Current Issues

Sabun Ternyata Tidak Efektif untuk Membersihkan Bahan Makanan dari Covid-19

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 9th 2020

 

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang mendadak jadi sangat peka terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Berbagai hal dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari penyebaran virus korona, mulai dari rajin mencuci tangan, mencuci makanan dengan sabun, mencuci langsung pakaian yang digunakan saat keluar rumah, bahkan menyemprotkan disinfektan ke berbagai penjuru rumah.

Siapa sangka, ternyata tidak semua aktivitas tersebut disarankan oleh ahli kesehatan, contohnya mencuci makanan dengan sabun dan tidak benar-benar membilasnya hingga bersih.

Membasuh bahan makanan yang akan dikonsumsi dengan sabun ternyata memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Sabun pada dasarnya dibuat untuk membersihkan permukaan benda dan tubuh manusia, bukan untuk dikonsumsi.

Itu berarti, meski membasuh bahan makanan dengan sabun dapat mencegah penyebaran virus korona, ‘mengonsumsi’ sabun sendiri secara tidak langsung dapat memberi dampak buruk yang tidak kalah mengkhawatirkan.

“Buah dan sayuran tidak seharusnya dicuci dengan deterjen atau sabun,” terang Departemen Pertanian Amerika Serikat lewat sebuah imbauan online. “Produk-produk tersebut tidak disetujui dan tidak dilabeli oleh Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) untuk digunakan pada bahan makanan. Residu dari deterjen atau sabun dapat tertelan lewat makanan yang dicuci.”

Sabun yang masuk dalam pencernaan dapat menyebabkan mual, diare dan berbagai bentuk gangguan organ pencernaan lainnya. Bukan sekedar tidak nyaman, tapi efek kesehatan yang ditimbulkan juga menyerupai beberapa gejala umum Covid-19.

Gangguan pencernaan umumnya terjadi pada seseorang yang mengonsumsi sabun dalam jumlah besar. Para ahli kesehatan tidak menyarankan membasuh makanan dengan sabun, karena selain dapat menyebabkan gangguan tersebut, komposisi dalam sabun juga dapat mempengaruhi rasa dari bahan makanan.

Solusi dalam mencuci bahan makanan adalah dengan merendam dan menggosok bahan makanan di air yang mengalir. Bahan-bahan makanan yang bertekstur keras seperti melon, timun, wortel dan alpukat juga bisa dibersihkan dengan sikat halus yang digunakan khusus untuk menggosok makanan.

Ben Chapman, profesor dan spesialis pengembang keamanan bahan makanan di Universitas South Carolina menyatakan bahwa merendam dan menggosok bahan makanan pada air yang mengalir dapat menghilangkan 90 – 99% partikel asing yang menempel di permukaannya.

Meski mikroba masih dapat menempel pada beberapa bagian permukaan buah dan sayuran, menambahkan sabun ke air tidak akan dapat membuat keadaan menjadi lebih baik dibanding mencucinya hanya dengan air mengalir. Di samping, memang belum ada bukti ilmiah bahwa Covid-19 dapat menyebar lewat makanan.

Untuk pengolahan bahan makanan yang lebih higienis, FDA juga menambahkan langkah-langkah khusus, seperti mencuci tangan dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan.

Juga membersihkan bagian buah dan sayur yang tergores dan rusak sebelum mengolahnya, merendam sayuran dan buah-buahan dalam air dingin yang mengalir, kemudian mengeringkannya sebelum memotong dan mengupasnya, serta menyingkirkan bagian terluar dari sayuran hijau seperti kubis.

Chapman juga tidak menyarankan siapa pun untuk langsung merendam buah dan sayur yang mereka beli secepatnya setelah bahan-bahan makanan tersebut dibeli, karena itu akan mempercepat pembusukan.

Beberapa orang berinisiatif menambahkan bahan disinfektan alami ke dalam air rendaman buah dan sayuran, seperti cuka apel, ekstrak biji anggur atau air perasan jeruk dan baking soda.

Chapman mengungkapkan bahwa bahan-bahan tersebut tidak berbahaya, namun sangat mungkin mempengaruhi rasa makanan. Plus, belum ada bukti ilmiah bahwa penggunaan cuka dapat melenyapkan virus korona yang menempel di permukaan benda.

“Risiko terbesar untuk tertular virus korona saat mengolah makanan adalah ketika kita sedang membelinya di toko, dimana ada banyak orang yang mungkin saja menjadi carrier (virus korona),” tambah Chapman. “Itulah risiko terbesarnya, bukan saat kita mengolah makanan atau mencuci bahan makanan. Dan cara menghindarinya adalah dengan melakukan social distancing dan tidak pergi ke pusat perbelanjaan jika kita sedang sakit.”

Dengan kata lain, tidak ada teknik khusus dalam membersihkan bahan makanan di masa pandemik. Pencegahan penyebaran virus korona cukup dilakukan dengan social distancing dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

 

Artikel Terkait
Tech
Sensor Mirip Plester Luka Ini Dapat Deteksi Covid-19 Lewat Kulit

Current Issues
Ilmuwan Manfaatkan AI untuk Deteksi Pasien Covid-19 yang Butuh Ventilator

Current Issues
Kehidupan Warga Tiongkok Pasca Lockdown Bergantung pada Label Hijau Ini