Current Issues

Dukung PSBB, Grab dan Gojek Non-aktifkan Fitur Go-Ride dan GrabBike di Jakarta

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 10th 2020

 

Menyusul keluarnya Pergub Nomor 33 Tahun 2020 pada Kamis (09/04), mulai hari ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) resmi berlaku di wilayah DKI Jakarta. Salah satu poin dari Pergub dengan 28 pasal ini adalah larangan untuk berboncengan mengendarai sepeda motor di ibu kota.

Aturan ini tak hanya berlaku pada kendaraan pribadi, tapi juga untuk ojek pengangkut penumpang, termasuk ojek online alias ojol yang selama ini menjadi andalan banyak warga Jakarta dalam bepergian.

"Ojek tidak boleh antar penumpang, tetapi ojek boleh antar barang. Aturan ini dituangkan dalam Pergub tentang PSBB yang mengacu pada aturan Permenkes Nomor 9 tahun 2020," ujar Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (09/04) malam lalu.

Keesokan harinya, fitur layanan GoRide di aplikasi Gojek dan fitur GrabBike di aplikasi Grab tidak dapat diakses oleh pengguna kedua aplikasi tersebut di wilayah Jakarta. Ikon GrabBike masih dapat dipilih di aplikasi Grab, akan tetapi saat dipilih, pengguna akan dialihkan ke fitur GrabCar secara otomatis. Hal yang sama juga terjadi di aplikasi Gojek. 

Menghilangnya fitur ojek penumpang tersebut merupakan kebijakan dua perusahaan start-up tersebut demi mendukung program PSBB di Jakarta. Pemberlakuan PSBB, selain berlandaskan pada Pergub No.33, juga merupakan breakdown dari Permenkes No.9 Tahun 2020 yang sudah lebih dahulu terbit.

Pihak Grab sudah memberikan keterangannya lebih awal, tepatnya pada Senin (06/04) lalu. "Terkait kebijakan PSBB dari pemerintah, saat ini kami sedang menindaklanjuti pedoman dari Permenkes No.9/2020 dan berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, dilansir dari Liputan6.com.

Pemberlakuan peraturan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona, terutama di wilayah padat penduduk seperti DKI Jakarta. PSBB direncanakan berlangsung hingga 23 April mendatang.

Meski demikian, ojol yang tergabung dalam Gojek dan Grab masih bisa dimanfaatkan layanannya. Yakni untuk pengantaran makanan dan pengantaran barang. Untuk penumpang, masih disediakan GoCar atau Grab Car. Permintaan tiga layanan itu diduga akan meningkat, mengingat masyarakat Jakarta akan semakin sulit untuk bepergian ke luar rumah.  

 

Artikel Terkait
Current Issues
Indonesia Akan Ajak Kerjasama Negara Lain untuk Buat Vaksin. Siapakah Mereka?

Current Issues
Makin Bertambah, Kini Ada 15 Aplikasi Terintegrasi dengan PeduliLindungi

Current Issues
Jakarta PSBB Lagi, Masuk Surabaya Wajib Swab Test