Current Issues

Kenapa Anak Muda juga Sangat Berisiko Covid-19?

Ferliansyah

Posted on April 7th 2020

(Covid-19 in Italy - Euronews)

Karakteristik infeksi Coronavirus masih banyak menyimpan teka teki. Sebelumnya, kalangan orang tua atau usia lanjut (lansia) dinilai memiliki tingkat risiko yang lebih besar terjangkit Covid-19. Sebagaimana menurut publikasi World Health Organization (WHO) dan The Journal of the American Medical Association yang menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien infeksi Covid-19 adalah usia 40 ke atas. Kalangan usia lanjut dinilai memiliki tingkat risiko yang tinggi karena umumnya mereka telah memiliki masalah kesehatan mendasar.

Laporan tersebut boleh saja membuat para anak-anak muda dan generasi millennial merasa aman. Tetapi bukan berarti kalangan muda bisa bebas dan santai menghadapi pandemik Covid-19. Bahkan WHO sendiri telah berulang kali mengingatkan anak muda agar selalu waspada dan mewanti-wanti penyebaran yang tinggi dikalangan mereka.

Well, hasil studi terbaru justru menunjukkan bahwa kalangan usia muda nyatanya turut berisiko terjangkit Coronavirus. Hal ini merasa masuk akal karena temuan kasus infeksi juga terjadi pada kalangan medis yang terinfeksi dari pasien Covid-19.

Sebagaimana dilansir dari The Guardian, dalam beberapa kasus pada anak muda sebelumnya tidak ditemukan diagnosis Covid-19, tetapi beberapa waktu kemudian ditetapkan positif. Hal itu karena dalam temuan kasus, karakteristik hingga diagnosis yang tidak ditemukan seperti kasus-kasus sebelumnya. Kondisi ini pun membuat para ilmuwan dan ahli medis kebingungan hingga membuat mereka harus berjuang lebih keras menemukan sifat dan karakterisitik dari Covid-19 yang tidak temukan sebelumnya.

Namun, menurut beberapa ahli hal tersebut bisa saja dan sangat mungkin terjadi. Perbedaan genetika tiap-tiap individu pada tingkat usia tertentu dapat menjadi penyebab infeksi Coronavirus pada usia-usia produktif dapat terjadi.  

“Sangat mungkin bahwa sebagian dari kita dapat memiliki susunan genetik tertentu yang membuatnya lebih mungkin dan merespons dengan buruk terhadap suatu virus” ungkap Michael Skinner, salah satu ahli virus asal Imperial College Londo, dikutip dari The Guardian.

Berbagai teori pendukung juga membuat para peneliti percaya bahwa jumlah virus yang menginfeksi individu memiliki hubungan dengan kerentanan dari tiap-tiap genetika. Artinya, ada kemungkinan bahwa individu memiliki susunan genetik yang membuat mereka lebih rentan terhadap Coronavirus yang menyebar pada tubuh mereka. Sehingga, kondisi ini membuktikan bahwa setiap kalangan usia memiliki risiko yang sama terjangkit pandemi Covid-19.

Selain perbedaan genetik, faktor lain yang berpotensi infeksi Coronavirus pada usia muda adalah tingkat viral load yang tinggi. Hal itu dapat menunjukkan hasil yang buruk terhadap diagnosis Covid-19. Viral load sendiri merupakan tolak ukur untuk mengetahui seberapa jauh dan cepat penyakit berkembang dalam tubuh yang diketahui lewat jumlah virus di dalam sampel darah.

“Seseorang dengan viral load yang tinggi memiliki lebih banyak partikel virus dibandingkan dengan viral load yang rendah,” kata ahli virus Alison Sinclair di Sussex University. “Kami belum tahu apa dampak viral load pada gejala seseorang yang terinfeksi Covid-19. Apakah ada hubungan antara viral load yang tinggi dan hasil yang lebih buruk akan menjadi penting untuk dicari tahu.”

Pernyataan dan hipotesis ini juga didukung oleh pernyataan Edward Parker, ilmuwan di London School of Hygiene dan Tropical Medicine. "Untuk Covid-19, laporan awal dari Tiongkok mengarahkan hasil bahwa viral load lebih tinggi pada pasien dengan penyakit yang lebih parah, kondisi serupa yang juga terjadi pada kasus SARS dan influenza”

Jadi penting untuk kita semua selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan daya tahan tubuh. Maka dari itu saat ini pencegahan yang terbaik adalah mengikuti berbagai arahan dan anjuran dari para ahli dan pemerintah. Usia nyatanya tidak memberikan jaminan yang kuat terbebasnya dari pandemi satu ini.

"Sangat penting bagi kita untuk membatasi semua kemungkinan paparan pada Covid-19, dan jika kita merasa tidak sehat, kita perlu mengamati tindakan isolasi diri yang ketat untuk membatasi peluang kita menulari orang lain," ungkap Edward Parker.(*)

Yuk beli kaus 'DBL Region' dari Mainbasket untuk Bersatu Saling Bantu Penanganan COVID-19. Selengkapnya klik banner di bawah ini...

Artikel Terkait
Current Issues
Kepala BNPB Ungkap Banyak Orang Jakarta dan Jawa Timur Percaya Kebal Covid-19

Current Issues
Kasus Infeksi Berulang Menunjukkan Betapa Kompleknya Pandemi Covid-19

Current Issues
Kasus Infeksi Ulang Covid-19 Ditemukan, Apa Artinya?