mematuhi aturan tentang isolasi dan physical distancing.

Doctor Who sendiri adalah serial TV populer yang tayang di Inggris sejak tahun 1963. Serial ini telah berlangsung selama puluhan tahun di Inggris sehingga memiliki karakter yang kuat bagi masyarakat setempat. Tidak heran ketika aksi Dalek diunggah di Twitter, banyak orang yang mengingat kembali momen menyeramkan ketika karakter ini muncul.

 

Helm Corona di India

Berbeda lagi dengan para polisi di India. Agar warga masyarakat tetap diam di rumah, beberapa anggota polisi melakukan patroli dengan menggunakan helm yang telah dimodifikasi seperti wujud virus Corona.

Penggunaan helm ini dimaksudkan agar warga lebih mematuhi aturan diam di rumah dan himbauan yang dilakukan polisi saat berpatroli. Selain itu, polisi ingin menekankan jika virus Corona bukanlah ancaman yang main-main. Berdiam diri di rumah adalah cara paling sederhana untuk bisa membantu mengatasi pandemi.

Penggunaan helm Corona merah seram tersebut dilakukan oleh anggota kepolisian Tamil Nadu, Chennai, India. Selain itu, di kota Hyderabad, polisi juga membagikan helm berbentuk virus Corona kepada polisi lalu lintas untuk membuat warga lebih sadar akan pentingnya diam di rumah.

 

Kuburan Masal di Ukraina

Hampir mirip seperti di Indonesia, pemerintah di Ukraina juga menggunakan kematian sebagai upaya untuk membuat warganya tetap diam di rumah. Jika Indonesia menggunakan hantu, pemerintah kota Dnipro justru menyiapkan ratusan lubang makam untuk mengantisipasi melonjaknya kasus jika warga masih ngeyel berkeliaran.

Setidaknya sudah lebih dari 600 lubang makam yang digali untuk antisipasi lonjakan korban Covid-19. Selain lubang makam, pemerintah juga mengungkapkan jika ribuan kantong plastik telah disiapkan untuk menyimpan jenazah korban virus Corona.

Tidak hanya sebuah pernyataan belaka, foto dan video yang memperlihatkan pengerjaan liang lahat juga turut dipublikasikan. Beberapa pekerja terlihat sibuk menggali lubang di sebuah lapangan besar di dekat hutan.

 

Jadi, mana yang menurut kalian paling seram? Ketemu pocong saat keluar rumah atau sudah disiapkan kuburan jika nekat keluar rumah? 

Related Articles
Current Issues
Alat Rapid-test Murah dan Bisa Dilakukan di Rumah Ciptaan Orang Indonesia

Interest
Disiplinkan Warga agar Diam Di Rumah, Robot Dalek Lakukan Patroli di Inggris

Current Issues
WHO: Tak Ada Bukti Orang Sembuh dari Covid-19 Jadi Kebal terhadap Infeksi Kedua