Current Issues

Mengenal Carrimycin, Sebuah Harapan dari Obat Buatan Tiongkok untuk Covid-19

Dwiwa

Posted on April 10th 2020

 

Nama Carrimycin mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Ini bukan merk penyedap rasa jenis baru, tetapi salah satu jenis obat yang kini tengah diuji coba untuk melawan virus Corona di Tiongkok.

Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan dalam blog pribadinya DI’s Way menjadi salah satu penyebab nama obat asing ini jadi tenar. Dalam tulisan yang diunggah pada 7 April lalu, Dahlan menyebut jika Carrimycin merupakan satu dari daftar 10 obat yang diizinkan untuk pengobatan pasien Covid-19 di Tiongkok.

Lalu apa sebenarnya Carrimycin ini?

Carrimycin adalah obat yang sengaja dikembangkan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan atas yang dikenal dengan nama dagang “Bite”. Antibiotik jenis baru ini dikembangkan oleh tim yang dipimpin Profesor Wang Yiguang dari Institute of Medical Biotechnology, Chinese Academy of Medical Sciences bekerja sama dengan Shenyang Tonglian Group Co Lts. Tidak heran jika semua hak kekayaan intelektual dan teknologi utamanya dimiliki oleh Tiongkok.

Dikutip dari 36Kr, obat asli Tiongkok ini memang sengaja dikembangkan untuk mengatasi infeksi saluran pernafasan. Jika dibandingkan dengan beberapa jenis obat lain, Carrimycin memiliki keunggulan seperti dosis kecil, toksisitas rendah, waktu minum obat lebih pendek dan nyaman untuk dikonsumsi.

Carrimycin mulai diteliti sejak tahun 1990-an dan baru mendapatkan persetujuan dari Administrasi Produk Medis Nasional Tiongkok pada Juni 2019. Pada awalnya, obat ini disetujui sebagai antibiotik untuk mengobati bakteri.

Namun dalam proses pengembangan selanjutnya, tim peneliti menemukan jika obat ini memiliki efek aktif lain. Tim Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok kemudian melakukan percobaan in vitro di dalam laboratorium dan menemukan jika obat ini memiliki efek menghambat virus Corona jenis baru yang menyebabkan corona virus disease 2019 (Covid-19).

Untuk melihat efek Carrimycin lebih lanjut, uji coba kemudian dilakukan pada pasien positif Corona  sejak tanggal 15 Februari. Hasilnya cukup positif. Sembilan rumah sakit nasional pun akhirnya ditunjuk untuk turut melakukan uji coba ini.

Hasil awal uji klinis menunjukkan jika Carrimycin dapat secara efektif menangkal virus Corona jenis baru yang menyebabkan Covid-19. Secara signifikan, obat ini juga mempersingkat waktu rawat inap dan meningkatkan prognosis (perjalanan penyakit) pasien.

Secara khusus, obat ini memiliki efek yang signifikan terhadap pasien yang memiliki viral load (jumlah virus dalam darah), kegagalan pengobatan antivirus, dan tidak menunjukkan adanya reaksi merugikan yang jelas. Uji klinis ini diharapkan akan berakhir pada 10 April dan hasil data klinis lengkap akan diumumkan.

Hasil akhir dari uji klinis ini diharapkan akan membawa angin segar bagi pengobatan Covid-19 sehingga bisa dipromosikan dan digunakan secara global. Carrimycin pun menjadi satu dari 10 daftar obat yang diijinkan untuk dipakai mengatasi Covid-19. Selain Carrimycin, ada juga hidroklorokuinon yang telah dibeli oleh Presiden Joko Widodo dalam jumlah banyak beberapa waktu lalu.(*)

 
Related Articles
Current Issues
Mengintip Perbedaan Lockdown di Tiongkok, Italia, dan Negara Lain

Current Issues
Plasma Darah Survivor Corona Diujicobakan Jadi Penyelamat Nyawa Pasien Covid-19

Current Issues
Lockdown Dibuka, di Wuhan Ada Kasus Baru, di Jerman Penderita Meningkat