Current Issues

Setahun Ditemukan, Penelitian Black Hole Kini Terkendala Coronavirus

Drian Bintang

Posted on April 11th 2020

Eits, tenang bukan virusnya kok yang memengaruhi Black Hole. Benda raksasa seperti Black Hole tentu saja tidak akan terganggu dengan virus yang menjadi pandemi di salah satu planet saja. Mengingat Black Hole sendiri bisa menelan satu planet utuh-utuh. Nah yang terdampak Coronavirus ini adalah proses penelitian Black Hole tersebut.

Seperti yang kita tahu, fenomena Black Hole berhasil ditemukan para peneliti pada 10 April 2019 lalu. Setahun kemudian, penelitian akan fenomena aneh itu tidak berjalan normal. Penyebabnya tentu Coronavirus yang tengah terjadi di sejumlah belahan bumi. 

Hal ini diungkapkan oleh Shep Doeleman dari Smithsonian Center untuk Astrophysics di Cambridge dan Harvard. Dia menjelaskan, tidak ada yang memiliki imun terhadap efek Covid-19 ini. Termasuk penelitian mereka terhadap Black Hole sekali pun. "Coronavirus sudah memperlambat kerja kami," ujarnya ketika diwawancarai oleh Sciencenews.

Penelitian tahun ini sebenarnya berniat untuk mengungkap benda asing yang keluar dari Black Hole. Para peneliti menyebut benda tersebut sebagai 'speedy jets'. Disebut 'speedy jets' karena benda yang keluar dari Black Hole tersebut memiliki kecepatan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Benda ini memiliki kecepatan cahaya luar biasa. Tepatnya 99,5 persen kecepatan cahaya.

Sebenarnya, jets ini tidak dikeluarkan dari Black Hole seperti yang ditemukan oleh peneliti tahun lalu. Speedy Jets ini justru dimuntahkan oleh sebuah Supermasive Black Hole yang berukuran lebih besar dari galaksi tetangga. Galaksi tersebut bernama 3C 279. Letaknya berada di 55 Juta tahun cahaya dari Bumi. Galaksi tersebut mengirimkan Speedy Jets tersebut dengan jarak 5 miliyar tahun cahaya jauhnya. 

'Speedy Jets' yang keluar dari Supermassive Black Hole di Galaksi sebelah

Penelitian tahun ini sebenarnya dispesifikasikan untuk melihat apakah Black Hole yang ada di Milky Way atau Bimasakti memiliki kebiasaan yang sama, untuk memuntahkan sebuah benda asing berkecepatan cahaya. Peneliti juga ingin memastikan, benda apakah yang dikeluarkan dari Supermassive Black Hole galaksi tetangga.

Jika benar itu merupakan kapal luar angkasa, berarti kapal tersebut menjadi satu-satunya kapal (yang tidak dibuat manusia) yang memiliki kecepatan cahaya. Kapal tersebut, juga akan menjadi satu-satunya makhluk hidup yang berhasil selamat setelah masuk ke dalam Black Hole. Ya, kita jadi seperti ngomongin keseruan film Interstellar menjadi nyata.

Sayangnya, semua pertanyaan itu gagal dijawab tahun ini. Sebab penelitian tersebut harus tertunda karena Covid-19.

Sebenarnya, penelitian ini ingin dilakukan ketika Black Hole pertama kali ditemukan. Namun, peneliti sepakat untuk menunda penelitian mereka. Sebab mereka tidak bisa mendapatkan teleskop yang mereka butuhkan. Saat itu (hingga saat ini), teleskop tersebut berada di Meksiko.

Ketika tahun lalu hendak dibawa ke Meksiko, peneliti khawatir karena di negeri itu masih rawan kejahatan. Sebab saat ini kondisi di Meksiko sedang tidak kondusif. Para peneliti khawatir teleskop berharap itu hilang atau rusak akibat kondisi yang tidak aman. 

Akhirnya para peneliti sepakat membiarkan keadaan di Meksiko reda terlebih dahulu. Disepakati benda itu dibawa tahun depan (2020). "Itu keputusan yang bagus, mengingat kami berpikir bisa meneruskan penelitian di tahun 2020 ini," kata Doleman.

Black Hole yang ada di galaksi kita ini berada di tengah-tengah persis. Tepatnya di sebelah gugusan 'Sagitarius A*'. Gugusan ini berada di sebelah gugusan Sagitarius dan Scorpion. Letaknya, berada tepat di tengah-tengah galaksi. Jadi untuk melihat Black Hole tersebut peneliti membutuhkan sebuah teleskop yang memiliki besar sama dengan Bumi.

"Dengan sangat terpaksa dan memperhitungkan keselamatan, akhirnya kami menunda penelitian kami (tahun ini). Kami sih senang-senang saja menjadi bagian dari jalan keluar (wabah Covid-19) ini, dengan tidak bepergian sama sekali. Tapi tetap saja membuat patah hati," kata Doleman.(*)

Related Articles
Current Issues
On This Day : 10 April 2019, Foto Black Hole Pertama Dipublikasikan NASA

Current Issues
Memperingati Kelahiran Galileo Galilei dan Stephen Hawking: Apa Jasa Mereka?

Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?