Interest

Berbekal Sepeda dan Speaker, Begini Cara Rohaniawan Inggris Rayakan Paskah

Delima Pangaribuan

Posted on April 13th 2020

 
Momen Hari Raya Paskah baru saja dilewati saudara-saudara kita yang Nasrani kemarin (12/4). Nggak cuma di Indonesia, seluruh dunia juga merayakan Paskah dengan cara yang agak berbeda tahun ini karena pandemi Covid-19.
 
Nggak ada acara berkumpul di gereja dan melakukan berbagai kegiatan seperti Via Dolorosa atau mencari telur karena semua orang mematuhi imbauan physical distancing. 
 
Meski begitu, umat Kristiani berusaha supaya Paskah kali ini juga tetap mengesankan. 
 
Salah satunya dengan khotbah keliling yang dilakukan gereja-gereja di Inggris ini. Mengutip The Washington Post, ada satu vikaris gereja di Inggris yang memanfaatkan sepeda dan loud speaker untuk tetap menyebarkan pesan-pesan Paskah kepada umat yang tinggal dalam rumah.
 
Vikaris itu bernama Pat Allerton. Dia bertugas di salah satu keuskupan yang ada di Distrik Nothing Hill, London. Pada Minggu pagi saat hari Paskah, Allerton mengeluarkan sepedanya dan berbekal dua loud speaker yang terpasang di sana. Allerton mulai berkeliling di sekitar Nothing Hill untuk menyampaikan khotbah berkaitan dengan Paskah.
 
Menurut Allerton, dia dan juga vikaris lainnya di berbagai keuskupan harus memikirkan cara yang kreatif supaya tetap bisa menyampaikan firman Tuhan kepada umat. Karena semua gereja di Inggris saat ini ditutup sementara selama pandemi Covid-19. Penutupan sudah berlaku sejak 23 Maret lalu dan akan diperpanjang.
 
Jadi, alih-alih mengajak orang ke gereja, sekarang tugas rohaniawan di sana adalah membawa gereja ke rumah orang-orang. Allerton sudah berkoordinasi dengan uskupnya dan dipilihlah cara menggunakan sepeda ini. Selain bisa lebih dekat dengan umat, ini juga jadi kesempatan Allerton untuk olahraga sekalian menjalankan tugas sebagai vikaris.
 
"Aku sekarang mengendarai sepeda yang cukup besar. Aku membawa beban yang cukup berat, seperti yang bisa dilihat, dengan speaker dan pembangkit daya. Aku berjalan sendiri, berkeliling di sekitar paroki dan jalan-jalan terdekat untuk membawa sedikit harapan bagi orang-orang," kata Allerton.
 
Speaker itu, selain menyuarakan khotbah singkat, juga dipakai untuk lagu-lagu rohani dan memimpin doa yang diikuti orang-orang dari rumah. Terutama berdoa untuk para tenaga medis yang berada di garis depan. Tindakan Allerton ini rupanya membawa dampak cukup baik bagi lingkungan sekitar parokinya.
 
Salah satu yang merasakan adalah warga Nothing Hill bernama Dan Pratt. Dan Pratt baru saja kehilangan salah satu anggota keluarganya karena Covid-19. Kakeknya. Keluarganya sangat sedih karena tidak bisa menyaksikan ketika sang kakek meninggal, bahkan tidak bisa ikut memakamkan. Mendengarkan pesan Paskah dari Allerton ternyata berdampak cukup positif buatnya.
 
"Aku merasa agak emosional, tapi tindakan itu sangat, sangat baik. Itu sangat menolongku mengingat kehilangan kakek yang baru saja aku alami dan tentang apa yang terjadi (soal pandemi)," ungkap Dan. (*)  
Artikel Terkait
Current Issues
Kaum Muda Pelanggar Protokol Kesehatan Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Current Issues
Pria Asal Inggris Buat Tirai Pelukan Agar Dapat Memeluk Sang Nenek Saat Pandemi

Sport
Lima Liga Top Eropa Siap Bergulir Kembali