Current Issues

On This Day : 10 April 2019, Foto Black Hole Pertama Dipublikasikan NASA

Kemara Gumilang

Posted on April 10th 2020

Tepat pada hari ini, satu tahun yang lalu (10 April 2019), Nasa merilis foto dari salah satu fenomena paling menakjubkan dia alam semesata, yaitu Black Hole. Dalam website resminya, NASA menyatakan hari itu mereka telah berhasil mendapatkan untuk pertama kalinya foto sebuah Black Hole. Peristiwa bersejarah tersebut berhasil diambil melalui sebuah jaringan internasional teleskop radio yang disebut Event Horizon Telescope (EHT).

Konsep dari black hole/lubang hitam sendiri sebenarnya sudah sering digaungkan lama sebelum NASA merilis gambar gambar fenomena tersebut. Salah satu fisikawan terhebat dunia, Albert Einstein (1879-1955) melalui teori relativitasnya memberikan ruang untuk penemuan konsep lubang hitam. Membalikkan teknis dari konsep relativitas merupakan awal mula penemuan konsep lubang hitam.

Namun di zaman dulu itu terlalu aneh untuk diyakaini adanya, bahkan ilmuwan – ilmuwan besar pun tak yakin bahwa lubang hitam itu ada di alam semesata ini.

Menurut NASA melalui laman resminya, lubang hitam sendiri tidak berbentuk lubang yang ada di luar angkasa, melainkan sebuah wilayah dengan tarikan gravitasi yang begitu ekstrem. Bahkan cahaya pun tidak bisa menghindari tarikan gravitasinnya.

Nasa juga mengungkapkan jika sebuah bintang yang sangat bersinar berada tepat disebelah lubang hitam, maka lubang hitam itu akan menelan cahaya bintang selamanya. "Apapun yang terlalu dekat dengan lubang hitam, maka semuanya akan tertelan," ungkap laman tersebut.

Black Hole atau Lubang Hitam ini memiliki bagian yang disebut singularity, yang sampai saat ini masih masih belum dikatahui apakah itu dan untuk bagian lainya adalah event horizon, yaitu wilayah yang memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat.

Lubang Hitam sendiri terbentuk dari bintang dengan ukuran (massa) sangat besar yang sekarat ‘kehabisan bahan bakar’. Singkatnya sebuah bintang lama – kelamaan akan mati ditekan oleh gravitasinya sendiri, dan akan membentuk sebuah titik yang disebut singularity, dan kemduian muncul lah lubang hitam. Bintang yang mampu menjadi lubang hitam adalah bintang dengan ukuran (massa) yang sangat besar. Bahkan matahari kita pun tidak memiliki ukuran (massa) yang cukup untuk menjadi lubang hitam.

Setelah Albert Einstein (1879-1955) mengungkapkan teori relativitasnya. Banyak sekali muncul kontroversi mengenai lubang hitam ini, mulai dari bagaimana dia bisa terbentuk lalu bagaimana penyebutannya, bahkan para ilmuwan ilmuwan besar dunia saling berlomba untuk membuktikan eksistensi dari lubang hitam ini.

Mulai dari fisikawan teoretis Jerman Karl Schwarzschild hingga pada 1935, astrofisikawan asal India, Subrahmanyan Chandrasekhar.Chandrasekhar menyatakan jika sebuah bintang dengan ukuran (massa) sangat besar kehabisan bahan bakar, tekanan gravitasi dari massa itu akan terkonsentrasi pada suatu titik. Ini menyebabkan ruang-waktu runtuh dengan sendirinya.

Pernyataan Chandrasekhar ini bertahan sampai 1960-an, hingga akhirnya fisikawan asal Inggris Stephen Hawking dan Amerika Roger Penrose menyepakati hal tersebut.

Pada tahun 1967, sekitar 12 tahun setelah Einstein meninggal fenomena ini dikenal dengan nama ‘Black Hole atau Lubang Hitam’. Istilah ini diciptakan oleh fisikawan Amerika John A. Wheeler selama konferensi di New York, untuk menggambarkan nasib suram sebuah bintang masif setelah kehabisan bahan bakar dan runtuh dengan sendirinya.(*)

Kalau masih bingung dengan black hole, nih ada video menarik dari 'Kok Bisa' yang menarik sekali penjelasannya:

Related Articles
Current Issues
Memperingati Kelahiran Galileo Galilei dan Stephen Hawking: Apa Jasa Mereka?

Current Issues
Elon Musk: Penjelajah Mars Pertama Mungkin Tidak Kembali Hidup-Hidup

Current Issues
Setelah 10 Tahun, NASA dan SpaceX Kembali Terbangkan Manusia ke Luar Angkasa