Entertainment

J.K. Rowling Nyatakan Dirinya ‘Sembuh’ dari Gejala-gejala COVID-19

Ahmad Redho Nugraha

Posted on April 7th 2020

Joanne Kathleen Rowling, atau yang lebih dikenal dengan nama pena J.K. Rowling, belakangan ini diketahui sempat mengalami gejala-gejala umum dari COVID-19. Penulis Harry Potter ini mengaku belum melakukan tes medis untuk mengetahui ia terinfeksi atau tidak, tapi melalui salah satu tweet-nya, ia mengaku telah ‘pulih’ dari gejala-gejala COVID-19 yang dialaminya.

Melalui tweet yang disertai video tersebut, Rowling mengungkap bahwa ia melakukan teknik pernapasan khusus yang direkomendasikan oleh seorang dokter di Rumah Sakit Queen, Romford.

Dalam video berdurasi tiga menit 42 detik yang dilampirkan di tweet-nya, suami dari dokter itu menuntun para penontonnya untuk melakukan teknik pernapasan itu. Rowling mengajak 14,5 juta pengikutnya untuk menonton video tersebut dan mempraktikannya di rumah masing-masing.

“Selama 2 pekan ini, aku memiliki gejala-gejala umum dari COVID-19 (walau aku belum melakukan tes) dan aku melakukan sesuai yang disarankan suami dokter ini. Aku pulih total dan teknik ini sangat membantu," tuis Rowling. 

Dokter dalam video tersebut mengajari bagaimana caranya melakukan bernapas dalam-dalam, menahan napas hingga batuk, kemudian berbaring terlungkup di atas perut untuk membuat udara masuk memenuhi paru-paru.

Tweet Rowling disambut dengan berbagai pesan suportif, termasuk dari penulis Fifty Shades of Grey, E.L. James. Rowling membalas semua dukungan tersebut dengan mencuitkan kind and lovely messages di Twitter-nya.

Selain membagikan informasi tersebut, Rowling sebelumnya juga sempat mengkritisi para influencer media sosial yang menekankan para followers mereka untuk mempelajari skill baru selama masa swakarantina.

Dia mengatakan bahwa bagi sebagian orang, mampu mengatasi masa-masa terburuk saja sudah lebih dari cukup, tanpa perlu membebani diri dengan paksaan untuk menciptakan sesuatu yang produktif selama pandemi.

“Jika kamu seorang coach yang terus mengatakan pada semua orang bahwa mereka menjadi pecundang hanya karena tidak mengembangkan skill atau brand baru selama masa swakarantina, mungkin sudah waktunya kalian berhenti. Semua orang punya tantangan pribadi mereka masing-masing yang tidak kalian tahu." tulis Rowling

"Melabeli orang sebagai pemalas hanya karena mereka tidak mampu menciptakan karya yang bagus setiap saat bukanlah inspirasi, itu hanya cara lain untuk mempermalukan seseorang,” sambungnya.

"Membiarkan diri kita merasakan apa yang perlu kita rasakan, serta memahami bahwa kita memiliki alasan untuk menjadi diri kita sendiri jauh lebih menyehatkan bagi mental kita, daripada terus menghakimi diri sendiri karena tidak mampu menjadi sosok ‘manusia super’,” tutup Rowling.

Sejak kesuksesannya dengan Harry Potter, Rowling menjadi wanita paling kaya di Inggris. Namun di balik semua proses kreatif nya dengan waralaba Harry Potter, ia mengaku kerap mengalami masalah kesehatan mental, terutama karena ia adalah seorang single-parent yang berusaha membesarkan anaknya seorang diri.

Bagi Rowling, Harry Potter adalah kesuksesan tidak terduga yang menghampirinya saat hidup Rowling tengah berada di titik tersulitnya.

 

Artikel Terkait
Interest
Dukung Belajar Di Rumah, J.K. Rowling Buka Lisensi 'Harry Potter'

Current Issues
Sabun Ternyata Tidak Efektif untuk Membersihkan Bahan Makanan dari Covid-19

Current Issues
Menilik 5 Wabah Terparah Sepanjang Sejarah dan Bagaimana Mereka Diakhiri