Current Issues

Hadapi Hoaks Seputar Covid-19, WHO Rilis Aplikasi 'WHO MyHealth'

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 14th 2020

Selain dengan memelihara kesehatan dan menghindari interaksi fisik yang tak perlu, cara lainnya untuk memerangi penyebaran Covid-19 adalah dengan memberantas hoaks dan menyebarkan berita-berita informatif seputar virus tersebut. Atas dasar itulah, World Health Organization (WHO) baru-baru ini mengambil langkah alternatif tersebut dengan meluncutkan aplikasi Android, iOS, dan 'web based' yang berfungsi memberikan tips, peringatan dan semua informasi seputar Covid-19 selama pandemi berlangsung.

Aplikasi yang diperkenalkan dengan nama WHO MyHealth awalnya digagas oleh tim sukarelawan ahli yang sebelumnya telah membangun aplikasi yang dengan nama WHO Covid App Collective. Tim sukarelawan ini berisi para mantan pekerja Google dan Microsoft, penasihat dan duta besar WHO, beserta tenaga ahli lainnya dari berbagai latar belakang.

Berdasarkan roadmap pengembangan aplikasinya, tim pengembangnya merilis versi awal dari WHO MyHealth untuk Android dan iOS pada 30 Maret lalu. Namun karena aplikasi ini dibuat sebagai open source, semua orang dapat mengakses versi paling baru dari aplikasi ini setiap saat.

Informasi seputar Covid-19 pada aplikasi ini kurang lebih sama seperti yang bisa didapatkan dari Chatbot Whatsapp WHO. Tim pengembang aplikasi 'WHO MyHealth' juga berencana mengembangkan notifikasi peringatan berbasis lokasi keberadaan pengguna aplikasi, serta fitur lainnya yang membuat para pengguna aplikasinya dapat melakukan diagnosis Covid-19 secara mandiri.

Pada tanggal 11 April lalu, aplikasi WHO MyHealth berganti nama menjadi WHO COVID-19 setelah di-update. Update terbaru tersebut juga termasuk pemeriksaan UI dalam menampilkan fakta dan tips seputar cara melindungi diri dari pandemi Covid-19.

Aplikasi ini juga memberikan informasi terkini tentang jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia, jumlah korban kematian karena Covid-19 di seluruh dunia, serta pranala untuk mendonasikan dana bantuan ke Covid-19 Solidarity Response Fund WHO.

Belakangan muncul gagasan untuk melibatkan riwayat lokasi perjalanan atau tempat persinggahan dari para penderita Covid-19 yang menggunakan telepon pintar dalam fitur contact tracing. Meski demikian, ide ini berbenturan dengan ketentuan privasi yang berlaku bagi para pengguna ponsel, sehingga belum diketahui apakah fitur ini akan benar-benar dirilis atau tidak.

Beberapa anggota Google's Flutter dan tim Dart secara sukarela mendampingi dan membimbing pengembangan apliasi WHO COVID-19. Untuk sementara, aplikasi WHO COVID-19 baru bisa diunduh melalui Google Play Store dan mungkin baru bisa diakses pengguna iOS di App Store pada beberapa hari mendatang.(*)

Related Articles
Tech
Twitter Berlakukan WFH Permanen untuk Karyawannya

Current Issues
Aplikasi Covid-19 WHO Dirlis Bulan Ini, Bisa Dimodifikasi Negara Lain

Current Issues
Facebook dan YouTube Tindak Tegas Penyebar Hoaks Sinyal 5G-COVID-19