Current Issues

Covid-19 Disebut WHO 10 Kali Lebih Mematikan Dari Flu Babi

Dwiwa

Posted on April 14th 2020

Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mengumumkan jika corona virus disease 2019 (Covid-19) 10 kali lebih mematikan dibanding dengan pandemi flu babi beberapa waktu lalu. Pandemi flu babi yang terjadi antara Januari 2009 dan Agustus 2010 ini menginfeksi lebih dari 1,6 juta orang dan 18.449 meninggal dunia.

Sedangkan hingga hari ini, tercatat ada lebih dari 1,9 juta kasus positif Covid-19 dengan 119,701 kematian. Jumlah ini bahkan masih mungkin untuk mengalami peningkatan seiring dengan pandemi yang belum berakhir.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun telah memperingatkan jika kematian akibat pandemi Covid-19 saat ini telah 10 kali melampui kematian yang disebabkan oleh virus H1N1.

“Kita tahu jika Covid-19 menyebar dengan cepat dan kita tahu jika ini 10 kali lebih mematikan dibanding pandemi flu babi di 2009,” ujar Tedros. Dia pun menyebutkan jika virus ini menyebar lebih cepat di lingkungan yang ramai, seperti di panti jompo.

Di beberapa negara, jumlah penderita Covid-19 ini bahkan meningkat dua kali lipat setiap tiga hingga empat hari. Kasus Covid-19 meningkat sangat cepat sementara penurunannya jauh lebih lambat. 

Thedor pun berharap agar seluruh negara melakukan deteksi dini, pengujian, isolasi, melakukan perawatan dengan baik untuk setiap kasus, dan melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak untuk menghentikan transmisi.

“Kita hanya bisa mengatakan apa yang kita ketahui dan bertindak berdasarkan apa yang kita ketahui. Bukti dari beberapa negara memberikan kita pandangan yang jelas tentang virus ini, bagaimana perilakunya, bagaimana untuk menghentikan dan menanganinya,” ujar Tedros.

Dia juga meminta pemerintah untuk menjadikan dampak virus terhadap kesehatan manusia sebagai pertimbangan utama sebelum melonggarkan aturan social distancing. Pernyaataan tersebut keluar setelah Donald Trump mengatakan jika dia akan mempertimbangkan ulang aturan untuk tinggal di rumah.

Presiden Amerika Serikat telah berulang kali mendesak agar perekonomian segera dibuka kembali. Sementara para pejabat daerah, yang telah didukung pedoman berkekuatan hukum, merasa prihatin atas pendekatan yang dilakukan Trump dan khawatir hanya akan memperpanjang pandemi dan mengarah pada kematian yang lebih banyak.

Artikel Terkait
Current Issues
Peneliti MIT Sebut Jarak 2 Meter Masih Belum Aman dari Penularan Coronavirus

Current Issues
Gelombang Pertama Masih Berlanjut, WHO Peringatkan Covid-19 Bukan Musiman

Current Issues
Covid-19 Tembus SeJuta dalam 5 Hari, WHO Peringatkan Krisis Bakal Memburuk