Current Issues

Peneliti di AS Buat Laboratorium Robot yang Mampu Menguji 1000 Sampel per Hari

Dwiwa

Posted on April 6th 2020

 

Kasus Covid-19 semakin melonjak. Lebih dari 1,2 juta orang positif terinfeksi SARS-Cov-2 di seluruh dunia.  Kondisi ini membuat para ilmuwan berlomba-lomba untuk membuat berbagai penemuan agar dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Salah satunya seperti yang dilakukan para peneliti di UC Berkeley Amerika Serikat. Mereka telah membangun sebuah laboratorium pop-up yang menggunakan robot untuk melakukan pengujian sampel kasus Covid-19.

Laboratorium ini dikabarkan dapat melakukan pengujian hingga seribu sampel hanya dalam waktu satu hari. Bahkan dapat ditingkatkan hingga menjadi 3 ribu sampel dalam sehari jika dibutuhkan.

Laboratorium tersebut mendapatkan banyak sumbangan robot yang mampu melakukan tes PCR dengan hasil yang cepat dari  laboratorium penelitian kampus di Berkeley. Fasilitas baru ini pun dapat memberikan hasil hanya dalam kurun waktu 4 jam dari sampel diterima.

Seperti diketahui, tidak semua pasien yang positif Covid-19 menunjukkan gejala. Salah satu cara efektif dalam memutus rantai penyebaran coronavirus adalah dengan melakukan pengujian sampel sebanyak mungkin pada orang yang dicurigai. Pengujian ini penting untuk melihat siapakah orang yang menyebarkan virus tersebut.

Beberapa negara yang berhasil meredam penyebaran infeksi dari virus Corona secara agresif melakukan tes terhadap populasi. Tanpa pandang bulu, mereka melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang telah melakukan kontak dengan pasien positif lalu melakukan tes.

Hal yang disayangkan adalah peralatan dan tenaga yang ada kurang memadai dan membuat proses pengujian menjadi lebih lama. Padahal, pengujian secara tepat dan cepat menjadi titik kritis bagi para tenaga kesehatan yang mungkin terinfeksi. Sebab, mereka bisa secara tidak sengaja menjadi agen penular terhadap orang-orang yang rentan di fasilitas kesehatan.

Polymerase Chain Reaction alias PCR merupakan metode pengujian yang digunakan di berbagai laboratorium di seluruh dunia. Menyadari jika mereka memiliki peralatan dan keahlian yang memadai untuk membantu menghadapi pandemi, para ilmuwan Berkeley bersama dengan mitra perusahaan kemudian mumutuskan untuk mendirikan laboratorium pop-up.

Laboratorium Berkeley juga telah menyumbangkan peralatan PCR, termasuk robot yang menangani sampel untuk pengujian cepat dan otomatis pada laboratorium baru tersebut.

“Kami berusaha menggunakan penelitian dan pengembangan yang kami lakukan untuk memahami bagaimana kami dapat meningkatkan dan mempercepat kebutuhan mendasar dari komumitas medis,” ujar Fyodor Urnov, salah satu peneliti dalam inisiatif tersebut.

Laboratorium tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan pengujian terhadap orang-orang yang memiliki gejala seperti Covid-19 di Bay Area (wilayah metropolitan di kawasan Teluk San Fransisco dan Teluk San Pablo di California Utara).

“Tim UC Berkeley bergerak cepat untuk mengatasi kesehatan masyarakat kritis ini dengan mendirikan sebuah laboratorium yang dapat segera berdampak terhadap komunitas kami. Selain itu juga dapat menghasilkan data yang berkontribusi untuk memahami penyebaran SARS-Cov-2,” ujar Jennifer Doudna, peneliti lain yang juga terlibat.

Related Articles
Current Issues
Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok Baru Siap untuk Publik Tahun Depan

Current Issues
Bagaimana Dampak Covid-19 pada Anak-anak dan Remaja?

Current Issues
Mirip Generasi Pertama, Ilmuwan Temukan Jenis Sel Tubuh yang Rentan SARS-Cov-2