Current Issues

On This Date: 6 April 1986, Debut Post-It yang Bermula dari Produk Gagal

Delima Pangaribuan

Posted on April 6th 2020

(Amazon)
 
Coba cek di meja belajar atau meja kerja kalian, masih ada stok Post-It gak? Tahu gak kalian, salah satu merek sticky notes populer di dunia itu tepat tanggal ini berulang tahun loh?
 
Ya Post-It telah bertahun-tahun menjadi pelopor produk kertas tipis warna-warni yang berfungsi untuk menandai catatan-catatan penting. Lantaran jadi pelopor dan sangat populer, orang kerap kali menyebut kertas tipis ini dengan nama Post-It. Bukan sticky notes. Seperti kalian sudah terbiasa menyebut 'Aqua' dari pada air mineral.
 

Melansir situs Post-It, produk tersebut sebenarnya berawal dari kegagalan. Sekitarnya bermula di awal 1980. Saat itu salah satu ilmuwan di 3M (perusahaan multinasional di Amerika Serikat) bernama Dr. Spencer Silver sedang melakukan penelitian untuk membuat bahan perekat di laboratorium.
 
Di tengah proses penelitian tersebut, ada salah satu hasil di mana bahan perekat itu bisa membuat suatu objek menempel di sebuah permukaan, tapi nggak nempel-nempel banget. Nempelnya nanggung gitu.
 
"Waktu itu kami mengembangkan bahan perekat yang lebih besar, kuat, dan lebih lengket. Ini bukan salah satunya," ungkap Spencer Silver. 
 

Meskipun salah satu kegagalan, tapi Spencer Silver menilai penemuan ini bisa berguna suatu hari nanti. Jadi dia simpan formula untuk membuat bahan perekat nanggung itu. Silver menyebut salah satu bahannya sebagai microsphere yang bisa membuat suatu benda lengket tapi punya karakteristik mudah dilepas juga.
 
Hasil temuan itu mangkrak bertahun-tahun. Sampai suatu hari, salah satu teman sesama ilmuwan 3M bernama Art Fry mau ikut paduan suara di gereja. Dia sudah menandai buku laguna dengan kertas-kertas penanda. Tapi kemudian bukunya jatuh dan kertas penandanya kocar-kacir. Art Fry berpikir seandainya ada penanda yang bisa lumayan menempel di bukunya, tapi juga gampang dilepas sehingga bukunya nggak rusak.
 
Ctak! Silver langsung kepikiran lem nanggungnya waktu mendengar Fry. Seperti botol ketemu tutupnya, Silver dan Fry kemudian bekerja sama mengembangkan produk semacam penanda buku yang bisa menempel ringan.
 
Selama proses pengembangan itu, mereka banyak membuat catatan dan berkomunikasi dengan kertas. Di situ pula Silver dan Fry kepikiran untuk membuat juga produk yang berfungsi sebagai notes kecil yang bisa menempel, yang hari ini kita kenal sebagai sticky notes.
 
"Aku pikir yang kita punya di sini bukan hanya sekedar penanda buku. Ini adalah cara yang betul-betul baru untuk berkomunikasi," kata Fry.
 
Fry menggunakan produknya di seluruh kantor mereka di 3M dan semua karyawan ternyata suka sama produk itu. 3M kemudian mengeluarkan produk bernama Press n Peel. Kemudian mereka merambah ke beberapa perusahaan di kota mereka di Boise, Idaho. Dengan nama produknya Boise Blitz.
 
Mereka berdua nggak menyangka ternyata penerimaan konsumen akan produk itu sangat positif. Silver dan Fry mulai merambah tingkat nasional Amerika Serikat. Tepat tanggal 6 April 1986, mereka meluncurkan produk bernama Post-It. Dengan warna kerta yang khas yakni cannary yellow atau kuning muda seperti yang kita tahu sekarang.
 
Alasannya menggunakan warna itu karena laboratorium sebelah tempat mereka mengerjakan Post-It lagi kelebihan kertas warna canary yellow. 
 
Kehadiran produk ini sendiri dianggap sebuah keajaiban sama Silver dan Fry. Silver menilai produk mereka sebagai ground-breaking yang sebelumnya nggak dibayangin akan dibutuhkan orang, sampai kemudian sekarang semua orang memakainya. (*)
Artikel Terkait
Current Issues
On This Date: 2 Maret 1995, Yahoo! Resmi Jadi Perusahaan

Current Issues
Peringati Hari Nelayan, Yuk Coba 5 Resep Berbahan Ikan Ini. Enak Banget loh!

Current Issues
On This Date: 16 Februari 1923, Pertama Kali Mumi Firaun Tutankhamun Ditemukan