Current Issues

Jadi Orang Pertama yang Divaksin Covid-19, Perempuan Ini Bagikan Pengalaman

Dwiwa

Posted on April 14th 2020

Semakin merebaknya pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) membuat para ilmuwan bergerak cepat untuk menemukan obat yang tepat dan efektif. Tidak hanya itu saja, vaksin untuk mencegah penyakit ini pun sudah mulai diujicobakan pada manusia.

Dikutip dari New York Post, Jennifer Haller menjadi orang sehat pertama yang mendapatkan uji coba suntikan vaksin yang diberi nama mRNA-1273 itu. Pada 16 Maret, ibu dua anak ini mengetahui jika dirinya terpilih menjadi volunter pertama yang akan mendapatkan vaksin.

Jennifer mengatakan kepada Telegraph jika aksi tersebut adalah bentuk kontribusinya dalam menghadapi pandemi. “Tidak ada yang bisa kulakukan untuk menghentikan pandemi global ini. Kemudian aku melihat sebuah kesempatan dan berpikir, mungkin ada yang bisa kulakukan untuk berkontribusi,” ujarnya.

Tentu saja suami dan orang-orang terdekatnya khawatir saat melihat perempuan 44 tahun itu menjalani serangkaian tes medis sebelum diterima menjadi volunteer. Tapi Jennifer meyakinkan bahwa vaksin tersebut sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan saat diujicobakan pada hewan.

Ini bukan pertama kalinya keluarga Jennifer menjadi bagian dari uji coba. Saat putra mereka masih bayi juga pernah terlibat dalam beberapa penelitian medis, meski sangat berbeda dengan apa yang saat ini dilakukan oleh Jennifer. 

Dalam uji coba yang dilakukan oleh Seattle Kaiser Permanente Washington Health Research Institute ini, partisipan akan mendapatkan dua dosis vaksin yang diberikan dengan jangka waktu 28 hari. Setelah itu, mereka akan dipantau selama satu tahun.

“Ada banyak sekali risiko yang mungkin terjadi. Tetapi aku adalah orang yang sangat positif dan manfaat dari penelitian ini jauh melebihi risiko yang ada dalam  pikiranku,” kata Jennifer. Saat pria bermasker dan bersarung tangan biru menyuntik lengan kirinya dia pun tidak merasa takut.

Akan tetapi, dia terkejut saat rekaman dirinya mendapatkan vaksin muncul dalam iklan baru yang memuji kepemimpian Trump selama pandemi. Kedua anaknya, Hayden dan Ellison, merasa jika ketenaran baru sang ibu cukup keren. Mereka bahkan rajin melaporkan berapa jumlah penonton di Tiktok dan apa yang ada di Reddit. “Mereka pikir itu lucu,” ujarnya.

Para volunter dalam penelitian ini diminta untuk mencatat seluruh gejala yang dialami setiap hari selama dua minggu. Hari pertama setelah mendapatkan vaksin, Jennifer mengalami kenaikan suhu tubuh. Hari kedua lengannya terasa sakit. Tetapi semua baik-baik saja setelah itu. “Ini semudah vaksin flu biasa,” jelasnya.

Jennifer bersama dengan 44 orang dewasa lainnya dalam penelitian ini akan mendapatkan dosis kedua pada minggu depan. Sedangkan pemantaun akan berakhir pada musim semi 2021. Dia pun meyakini jika vaksin untuk penyakit mematikan ini akan segera ditemukan, entah itu lewat percobaan yang dijalaninya atau yang lain.

“Setiap kali kami mendapatkan vaksin, apapun nanti hasilnya, aku akan merasa bangga menjadi bagian dari proses ini,” ujar manajer di perusahaan teknologi start up tersebut.

Related Articles
Current Issues
AstraZeneca Siap Produksi Jutaan Vaksin Potensial Covid-19 Mulai September

Current Issues
Meski Sedang Uji Coba, Peneliti Inggris Siap Produksi Satu Juta Vaksin Covid-19

Current Issues
Ilmuwan Militer Tiongkok Catat Hasil Positif dari Uji Coba Vaksin Coronavirus